mahasiswa sebagai entitas perubahan

fawaz.id


mahasiswa sebagai entitas perubahan 


Menjadi mahasiswa berarti menjadi seorang pemuda yang tidak biasa. Jika di negeri ini setiap tahunnya ada jutaan anak masuk sekolah dasar, maka hanya ratusan ribu saja yang berkesempatan melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi negeri atau swasta. Tentu menjadi sebuah tanggung jawab besar kita sebagai mahasiswa, saat melihat banyaknya problematika yang dihadapi oleh bangsa ini. Tak perlu disebutkan satu-persatu, cukup kita renungkan apa yang terjadi hari ini. Tidak berhenti sampai disana. Selanjutnya mari kita bertanya pada diri kita tentang apa yang bisa kita berikan untuk bangsa ini.

Jika para pahlawan yang mendahului kita telah berjuang mengorbankan seluruh harta, jiwa, dan raga demi menggapai gerbang kemerdekaan bangsa, maka sudah barang tentu kita memiliki kewajiban untuk melanjutkan cita-cita kemerdekaan tersebut. Merdeka dalam arti yang sebenar-benarnya meredeka : bagi siapa pun, kapan pun, dan dalam kondisi apapun. Sejarah bangsa ini membuktikan bahwa usaha mencapai kemeredekaan senantiasa dimulai dari bersatunya impian besar para pemuda bangsa ini. Sebut saja momen sumpah pemuda dan hari kebangkitan nasional yang didasarkan pada sebuah gerakan pemuda yang ingin mewujudkan masa depan yang cerah bagi bangsanya.

Jiak kita ibaratkan setiap momen perjuangan adalah tongkat yang selalu diestafetkan dari generasi ke generasi, maka siap atau tidak siap, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, saat ini tongkat itu ada di genggaman kita. Ya! Kita telah menggenggamnya! Kita telah menggenggamnya semenjak kita menyatakan diri sebagai mahasiswa-mahasiswa menjadi sebuah entitas yang sangat penting bagi bangsa, bukan sekedar sekumpulan orang yang menuntut ilmu di institute pendidikan tinggi, melainkan lebih dari itu, sebuah entitas yang ditunggu-tunggu kehadirannya di tengah masyarakat, karena mahasiswa telah melalui serangkaian seleksi dan akhirnya ia menjadi sebuah harapan besar yang dengan keberdaannya diharapkan mampun menghatarkan bangsa ini berlari lebih cepat menjutkan estafet tersebut menuju gari finis kemerdekaan yang sesungguhnya.

Mahasiswa hari ini pemimpin muda Indonesia hari yang akan datang


Memimpin sejatinya menjadi tanggung jawab setiap manusia yang dimuali dari memimpin diri sendri, namun  hal ini berbeda dengan mahasiswa yang seharusnya menyadari bahwa kepemimpinanya sedang dinanti oleh segenap bangsa. Ya, sebuah kepemimpinannya pemuda yang memiliki kapasitas intelektual di bidangnya masing-masing. Setiap mahasiswa seharusnya sudah melewati masa-masa mencari jati diri sendiri, karena belasan tahun sudah ia lewati di bangku sekolah. Yang seharusnya dicari saat ini adlaah bagaimana ia mampu mewujudkan jadi diri Indonesia pada segenap bangsanya. Setiap mahasiswa seharusnya juga sudah melewati masa-masa sekedar berjuang mencari dan menggapai cita-cita pribadi karena yang seharusnya ia perjuangkan hari ini adalah mewujudkan cita-cita bangsa dan negaranya.

Lantas bagaiamana?


Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita sebagai seorang mahasiswa mampu mewujudkan itu semua? Izinkan penulis berbagi iede dan pengalaman terkait bagaiaman mahasiswa mampu menginspirasi melalui berbagai prestasi. Mengingat bahwa menginspirasi adalah salah satu bentuk kontribusi yang signifikan bagi sebuah perubahan.

Pertama, semua dimulai dari kekuata fisik yang merupakan pola hidup yang sehat. Pola makan dengan gizi seimbang, minum air putih yang cukup, berolahraga, dan tidak merokok menjadi salah satu indicator seoarang mahasiswa dituntut sehat secara fisik. Bagaimana ia dapat beraktivitas dan berprestasi dengan baik bila fisiknya mudah sakit uang disebabkan oleh ketidakmampuannya menjaga pola hidup yang sehat?

Penulis memiliki beberapa tips yang secara mudah dapat dipraktikan dalam kehidupan mahasiswa di kampus dalam rangka menjalankan pola hidup sehat. Pertama, biasakan meminimalisasi penggunaan kendaraan bermotor slama berada di dalam area kampus selain ramah lingkungan, membiasakan berjalan kaki membuat kita lebih sehat dan dapat bertemu dan menyapa banyak orang di sepanjang jalan, kedua, senantiasa membawa botol air minum, dan jangan lua diisi. Kebiasaan minum air mineral setidaknya dua liter perhari dapat membantu kita memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh, ketiga, rutin berolahraga. Meski penulis bukanlah mahasiswa yang pandai dalam olahraga permainan seperti futsal dan lain sebagainya, namun demikian, meluangkan waktu untuk sekedar berlari di area kampus bisa menjadi solusi untuk membiasakan berolahraga. Tentunya, masih banyak lagi yang dapat kita lakukan dalam rangka menjaga kesehatan agar aktivitas dan prestasi lancar.

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "mahasiswa sebagai entitas perubahan "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel