Lower your expection

akurat.me


Lower your expection


Kalau kebanyakan pengu saha mencari untung, Bob Sadino mengaku lebih suka cari rugi. Lantaran goblok, ia tidak hitung-hitungan atau membebani dirinya dengan bermacam-macam rencana dan rincian. Jadi, kalau cari rugi, terus kalau untung waduh, bahagia ba nget,” demikian papar Bob dalam suatu acara seminar bisnis.

’’Silakan cari kegagal an, cari kendala Anda. Saya mengalami segunung kegagalan, kendala, keringat dingin dan air mata darah. Kegagalan adalah anugerah. Lalu, apa dibalik kegagalan? Sukses adalah titik kecil di atas segunung kegagalan,” terusnya membuat pe serta seminar terpana.

Bob Sadino tak pernah menyesali kegagalan yang pernah dilakukannya. Ia berani mengambil risiko dan menciptakan pasar. Kalau orang memperkecil risiko, ia jadi bebas dong. Risiko bisa jadi apa saja.

Pemikiran nyeleneh seperti ini awalnya sulit diterima ba nyak orang, belum lagi ungkapan goblok yang kerap dilontar kan Bob. Namun pada akhirnya hal tersebut bisa dipahami, se bab banyak benarnya. Sebagai pengusaha sukses, Bob sudah sampai pada tahap financial independent, sehingga ia tak lagi memiliki kekhawatiran terhadap keuangan.

Karena merasa dirinya goblok, Bob tidak berpikir berat berat. Ia memercayai orang lain yang lebih pintar dan belajar dari mereka. Jika gagal, sebagai orang goblok ia tak malu, na mun menganggap dirinya sedang dalam proses menjadi lebih pintar. Akhirnya, dengan terus belajar dari orang pintar, Bob yang goblok tersebut bisa menjadi bos para orang pintar. Kini, Bob memiliki 1.600 karyawan yang dia sebut anak-anaknya.

Sementara, orang pintar menghitung sesuatu dengan rinci hingga usahanya tak juga jalan. Ia membebani dirinya dengan berbagai rencana yang belum tentu berhasil. Orang pintar juga cenderung tidak memercayai orang lain sehingga semua dikerjakannya sendiri.

Berpikir bebas dan tanpa beban merupakan gaya berbisnis Bob Sadino. Ia selalu menyarankan agar setiap orang memiliki tekad dan keinginan kuat menjadi pengusaha sebab keduanya ibarat bensin dan motor. Selain itu, keberanian mengambil pe luang, tahan banting dan bersyukur bisa berbuat untuk orang lain juga menjadi pedoman hidup dan bisnisnya.

Bob Sadino juga mengingatkan bahwa dalam berbisnis, jangan berharap terlalu tinggi. Sebab, semakin tinggi harapan, semakin tinggi tingkat kekecewaan. ’’Lower your expectation. Lepaskan belenggu dalam pikiran Anda sendiri. Ada berjuta peluang di sekeliling Anda,” katanya.

Dalam berbisnis, juga jangan terlalu memikirkan sukses. Kalau terlalu banyak memikirkan sukses, Anda akan bekerja dalam tekanan, tidak rileks sehingga hasil kerja tidak akan ba gus. ’’Santai saja, hilangkan semua beban, ingat sandaran itu tadi, kemauan, komitmen, keberanian mengambil peluang, pantang menyerah dan selalu belajar pada yang lebih pintar serta selalu bersyukur,” ujar Bob mengingatkan.

BERSIKAP KAKU


Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat dan merambah ke agribisnis, khususnya holtikultura. Pria yang gemar berce lana pendek itu mengelola kebun-kebun sayuran untuk kon sumsi orang Jakarta, terutama orang asing. Oleh karena itu, ia menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seorang pebisnis harus berkembang. Rencana-rencananya tidak harus selalu baku dan kaku. Ia harus senantiasa memikirkan pengembangan dari apa yang telah ia lakukan sebelumnya. Bob sering menjelaskan bahwa kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak mikir dalam membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. Padahal yang paling penting itu adalah tindakan.

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ke-goblok-annya langsung terjun ke lapangan tanpa banyak mikir. Setelah ja tuh bangun, Bob lebih trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan orang-orang lain.

Lazimnya, saat terjun ke dunia bisnis, seseorang memulai dari mengumpulkan pengetahuan, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.

Menurut Bob, orang yang memulai dari ilmu umumnya berpikir dan bertindak serba canggih. Sebagian besar arogan karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain. Seba liknya Bob selalu luwes terhadap siapapun, termasuk pelang gan, Ia bersedia mendengarkan saran dan keluhan mereka. Menurut Bob, kepuasan pelang gan merupakan menciptakan kepuasan diri sendiri. Oleh se bab itu, ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

Sebagai pemilik bisnis Anda mungkin perlu menyadari bahwa penting bagi Anda perlunya untuk selalu bersikap flek sibel. Dengan sikap yang fleksibel, karyawan akan lebih mudah menerima pemikiran Anda, dan lebih produktif. Kemampuan pebisnis untuk menjadi fleksibel atau luwes dalam bisnis da pat membantu usaha Anda menjadi lebih sukses. Mengapa?

1. Teamwork

Jika fleksibel pada karyawan mengenai pekerjaan-peker jaan yang mereka lakukan, Anda akan melihat bahwa mereka lebih bersemangat untuk mengerjakannya. Anda akan melihat bahwa para pegawai lebih terbuka akan ide ide dan metode-metode baru yang bisa mereka lakukan. Apabila karyawan tidak stres, mereka lebih siap saat diha dapkan pada sebuah proyek besar. Keuntungannya, Anda akan melihat hasil yang positif.

2. Kepuasan

Ketika Anda bersikap fleksibel dan luwes dalam perusa haan, Anda akan melihat bahwa tingkat kepuasan kerja karyawan berada pada tingkat yang jauh lebih tinggi da ripada sebelumnya. Ketika orang diberikan peluang untuk bekerja di lingkungan yang bebas stres dan lebih santai, mereka akan menghasilkan karya yang memuaskan, bah kan bagi mereka sendiri.

3. Mengurangi Perputaran

Bila Anda memiliki karyawan dengan tingkat kepuasan kerja tinggi, mereka cenderung tingkat turnover (perpu taran) mereka pun meningkat. Ini berarti bisnis Anda akan mendapatkan keuntungan perusahaan yang mirip dengan hasil kerja karyawan selama bertahun-tahun. Selain omzet berkurang, klien Anda juga senang akan stabilitas yang mereka cari dari sebuah perusahaan.

4. Munculnya Bakat Tersembunyi

Ketika Anda bersikap fleksibel dalam menjalankan bisnis, Anda mungkin akan terkejut melihat betapa banyak ba kat tersembunyi yang dimiliki karyawan-karyawan Anda. Posisi, jam kerja, dan pilihan pekerjaan yang fleksibel me mungkinkan Anda menemukan individu-individu berba kat yang sedang dibutuhkan perusahaan Anda.

5. Percepatan Bisnis

Melalui bisnisnya, Bob Sadino membuktikan bahwa usaha yang dijadwalkan secara lebih fleksibel cenderung tum buh pada kecepatan yang lebih tinggi daripada usaha yang dijalankan secara kaku. Hal ini dapat dikaitkan de ngan fakta bahwa orang lebih senang bekerja pada se buah perusahaan yang memberikan mereka kebebasan dalam melakukan pekerjaan.

akurat.me

Belum ada Komentar untuk "Lower your expection"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel