Celenration of life

fawaz.id


Celenration of life


Saya sering membuat status di media sosial saya, “Let’s celebrate life!” Tidak berapa lama, banyak teman yang mengirimkan ucapanselamatulang tahun. Saya jadi geli sendiri, sibuk memberi balasan sambil menjelaskan bahwa hari ini saya tidak berulang tahun. Saya hanya berpikir bahwa saya tidak perlu menunggu tanggal 2 Maret untuk merayakan kehidupan saya yang luar biasa ini.

Banyak orang bahwa bersyukur menyia-nyiakan bisa dilakukan lpu waktu dan tenaganya untuk berpikir maaf dan silaturahmi hanya D dilakukan igita hanya pada waktu tertentu. Meminta pada Hari Raya Idul Fitri. Memberi santunan pada anak yatim hanya pada bulan Ramadan. Membelikan bunga atau baju baru untuk Ibu hanya pada Hari Ibu. Mengucapkan semoga panjang umur dan bahagia hanya pada waktu seseorang berulang tahun.

Mengapa kita harus menunggu jika kita bisa melakukannya setiap hari? Padahal, kita tahu kalau perayaan itu menghibur hati kita dan hati mereka. Padahal, kita tahu kalau perayaan itu meringankan beban di pundak dan melegakan napas. Ini sama seperti banyak orang yang menunggu sampai sakit, baru sadar mau merawat kesehatan.

Let’s celebrate life now! The celebration isin your imagination.

Kindness


Kindness juice selalu saya minum di saat tubuh ini mengirim sinyal ada sesuatu yang tidak nyaman di tenggorokan. Bagi saya, menjaga kesehatan agar tidak batuk dan pilek adalah prioritas karena organ penting ini adalah modal kerja bagi saya.

Mengapa saya menyebutnya kindness? Karena saya merasa keluhan dari tubuh merupakan sebuah reaksi bahwa saya sudah lupa untuk berbaik hati kepada diri sendiri.

Saya sadar sekarang, itu semua terjadi karena saya tidak memberikan kindness pada diri sendiri. Kalau mau jujur, sebenarnya saya tidak peduli pada kesehatan sendiri. Hanya basa-basi saja bicara ingin sehat. Akibatnya, saat tubuh memberi sinyal akan ada penyakit yang datang, kita tidak bisa mendengar karena sebenarnya kita tidak peduli. Kita asyik memenuhi hawa nafsu sambil lanjut sibuk basa-basi.

Dancing Mango


Saat saya duduk di bawah pohon mangga, sebuah mangga yang masak jatuh tepat di depan saya. Dengan kuasa Tuhan, dia akan tumbuh sendiri, berbunga, berbuah, lalu membagi buahnya untuk mahluk lain di sekitarnya. Tidak ada beban. Semua berjalan apa adanya.

Saat angin sore bertiup sejuk saya bisa merasakan pohon mangga ini menari bersama musik alam semesta dia menjalani tarian kehidupan dengan indah bahkan saat memberi pun begitu indah tanpa beban tanpa drama dia perlu memberi buahnya yang harum kepada saya dan menjatuhkan daunnya yang kering untuk bumi agar dia bisa menumbuhkan batang, daun dan buah baru.

Tarian pohon mangga ini adalah sebuah simbol siklus kehidupan sering kali kita menolka siklus alamiah ini kita ingin mengatur semuanya kita lupa ada sang pengatur yang maha kuasa.

Darling


Saya lebih sering menyiapkan jus sendiri karena itu adalah ritual penting yang selalu saya lakukan. Ada mantra hypnotherapy yang selalu saya bubuhkan pada buah dan sayur yang dijus. Dr. Masaru Emoto dalam bukunya The Miracle of Water bertutur tentang keajaiban air. Jika kita memberi pujian atau doa baik untuknya, maka kristal air tersebut akan menjadi indah seperti bros cantik yang sering dipakai para hijabers. Sebaliknya, jika air tersebut dicaci dan dimaki, partikelnya akan rusak dan keruh. Bagi saya, buah dan sayuran yang saya makan dan minum mengandung air yang jika saya berikan untaian doa cinta kasih maka air pada buah dan sayur itu akan merespons seperti yang dituturkan Dr. Masaru Emoto.

Saya sering menggunakan kata my darling setiap saya memegang buah dan sayuran yang akan di jus memang ajaib kata darling untuk sayur dan buah itu memberi hadiah kesehatan dan kelangsingan tubuh.

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "Celenration of life"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel