Berlatihlah

akurat.me


Berlatihlah


Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang yang ingin bertransformasi menjadi seorang driver , yaitu dengan melatih diri menghadapi risiko. Ingatlah, kalau terjadi kecelakaan, bukan penumpang, melainkan pengemudi yang harus menghadapi aparat penegak hukum. Tetapi bukankah hanya mereka yang ugal-ugalan yang mencelakakan orang lain? Sampai di sini Anda sudah mulai memahami bahwa risiko bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan harus dihadapi, dan dikendalikan, bahkan “dijinakkan”. Bagaimana Anda melatih diri Anda untuk menghadapi dan “menjinakkan” risiko?

Berikut adalah tips untuk melatih pengambilan risiko.

Jangan Membuang Waktu

Sampah bisa dibuang, makanan dan buku bisa disimpan, tetapi waktu tidak dapat Anda simpan. Sekali hilang, ia akan hilang selama-lamanya. Maka janganlah membuang waktu, sebab Anda tak bisa kembali ke masa lalu. Latihlah diri untuk bergerak, bertemu orang yang berbeda-beda, dan rasakan sendiri apa akibatnya bila Anda bertemu dengan orang-orang yang tidak senasib, sepandangan, seiman, seilmu, atau sedarah dengan Anda. Rasakan bagaimana mereka menilai Anda dan lakukan interaksi-interaksi sehingga pancaindra Anda terlatih dan sensitif menangani kebiasaan-kebiasaan yang berbeda-beda.

Orang-orang yang membuang-buang waktu biasanya lebih memilih diam, berpikir kosong, mendiamkan, dan hanyut dalam kekosongan. Ia bengong saja saat melihat sesuatu yang dipikirnya berbahaya. Ia berdiri di tengah-tengah jalan, di tengah kamar, atau di tengah tempat tidur. Di stasiun, ia memilih tidak mendatangi orang untuk bertanya, melainkan diam dalam kebingungan dan baru bereaksi setelah kereta dan semua orang berlalu. Energi pikiran habis terpakai sia-sia.

Segeralah bertindak sebelum segala sesuatu mendesak dan waktu Anda berakhir. Sebab, apa pun yang Anda lakukan, tidak ada pilihan yang bebas risiko.

Latih Persepsi Anda

Risiko adalah sebuah persepsi, yaitu apa yang Anda tangkap melalui pancaindra. Seorang penerjun pemula memiliki persepsi tentang penerjunan yang berbeda dengan mereka yang telah mahir dan melakukannya ratusan kali. Kakinya bergetar, jantungnya berdegup keras saat pemula terjun. Sedangkan mereka yang telah mahir melakukannya dengan relaks, bahkan sambil bernyanyi, dan tersenyum lepas. Denyut jantungnya sama dengan denyut jantung orang yang sedang berjalan kaki.

Mengapa mereka berbeda? Jawabnya adalah karena persepsi mereka terhadap risiko berbeda-beda. Persepsi ini dibentuk oleh kebiasaan dan latihan yang akhirnya membentuk habit , sedangkan habit dibentuk oleh kegiatan rutin dan disiplin diri.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seseorang yang ingin bertransformasi menjadi seorang driver , yaitu dengan melatih diri menghadapi risiko.

Menumbuhkan Persepsi

Selain harus dilatih, persepsi juga harus ditumbuhkan dengan mengekspos diri pada alam semesta ini. Ibarat tanaman yang diekspos oleh sinar matahari dan badai, ia akan tumbuh menjulang tinggi menembus hutan belantara. Maka, seorang yang mengekspos diri pada alam semesta yang didiami manusia berbeda-beda akan membuatnya tegar dan tumbuh. Ini berbeda dengan manusia pedalaman yang steril dari lingkungan buas di luar areanya.

Sewaktu dilahirkan, seorang bayi bahkan belum bisa membedakan bentuk dan gerakan. Ia hanya bisa merasakan kehangatan. Namun waktu berjalan, ia bisa membedakan warna, bahkan bisa membedakan mana orangtua dan mana bukan orangtuanya. Ia lalu belajar menghadapi orang-orang baik dan kurang baik, mana orang-orang yang sudah dikenalnya dan mana orang asing.

Persepsinya tumbuh, sehingga ia mulai bisa mengatasi dirinya, dari mudah terjatuh menjadi mahir bergerak, menangkap bola, membedakan mana suara jauh dan mana yang dekat, dan seterusnya. Setelah itu, ia baru mengenal persepsi-persepsi yang tidak bisa dibaca dengan kasatmata, perasaan dan intuisinya yang dibentuk melalui akumulasi pengetahuan, dan pengalaman pun terbentuk.

Hadapilah itu semua dan jangan membiarkan persepsi Anda menjadi kerdil karena tidak ditumbuhkan, tidak diekspos ke dalam alam yang keras.

Berinvestasilah

Saat Anda mengeluarkan uang untuk mendapatkan sesuatu, selalu terdapat dua jenis tindakan: investasi atau konsumsi. Yang satu disebut sebagai good investment (investasi positif) dan satu lagi bad investment (investasi negatif). Konsumsi dibutuhkan untuk membuat Anda hidup dan diterima, namun konsumsi juga bisa dilakukan untuk sekadar memuaskan keinginan tanpa hasil apa-apa. Good investment adalah investasi yang dilakukan untuk mendapatkan sesuatu pada masa depan.

Investasi sendiri dapat dilakukan secara material maupun nonmaterial. Anda bisa mengeluarkan uang untuk membeli tanah atau rumah dan mengharapkan keuntungan dalam jangka waktu tertentu. Namun Anda juga bisa memberikan kasih sayang, perhatian, sumbangan, dan ketulusan untuk mendapatkan segala kebaikan dari kosmos ini pada masa depan.

Dengan melakukan investasi, pada awalnya seseorang akan terekspos oleh kegagalan, yaitu uang yang hilang, rugi, tertipu, dan lain sebagainya. Atau, saat memberi bantuan, Anda juga bisa merasakan kegetiran karena penerimaan yang salah, ketergantungan, bahkan pembalasan yang tidak sesuai dengan yang Anda harapkan. Bila ini terjadi, janganlah mundur, sebab investasi apa pun selalu ada risikonya. Namun waktu berlalu, tak ada investasi yang hilang begitu saja. Bahkan dalam hidup ini, semakin besar kebahagiaan yang akan diterima, semakin besar pula risiko yang Anda akan hadapi.

Teruskan saja, karena Anda akan mendapatkan kebijaksanaan, kematangan, dan pelajaran yang membuat Anda semakin cerdik dan semakin memiliki kekuatan sebagai seorang driver .

Belajar

Seorang driver yang mengekspos diri terhadap risiko kemungkinan akan jatuh dan gagal. Ia bisa saja menerima hukuman-hukuman yang menyakitkan. Namun kejadian itu memberikan kesempatan padanya untuk belajar. Mendiang Friedrich Nietzsche pernah mengatakan, “Apa saja yang tak membunuhmu, akan membuatmu lebih tangguh.”

Banyak orang menjalani keterpurukan dan tidak belajar sehingga mereka tidak berkembang. Mereka berhenti saat mendapatkan pelajarannya sehingga kepahitan itu menjadi sia-sia. Seorang “driver” adalah seorang pembelajar yang menjadi lebih baik karena mereka memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang dibuat.

Ukur Kemampuan

Besar atau kecilnya suatu bahaya adalah relatif bagi satu orang dengan orang lainnya. Bagi seseorang, sungai sedalam satu meter sudah sangat berbahaya untuk diseberangi, sedangkan yang lainnya tidak demikian. Orang-orang yang menaklukkan bahaya berlatih menghadapi risiko dari bahaya-bahaya kecil, dengan mengukur kemampuannya sebelum mengekspos diri.

Saat saya menempuh ilmu di Amerika Serikat, saya sering menghabiskan waktu bersama keluarga dengan memancing di sebuah danau besar, danau Clinton. Di situ ada banyak ikan yang dengan mudah bisa kami pancing. Tetapi seorang teman yang tak suka memancing memperingatkan agar jangan turun ke dalam air karena di danau itu ada banyak ular air yang lebih berbahaya dari ular yang biasa kami temui di darat.

Saya pun menurutinya dan hanya memancing dari jauh, dari atas tepi danau. Tetapi saya tak mendapatkan banyak ikan. Sebaliknya, orang-orang tertentu saya lihat memancing di dalam danau, sekitar sepuluh meter dari bibir air dan mereka menenggelamkan sebagian tubuh mereka hingga sebatas pinggang. Setiap kali berpaling ke mereka, saya selalu melihat ikan-ikan besar sedang ditarik dari kail, dan mereka sungguh menikmatinya. Tetapi setiap kali melihat mereka, pikiran saya selalu tertuju pada ular air yang berbahaya dan saya tak berani turun ke bawah.

Sebab investasi apa pun selalu ada risikonya. Namun waktu berlalu, tak ada investasi yang hilang begitu saja. Bahkan dalam hidup ini, semakin besar kebahagiaan yang akan diterima, semakin besar pula risiko yang Anda akan hadapi.

Saya dan orang-orang yang memancing di tengah danau adalah dua tipe manusia yang berbeda dalam menimbang risiko. Saya 100% menghindari risiko dan tak mendapatkan apa-apa. Ketika mendengar “bahaya ular air”, seluruh anggota keluarga yang mencintai saya melarang untuk turun ke bawah. Sementara orang-orang yang berani turun ke tengah danau mengaku tak ada ular dan mereka hanya melihat di sana ada banyak ikan.

Kecewa dengan hasil yang dicapai, saya mulai mencari informasi dan memeriksa kebenaran ucapan teman yang mengatakan bahwa di sana ada banyak ular air. Saya mengukur kedalaman air, memeriksa kemampuan saya, obat-obatan yang ada, dan pakaian yang aman bila ular air itu benar-benar ada. Dan agar tidak membuat keluarga khawatir, saya pergi memancing tanpa mereka dan mengajak orang-orang yang sudah lebih berpengalaman dan lebih berani .

Awalnya, saya menduga orang-orang yang berani ini sebagai orang yang tidak rasional dan terlalu berisiko. Tanpa mengukur dan memeriksa informasi, mereka langsung turun ke dalam air, menuju ke tengah danau, dan memancing di tempat yang dipenuhi ikan. Dengan sedikit keragu-raguan, saya ikut ke tengah. Saya menjadi lebih berani, karena setelah saya kumpulkan informasi, ternyata tidak pernah ada korban yang melapor atau dinyatakan tergigit ular air. Lewat satu jam berlalu, saya mendapatkan kesenangan dan banyak ikan. Sejak saat itu, saya menjadi pemancing profesional yang memperoleh banyak ikan dan lambat laun anak-anak saya mengikuti langkah saya. Kami semua sudah melupakan cerita tentang ular air.

Tetapi poin saya adalah kita wajib mengukur kemampuan kita dan mengukur besarnya risiko dengan mempelajari kebenaran setiap informasi serta memasukinya secara bertahap, sedepa demi sedepa, sampai memperoleh keyakinan dan keterampilan. Namun jika Anda kalah, Anda akan mendapatkan kebajikan.” Lagi pula, janganlah mengambil risiko tanpa mengenal risiko itu terlebih dahulu, apalagi bila ternyata besarnya potensi kerugian jauh melebihi kemampuan Anda menghadapinya atau membuat hidup Anda berantakan.

akurat.me

Belum ada Komentar untuk "Berlatihlah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel