Konstruksi studi perilaku organisasi!

fawaz.id


Konstruksi studi perilaku organisasi!


Perilaku Organisasi adalah ilmu perilaku terapan yang dibangun di atas kontribusi kajian teori dan penelitian dari sejumlah disiplin ilmu perilaku. Bidang utama adalah psikologi, sosiologi, psikologi sosial, antropologi, dan ilmu politik.

Konstruksi studi perilaku organisasi! - Psikologi Psikologi adalah ilmu terapan yang mencoba untuk menjelaskan dan memprediksi perilaku individu dalam situasi tertentu. Psikolog telah mampu memodifikasi sebagian besar perilaku individu dengan bantuan dari berbagai penelitian. Hal ini telah memberikan kontribusi terhadap berbagai teori tentang motivasi belajar, pelatihan dan pengembangan kepribadian, teori tentang pengambilan keputusan individu, kepemimpinan, kepuasan kerja, penilaian kinerja, sikap, emosi, desain pekerjaan, stres kerja serta manajemen konflik. Studi dari teori ini dapat meningkatkan keterampilan pribadi, membawa perubahan dalam sikap dan mengembangkan pendekatan positif terhadap sistem organisasi. Disiplin-ilmu psikologi terus mengeksplorasi hal-hal baru dalam studi perilaku organisasi.

Sosiologi Ilmu Sosiologi dalam konteks ini yaitu studi tentang dampak budaya pada perilaku kelompok dan sebagian besar telah memberikan kontribusi untuk bidang dinamika kelompok, peran yang dimainkan individu dalam organisasi, komunikasi, norma, status, kekuasaan, manajemen konflik, teori organisasi, proses kelompok dan pengambilan keputusan kelompok.

Ilmu politik Ilmu politik telah berkontribusi pada bidang perilaku organisasi. Stabilitas pemerintahan di tingkat nasional merupakan salah satu faktor utama untuk promosi bisnis internasional, investasi keuangan, ekspansi dan pekerjaan. Berbagai peraturan pemerintah memainkan peran yang sangat menentukan dalam pertumbuhan organisasi.

Psikologi sosial Psikologi sosial adalah suatu studi di mana konsep psikologi dan sosiologi berbaur untuk mencapai perilaku manusia yang lebih baik dalam organisasi. Studi ini telah memberikan kontribusi untuk mengelola perubahan, pengambilan keputusan kelompok, komunikasi dan kemampuan orang dalam organisasi untuk mempertahankan norma-norma sosial.

Konstruksi studi perilaku organisasi! - Antropologi Antropologi adalah suatu bidang studi yang berkaitan dengan aktivitas manusia dalam kerangka berbagai budaya dan lingkungan. Antropologi berupaya memahami perbedaan perilaku berdasarkan sistem nilai budaya yang berbeda. Pimpinan akan harus berurusan dengan individu dan kelompok yang memiliki budaya etnis yang berbeda dan bahkan menyalurkan perilaku ke arah yang diinginkan dengan tepat melalui pengkondisian berbagai faktor budaya. Perilaku organisasi telah menggunakan studi-studi pada sikap komparatif dan transaksi lintas-budaya. Organisasi terikat oleh budaya yang dibentuk oleh manusia.

Jadi, Perilaku Organisasi melibatkan integrasi studi yang berkaitan dengan ilmu-ilmu perilaku, seperti psikologi, sosiologi, antropologi, psikologi sosial dan ilmu politik. Oleh karena itu, perilaku organisasi merupakan bidang studi yang komprehensif di mana individu, kelompok dan struktur organisasi dipelajari dalam relasinya dengan pertumbuhan organisasi dan budaya organisasi dalam suatu lingkungan tertentu. Tujuan dari penelitian Perilaku Organisasi adalah untuk mengkonfirmasi bahwa perilaku manusia berkontribusi terhadap keberlangsungan serta efektivitas dan efisiensi organisasi.

Model Perilaku Untuk Organisasi 


Perilaku Organisasi adalah suatu studi pengetahuan dan penerapan keterampilan manajerial kepada orang-orang dalam organisasi untuk menyelidiki perilaku individu dan kelompok. Berbagai konsep dan model dalam bidang Perilaku Organisasi berupaya untuk mengidentifikasi, tidak hanya perilaku manusia, tetapi juga mengubah sikap mereka dan mempromosikan keterampilan sehingga mereka dapat bertindak lebih efektif. Hal ini dilakukan secara ilmiah, karena itu, bidang Perilaku Organisasi adalah suatu disiplin ilmiah.

Konstruksi studi perilaku organisasi! - Pengetahuan dan model praktis diterapkan pada pekerja, kelompok dan struktur organisasi yang menyediakan instrumen untuk perbaikan perilaku dan dinamika interaksi. Pemimpin harus mencari indikator (efek) dari perilaku individu dan kelompok dalam organisasi apapun. Jika perilaku tidak kondusif untuk mencapai tujuan organisasi, maka suatu model alternatif dapat diterapkan untuk menyalurkan perilaku individu terhadap sistem nilai yang sesuai organisasi, dan dengan demikian perilaku individu dimodifikasi.

Sebuah organisasi harus memiliki struktur organisasi yang tepat. Prinsip kesatuan komando, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab, perumusan tujuan dan distribusi sumber daya untuk berbagai kelompok sangat penting sehingga pekerja dapat mencapai tingkat kepuasan kerja yang (lebih) tinggi. Pemimpin harus mampu menjelaskan, memahami, memprediksi dan mengendalikan perilaku individu dalam organisasi.

Kemudian, Perilaku Organisasi hendaknya mempertimbangkan perilaku dalam konteks yang dikenal sebagai pendekatan kontingensi. Sebagai misal, kita mungkin menemukan bahwa dalam beberapa situasi gaya kepemimpinan partisipatif jelas unggul, namun dalam situasi lain dengan gaya keputusan otokratis lebih efektif. Dengan kata lain, efektivitas gaya kepemimpinan tertentu tergantung pada situasi di mana ia digunakan. Perilaku Organisasi juga akan mencoba untuk mendeskripsikan situasi yang sesuai dengan masing-masing gaya.

Terimakasih telah membaca Konstruksi studi perilaku organisasi!.

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "Konstruksi studi perilaku organisasi!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel