KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU

fawaz.id

KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU - Kemajuan teknologi memungkinkan produsen barang dan jasa untuk mengatur dan menyesuaikan berbagai macam produk yang di­ hasilkannya termasuk di antaranya: produk komputer, otomotif, pakai­ an, kosmetik, televisi kabel, makanan, obat­obatan, produk perbankan dan sebagainya. Perusahaan memiliki web site di mana pelanggan da­ pat mengirimkan rancangan produk yang sesuai dengan keinginan­ nya, misalnya produk boneka, perhiasan, atau program televisi kabel yang diinginkannya.

Alasan penting lainnya mengapa pengelola pemasaran sangat me­ nekankan pada relationship marketing adalah karena adanya pema­ haman bahwa mempertahankan pelanggan memerlukan biaya yang lebih murah ketimbang upaya mendapatkan pelanggan baru. Alasan ini mendorong pengelola pemasaran untuk lebih banyak memberikan perhatian pada hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Sejumlah studi menunjukkan jika pengelola pemasaran dapat mengurangi jum­ lah pelanggan yang pindah ke produk lain sebesar lima persen saja akan meningkatkan nilai penjualan sebesar 30 hingga 90 persen.

KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU 


Pada 1980­an, berbagai perusahaan di negara­negara maju, khu­ susnya Amerika Serikat, mulai menyadari perlunya upaya untuk meng­ integrasikan seluruh instrumen promosi yang dimiliki untuk mening­ katkan penjualan. Perusahaan­perusahaan mulai bergerak menuju proses yang disebut dengan komunikasi pemasaran terpadu atau in tegrated marketing communications (IMC), yang mencakup upa­ ya koordinasi dari berbagai elemen promosi dan kegiatan pemasaran lainnya.6 Ketika penanggung jawab pemasaran di berbagai perusahaan mulai menerapkan konsep komunikasi pemasaran terpadu, mereka juga meminta biro iklan untuk mengoordinasikan penggunaan berba­ gai instrumen promosi yang tersedia dan tidak hanya mengandalkan pada iklan di media massa.

Saat ini banyak perusahaan mulai menyadari perlunya upaya mengintegrasikan berbagai kegiatan komunikasi pemasaran yang se­ lama ini dilakukan secara terpisah­pisah. Kegiatan komunikasi pe­ masaran itu mencakup: 1) memasang iklan (beriklan) di media massa (media advertising); 2) pemasaran langsung (direct marketing); 3) promosi penjualan (sales promotion); 4) penjualan personal (personal selling); 5) pemasaran interaktif; dan 6) hubungan masyarakat (public relations) untuk mencapai komunikasi pemasaran yang lebih efektif.

Perusahaan juga mulai melihat hal­hal di luar perusahaan atau biro iklan dan mulai memanfaatkan para ahli promosi (promotional specialists) di berbagai bidang untuk membantu perusahaan mengem­ bangkan dan melaksanakan berbagai komponen dari rencana promosi mereka.

Upaya dunia industri untuk melakukan sinergi di antara berbagai instrumen komunikasi yang mereka miliki mendorong beberapa biro iklan untuk menerapkan strategi baru yaitu bergabung dengan perusa­ haan lain misalnya dengan perusahaan atau konsultan humas, promosi penjualan, atau pemasaran langsung. Mereka menamakan perusahaan hasil gabungan ini sebagai konsultan atau agen IMC (IMC agencies) yang menawarkan pelayanan satu atap guna memenuhi seluruh kebu­ tuhan promosi klien.7 Banyak perusahaan mulai tertarik. Pengelola biro iklan semakin menyadari bahwa IMC bukanlah gejala yang bersifat sementara. Mereka mena­ warkan gagasan kepada kliennya dengan berbagai istilah, misalnya new advertising, orchestration, dan seamless communication yang pada dasarnya menerapkan konsep integrasi dalam kegiatan promosi.

Terimakasih telah membaca KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU.

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel