Jadilah pemilik suatu acara!

akurat.me


Jadilah pemilik suatu acara!


Suatu acara tidak lain adalah perayaan peristiwa khusus atau sejenisnya. Wujudnya bisa apa saja, di antaranya pernikahan, pentas band di taman, parade, konser, pekan raya, festival, atau apa pun yang sifatnya khusus. Setiap orang mengira bahwa untuk mensponsori suatu acara, Anda harus memiliki sebuah perusahaan telekomunikasi besar ataupun maskapai penerbangan. Ini tentu saja tidak benar. Sekali lagi, perhatikan apa yang dilakukan oleh bisnis besar. Mengapa mereka mensponsori acara atau kompetisi? Karena mereka mendapatkan sorotan bagus. Tingkat publisitas akan relatif terhadap nilai sponsor itu sendiri.

Mensponsori acara bisa berupa apa saja, dari pertandingan di sekolah setempat hingga Pertandingan Olimpiade. Jika perusahaan yang ada di (majalah) Fortune 500 saja mau mensponsori acara tersebut, mengapa Anda tidak? Tingkat sponsorship yang Anda sumbangkan ke sebuah acara bisa berkisar dari puluhan ribu hingga puluhan juta. Anda juga dapat menawarkan sponsorship dalam bentuk barang atau jasa yang dihasilkan bisnis Anda.

Amati wilayah yang ingin Anda sasar, lalu perhatikan acara apa saja yang digelar dan (lebih penting lagi) diiklankan secara berkala. Kirimkan surat ke semua sekolah setempat yang menyatakan minat Anda untuk mensponsori acara. Sebagai imbalannya, Anda dapat menawarkan dana, jasa, atau produk pada level yang dapat membuat Anda menjadi sponsor utama. Tak jarang, biaya yang dikeluarkan hanya beberapa juta. Jangan ragu untuk sedikit ‘bermuka tebal’ dan mintalah hak pencantuman nama bisnis Anda. Semisal, yang tadinya adalah pawai kecantikan lokal, sekarang namanya menjadi ‘pawai kecantikan Salon Jan’.

Sorotan yang Anda dapatkan dari menjadi sponsor acara seperti ini sangat luas. Tidak saja Anda menjadi bisnis yang harum karena mendokong kegiatan lokal, Anda juga disebutkan dalam iklan kegiatan tersebut, di spanduk acara, di media release, dan materi promosi kegiatan tersebut. Jadi, jika lain kali seseorang mendatangi Anda untuk membicarakan sebuah acara, terbukalah dan pikirkan semua manfaat luas bagi bisnis Anda dibandingkan dengan sedikit biaya yang Anda keluarkan.

Pemikiran berbeda mengenai bisnis

Salah satu saran terbaik yang pernah saya berikan (dan sampaikan) adalah melihat ke luar industri untuk menemukan ide pemasaran hebat. Mungkin kedengarannya ini bukan sebuah ide pemasaran. Tapi percayalah, itu memang sebuah ide pemasaran. Jika Anda menghabiskan waktu untuk fokus hanya pada apa yang Anda kerjakan, apa yang dikerjakan pesaing, dan apa yang dikerjakan pelanggan, Anda bisa menjadi orang yang sangat picik.

Hasil akhir dari hal ini adalah semua bisnis di dalam suatu industri tertentu akan memiliki pandangan sama. Sebagai contoh, perhatikan tempat bedah gigi. Semuanya sama. Kantor persewaan mobil juga terlihat sama. Kantor pengacara, dokter, kimiawan, penjual daging, pembuat roti, dan pembuat lilin semuanya mulai terlihat sama. Apakah ini salah? Tidak juga. Namun, jika Anda melihat keluar industri Anda, boleh jadi akan Anda dapati berbagai ide pemasaran yang luar biasa bagi bisnis.

Saya mengalami sendiri hal ini saat memiliki toko menyelam SCUBA beberapa tahun lalu. Waktu itu, tren yang berlaku di toko peralatan selam banyak alat di dalamnya, tanki udara, jaring ikan dipajang di dinding berikut ikan plastik dan kepiting, juga beberapa gadis cantik yang berjalan di tempat, mengenakan anting dan rambut panjang. Bisnis saya masih belum mapan. Waktu itu saya masih sangat muda dan tidak memiliki ide bagaimana menjalani hidup saya dengan berbisnis.

Singkat cerita, saya putus asa. Suatu hari, seseorang berkendara Porsche merah menepi ke arah toko saya. Ia masuk dan mengenalkan diri, lalu menjelaskan bahwa salah seorang teman saya merekomendasikannya untuk menghubungi saya. Ia menawarkan jasa untuk mengangkat bisnis saya dengan bayaran sekitar 50 juta (padahal waktu itu, mendapat 50 ribu saja saya akan merasa beruntung). Saya pun menolak dengan halus dan berterima kasih.

Bulan demi bulan berlalu dan bisnis saya semakin memburuk. Dalam sebuah acara, saya bergabung dengan sindikat lotto yang diiklankan di koran dan saya memenangi 50 juta. Alih-alih membayar tagihan, saya memanggil pria yang mengunjungi saya dan mengatakan bahwa saya butuh bantuannya secepat mungkin. Tentunya, setelah saya membayar dia (uang muka jika boleh saya tambahkan), saya mulai menerima banyak pesanan.

Beberapa bulan berikutnya, saya sudah berada di ambang kebangkrutan. Terlintas di benak saya untuk membaca rekomendasi orang tadi. Di antaranya:

Bagi dua stok yang kami bawa.

Gandakan harga semuanya.

Cat toko dengan warna biru langit dan gantung karya seni di dinding-dindingnya.

Berlakukan garansi 100% uang kembali di semua barang.

Buang rambut ‘buntut kuda’ dan anting, lalu perintahkan semua staf memakai jas dan dasi.

Mulai jual peralatan menyelam.

Tawarkan layanan terbaik di setiap yang kami kerjakan.

Tawarkan isi ulang tanki SCUBA gratis.

Karena sudah kepepet, saya pun tidak berpikiran akan rugi apa-apa (karena memang tidak ada), jadi saya terapkan apa pun yang ada di daftar itu. Intinya, saya menyulap wujud toko dari yang tadinya toko peralatan selam menjadi ‘butik selam’. Turnover yang kami terima naik tiga kali lipat dalam bulan pertama. Perubahan ini sangat luar biasa dan saya memetik pelajaran paling berharga dalam perjalanan bisnis saya kemampuan melihat segalanya dari luar ke dalam bisnis Anda, bukan sebaliknya: dari dalam ke luar (seperti ikan emas).

Sayangnya, saya mengalami masalah hubungan kemitraan beberapa bulan berikutnya. Dan bisnis itu pun akhirnya saya tutup, tapi saya sudah mengambil pelajaran pentingnya. Andai saja saya melakukan perubahan tadi enam bulan lebih awal (atau mungkin tidak punya mitra).

Mengapa rekomendasi aneh yang diberikan penasihat bisnis saya berhasil? Karena ia melihat toko tersebut sebagai sebuah bisnis, bukan sebagai toko peralatan selam. Saran yang diberikannya adalah membenahi sebuah bisnis ritel yang merana, bukan sebuah toko peralatan selam yang sepi. Singkatnya, ia menggunakan pengalamannya dari semua industri lain untuk membenahi bisnis saya.

Sebagai konsultan pemasaran, saya selalu merasa mudah menawarkan saran bagi bisnis yang sepi karena masalah mereka sudah jelas. Bagi orang-orang yang memiliki bisnis seperti ini, hari harinya pasti dihabiskan untuk menghitung-hitung staf, pelanggan, rekening bank, anak-anak, dan lain-lain. Sangat sulit menilai secara objektif terhadap apa yang Anda lakukan jika Anda sendiri berada di tengah-tengah kegilaan ini. Karena itu, lebih mudah jika Anda melihat bisnis lain di luar industri Anda untuk melihat apa yang mereka kerjakan dan apa yang berhasil mereka kerjakan.

Ngomong-ngomong, saya tidak pernah melihat Tuan Porsche Merah lagi dan saya tidak punya kesempatan untuk berterima kasih kepadanya. Jika kebetulan saja ia sedang membaca ini, saya harap ia bisa tersenyum.

akurat.me

Belum ada Komentar untuk "Jadilah pemilik suatu acara!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel