Jangan dengar nitizen nyir-nyir!

fawaz.id


Jangan dengar nitizen nyir-nyir!


Beberapa tahun lalu, saya mengunjungi pameran dagang industri pariwisata di Papua Nugini. Operator pariwisata lokal berkumpul dan mendirikan stan di sebuah hotel di Port Moresby untuk mendorong para ekspatriat bepergian dari Papua Nugini ke Australia. Para pemain lama di industri pariwisata tidak percaya pameran ini bisa mendatangkan bisnis. Mereka hanya memandangnya sebagai acara tahunan, kesempatan untuk bersenang-senang selama beberapa hari di kota yang sangat liar.

Saya memandangnya sebagai suatu tantangan. Saya tidak pergi ke sana untuk bersenang-senang saya akan mencari bisnis dan itulah yang saya lakukan. Memang benar bahwa para pengunjung pameran tidak memiliki kapasitas untuk memberikan banyak bisnis, tapi saya membangun kontak dengan para peserta pameran lainnya dan mengejar bisnis dari mereka. Selama dua hari, saya mengelilingi pameran dan mendapat pesanan pesiar ke Great Barrier Reef untuk lebih dari 800 orang. Saya juga menemui perwakilan-perwakilan hotel dan membuat paket perjalanan yang menjadi sangat sukses selama bertahun- tahun.

Saya memiliki pandangan yang keras terhadap poin ini. Berhati-hatilah untuk tidak terlalu mendengarkan kata-kata para pesimistis. Segera setelah orang-orang mulai mengatakan betapa sepi dan betapa keras pasar ini, kesannya tidak apa- apa jika berhenti berusaha. Ini salah! Saya jauh lebih memilih menjual pada saat-saat sulit dibanding saat pasar sedang maju pesat karena sebagian besar pesaing menyerah dan menunggu sampai keadaan membaik sebelum mereka melanjutkan usaha. Jika saya mendengarkan orang-orang di sekitar saya, saya tidak akan pernah menerbitkan buku pertama saya, 101 Ways to Market Your Business (101 Cara untuk Memasarkan Bisnis Anda yang juga akan diterbitkan oleh Tangga Pustaka). Kini, setelah delapan buku terbit dan dijual di seluruh penjuru dunia, saya tahu bahwa saya telah mengambil keputusan yang tepat.

Waspadalah terhadap siapa yang Anda dengarkan. Ada orang-orang yang jauh di dalam hati mereka, tidak ingin melihat Anda sukses atau lebih buruk lagi, tidak ingin Anda mempermalukan mereka. Memang menyedihkan, tapi itulah kenyataannya. Hiduplah sesuai dengan keinginan Anda. Saat setiap orang mengeluh betapa sulitnya keadaan, gunakan waktu itu untuk keluar dan mencari konsumen. Jangan ragu, beranikan diri, ketuk pintu, jebol pintu, maka Anda akan berkembang pesat saat orang lain bersusah payah untuk bertahan hidup.

Mulutmu harimau mu, cocok untuk artikel ini!


Beberapa tahun lalu, saya sangat sibuk menjalankan perusahaan pemasaran saya. Bisnisnya memang bagus, tapi jam kerjanya benar-benar edan, berat badan saya bertambah banyak, saya tidak berolah raga, dan semua ini bisa membuat saya mati lebih cepat. Bisnis saya dibangun berdasarkan reputasi saya dan hampir semua klien datang berkat rujukan dari mulut ke mulut.

Waktu itu jika saya bertemu dengan orang-orang dan mereka menanyakan kabar dan saya akan mencerocos betapa sibuk dan stresnya saya. Saya akan memberikan jawaban standar dan agak mekanis ini kepada siapa saja yang menanyakannya. Jauh dalam hati, saya merasa bangga karena saya sangat sibuk. Kemudian pada suatu hari, saya menghentikan kegilaan itu selama beberapa menit dan memeriksa dengan teliti bisnis saya. Kami tidak lagi mendapatkan rujukan untuk pekerjaan baru. Saya terkejut. Apakah kualitas pekerjaan kami menurun? Apakah pasar dalam kondisi buruk dan saya tidak menyadarinya? Apakah pesaing telah mengalahkan kami? Saya benar-benar kebingungan.

Jadi, saya mengeluarkan daftar dua puluh pemberi rujukan utama saya. Mereka adalah orang-orang yang sudah saya kenal lama dan telah memberikan banyak konsumen untuk saya. Saya menelepon mereka untuk bertanya apakah ada masalah dan mengapa mereka tidak lagi memberikan rujukan untuk kami. Jawaban mereka semua hampir sama: “Andrew, setiap kali saya bertemu dengan Anda dan menanyakan kabar, Anda selalu bilang betapa luar biasa sibuk dan stresnya Anda. Saya tidak mau menambah beban Anda dengan mengirimkan lebih banyak konsumen lagi. Jelas-jelas Anda tidak membutuhkannya. Dan saya tentu tidak ingin melihat Anda tertekan dan mendapat serangan jantung karena merasa wajib melayani klien-klien hasil rujukan dari saya.”

Hal ini begitu mencengangkan. Saya sadar harus segera mengubah skrip. Sekarang jika ada orang yang menanyakan bagaimana kabar saya, saya sudah punya jawaban yang jauh lebih baik. Saya mengatakan sesuatu yang mirip-mirip dengan, “Ya, kami sibuk, tapi kami selalu mencari klien-klien yang berkualitas dan proyek-proyek yang menarik.” Memang butuh waktu, tapi pada akhirnya rujukan yang berkualitas mulai datang lagi. Dan saya juga menyadari ada hasil sampingan yang bagus: stres saya rasanya mulai berkurang karena saya tidak selalu mengatakan ke orang lain betapa tertekannya saya. Jangan pernah meremehkan kekuatan kata-kata.

Apakah Anda mengatakan sesuatu yang membuat orang- orang berhenti memberikan bisnis untuk Anda?

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "Jangan dengar nitizen nyir-nyir!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel