Memaknai sebuah prestasi

fawaz.id


Mengapa harus berprestasi? Sebuah awalan


Tau gak sih setiap amal tergantung dari niatnya, demikian hadist yang menjelaskannya. Ulama menambahkan bahwa seseorang akan diberikan sesuai dengan apa yang telah diniatkan. Niat baik tentu berbalas pada sesuatu yang baik, pun juga ketika melakukan sesuatu dan kita niatkan ibadah, insyaallah balasannya adalah pahal yang di berikan allah kepada kita. Maka sebelum kita berselancar lebih jauh, menyelami lebih dalam dan terbang lebih tinggi dalam dunia prestasi, marilah kita tata niat kita apa tujuan dan motivasi kita kesana. Apakah prestasi ingin kita raih untuk mendapatkan pujian orang semata? Apakah prestasi ingin kita raih untuk mendapatkan jabatan kerja yang lebih tinggi? Apakah prestasi ingin kita dapatkan untuk bisa menjadi motivasi dan inspirasi banyak orang? Ataukah prestasi itu ingin kita raih untuk dapat mengukur ketercapaian diri? Tentunya kesemuanya itu adalah tergantung dari masing-masiing pribadi yang memilih.

Namun, tentu sebagai bahan renungan. Jika prestasi hanya diniatkan untuk mendapatkan pujian orang, maka berapa kama ia akan bertahan? Mungkin hanya beberapa hari, minggu atau bulan. Mungkin juga hanya dalam satu tahun masa jabatannya. Karena ditahun depan akan ada orang lain yang menggantikan. Jika prestasi hanya kita pakai untuk ada orang lain yang menggantikan, jika prestasi hanya kita pakai untuk ajang menyombongkan diri? Bagaimana kita hanya akan dapat rugi dan percuma karena sebagai manusia biasa tidak ada yang patut disombongkan ketika kita menyadari bahwa semua yang kita dapat berasal darinya. Ingatlah bahwa fir’aun yang gagah, kekayaannya meilimpah ruah bisa hancur karena kesomobongannya. Maka sangat disayangkan jika ajang prestasi hanya digunakan untuk pamer dan menyombongkan diri.

Hemat saya, marilah kita tata niat sebelum melangkah. Apa sebenarnya tujuan kita hidup di dunia? Jika beribadah adalah tujuannya, maka mari kita tetapkan bahwa berkuliah adalah bagian dari ibadah, pun juga berprestasi adalah rangkainnya. Mari kita niatkan bhawa berprestasi adalah alasan untuk bisa memotivasi dan menginspirasi. Dengan demikian setiap orang yang telah tertulari semangatnya untuk ikut berjuang dan berprestasi. Maka ganjaran dan pahalanya tentu kita ikut berjuang dan berprestasi, maka ganjarannya dan pahalanya tentu kita juga akan kebagian. Lalu ketika ada yang menggunakan ajang prestasi ini untuk mengukur kemampuan diri, ini juga alasan yang tidak salah, setiap manusia memang senantiasa berproses dan memperbaiki diri adalah tugas seumur hidup yang tak akan ter henti. Saat suatu ketercapaian sudah kita dapatkan , tentunya kita ingin meningkatkannya dimasa yang akan datang.

Tak cukup hanya niat. Prestasi juha membutuhkan usaha dan kerja keras untuk mewujudkan. Niat yang benar tentuj jarus dibarengi dengan akivitas yang tepat. Inilah syarat diterimanya suatu amalan. Di tengah persaingan yang  ketat kita bersaing secara sehat, mengeluarkan kemampuan terbaik dengan ikhtiar maksimal, menutup kekurangan diri lalu berusaha menampilkan kelebihan yang kita punya. Ya, inilah suatu perlombaan. Perlombaan yang nanti bisa membuahkan prestasi. Perlombaan yang nanti akan menelurkan sebuah pertemanan. Perlombaan yang nanti melharikan sebuah semangat baru untuk berjuang. Perlombaan untuk menjadi yang terbaik dalam kebaikan, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Memaknai sebuah prestasi


Setiap orang tentu berhak mendefinisikan apa itu prestasi dalam kamus besar Bahasa Indonesia didefinisikan bahwa prestasi adalah suatu pencapaian atas hasil usaha. Tentu ini bermakna sangat luas dan setiap pejuang dapat memberikan arti pada tiap usaha yang dilakukan. Sehingga kita tak bisa menyempitkan prestasi hanya sebuah penghargaan atau sertifikat yang diberikan diatas panggung megah sembari banyak orang beridiri dan bertepuk tangan atasnya. Prestasi juga bukan hanya tentang selesainya penelitian kita, kemudian termuat diberbagai jurnal internasional, dicuplik oleh banyak orang yang tidak kita kenal, akhirnya nama kita tercantum dalam berbagai referensi karya ilmiah dan jurnal. Prestasi juga bukan hanya sekedar piala yang berjejer rapi diatas lemari, yang suatu saat ia akan bedebu dan perlahan akan dilupakan oleh waktu.

Prestasi adalah perjuangan. Saat kita menghimpun segala daya upaya untuk menang, saat seseorang memberikan arti lebih pada usahanya untuk menuntut ilmu, saat ikhtiyar maksimal sudah diberikan meski hasil belum sesuai yang diharapkan. Namun tetaplah ia patut mendapatkan prestasi atas apa yang telah ia usahakan.

Prestasi adalah pengabdian. Saat seseorang peduli pada permasalah disekitarnya, peka dengan kealpaan kesejahteraan atas rakyat Indonesia, memulai mengabdi dan memberi arti sesuai kadar kemampuan kita, mendidik anak-anak yang kurang pendidikan, menggerakan ekonomi pedesaan yang stagnan, menghijaukan lahan-lahan yang muali gersang. Ia telah berprestasi dimata masyarakat yang merasakan kehadirannya.

Prestasi adalah semangat pantang menyerah. Saat kedua kaki mulai lelah atas banyaknya amanah, saat punggung mulai berat atas beban tugas kuliah dan organisasinya, saat kesenangan dunia dan hedonism mulai merayu untuk meninggalkan jejak perjuangan yang belumlah usai, lalu mereka tetap bertahan dengan segenap usaha dan doa. Prestasi mereka untuk tetap berjuang adalah suatu kebanggaan.

Prestasi adalah arti menginspirasi dan memotivasi. Saat seseorang bisa menjadi inspirasi bagi kawannya untuk berjuang, saat seseorang menjadi contoh bagi temannya untuk berbuat kebaikan, ssaat langkahnya memotivasi dan membuat orang lain tergerak untuk melakukan. Saat itulah anda telah berprestasi.

Prestasi adlah pembawa perubahan. Saat kita menyadari bahwa negeri ini sedang sakit. Negaranya yang kayanya merdeka ini sedang sakit, negara yang katanya merdeka ini sedang banyak dilanda masalah rumit, saat banyak mahasiswa lain mulai lupa bahwa mereka adalah agen perubahan sebenarnya, lalu kita berdiri tegap didepan, menyadarkan teman dan kawan, menagawali revolusi dan perubahan untuk negeri ini. Disanalah ada makna prestasi.

Indonesia kini.


Untukmu teman mahasiswa, tidakkah kita sedih melihat negara ini yang sednag dilanda krisis multidimensi. Pendidikan dengan segenap masalahnya, ekonomi dengan problem hutangnya, birokrasi dengan budaya korupsinya yang merajalela, pemimpin yang lupa dengan janji-janjinya, kesehatan yang justru menyakitkan, kriminalitas yang belum menemukan solusi, pemuda yang di asyikkan dengan pacaran dan tawuran hingga banyak permasalahan lain yang tidak bisa dituliskan disini. Permasalahan ini ibarat penyakit kronis yang sudah menyebar kemana-mana dan hingga saat ini belum ditemukan obatnya.

Padahal seharusnya kita patut optimis bahwa kedepan Indonesia bisa sejahtera, Indonesia adalah karunia dari tuhan yang tiada hingga. Kekayaan alamnya melimpah ruah, hutan hijau dengan produksi kayunya, hasil laut dengan beragam jenis ikannya, emas hingga batu bara keindahan alam yang mempesona, keragaman suku dan Bahasa yang indah. Semuanya hanya ada di Indonesia, negeri yang kita cinta.

Namun sayang. Fakta mengatakan berbeda. Tanahnya yang subur tak mampu mengatasi kelaparan yang masih sering terjadi kekayaan lautnya yang melimpah tak mampu memberikan kecukupan asupan gizi, minyaknya yang banyak juga tak mampu memberikan arti pada ketersediaan bahan bakar yang cukup dan murah. Indonesia tanah airku, tanah yang aku sewa dari orang lain, air yang aku beli dari pihak lain. Indonesia merdeka, merdeka secara fisik, namun terjajah secara ekonomi dan politik.

Anda adalah jawaban atas masalah di Indonesia


Indonesia tentu perlu berubah dan berbenah. Jawabannya ada pada anda mahasiswa, sang agen perubahan. Kemana arah perubahan ini akan digerakkan, andalah yang menentukan. Amanah rakyat akan dipikulkan pada anda beberapa tahun kedepan, saat anda tampil menjadi pemimpin ditengah-tenagh masyarakat. Inilah alasan mengapa anda harus berprestasi. Prestasi yang membanggakan untuk negeri. Prestasi dengan memberikan kebermanfaatan dan mengawal perubahan. Prestasi atas usaha anda memajukan negeri dan memberikan solusi pasti. Prestasi yang bukan hanya untuk diri sendiri namun bisa memberi solusi pasti. Prestasi yang bukan hanya untuk diri sendiri namun bisa memberi arti bagi negeri yang tengah sakit ini.

Lebih jauh lagi, janganlah kita hanya berharap prestasi di mata manusia, Karen aitu pasti hanya sementara. Berprestasi lah di hadapan tuhan mu, tuhan yang maha esa, tuhan juga sudah memberitakan, bahwa sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sebayanya. Inilah prestasi dihadapan allah maka sudah tidak zaman seorang mahasisawa berprestasi apatis pada lingkungan sekitarnya, selamat datang, mahasiswa berprestasi ! Indonesia menunggu anda menjadi pemimpin.

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "Memaknai sebuah prestasi"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel