Memelihara Ketertarikan

akurat.me

Memelihara Ketertarikan

Emosi adalah elemen penting untuk belajar. Meski manusia dewasa harus dapat mengendalikan emosi, manusia tetap memerlukan emosi untuk mendorong sema­ngat kerjanya. Emosi adalah elemen penting yang membuat Anda ingin mendalami sesuatu. Tengoklah para musisi hebat, atlet-atlet kelas dunia, atau para pemimpin terkenal. Mereka melakukan sesuatu digerakkan oleh emosi-emosi positif. Emosi itu berarti semangat, ambisi, keinginan kuat, dan napas membara untuk melakukan sesuatu yang besar, agung, dan menciptakan kekaguman.

Itulah sebabnya manusia perlu menekuni hobinya. Apa pun itu tidaklah begitu penting. Yang penting Anda memelihara ketertarikan. Manusia secara otomatis akan berdisiplin diri karena ketertarikan.

Manusia berdisiplin yang menjadi driver adalah manusia dengan ketertarikan pada bidang tertentu. Manusia-manusia se­perti ini bergerak ke depan ( moving forward ) dan optimistis.

Ada banyak cara untuk memupuk ketertarikan sehingga Anda akan perform dan ingin terus berkarya. Berlatih, be­kerjalah dengan sasaran yang jelas, pelajari aturan-aturannya, buang perilaku-perilaku buruk. Jadilah manusia bertanggung jawab, bekerjalah dengan deadline , jadikan disiplin sebagai gaya hidup, dan tetapkan 3D. Do it, delegate it, or dump it adalah hal-hal yang dapat disarankan.

Berlatihlah

Banyak latihan yang bisa Anda bangun untuk mendapatkan self discipline . Berikut ini adalah hal-hal yang bisa Anda kembang­kan untuk menjadi seorang driver.

Tetapkan Sasaran

Hidup Anda akan menjadi lebih bermakna kalau Anda mene­tapkan sasaran-sasaran yang dapat dicapai setiap periode ter­tentu. Tetapkanlah goal yang spesifik dan dapat Anda jangkau. Agar Anda bergerak terus ke sana, buatlah goal itu semenarik mungkin, sehingga Anda terinspirasi untuk mencapainya.

Pelajari Aturan-Aturannya

Setiap kali berhubungan dengan orang lain, maka Anda akan berhadapan dengan aturan-aturan, baik yang tertulis maupun tidak. Pelajarilah aturan-aturan itu dan bayarlah biayanya de­ngan pengorbanan-pengorbanan yang harus diberikan. Jangan paksakan aturan menurut kehendak diri, dan jangan tawar dengan standar atau pengorbanan yang rendah. Kalau Anda ka­lah, berlatihlah, perbaiki diri terus-menerus dengan penuh disiplin. Janganlah percaya pada segala cara yang tidak etis, ja­lan pintas, atau mencari pembenarannya. Patuhi peraturannya dan ulangi dengan lebih elegan. Buang Perilaku Buruk Setiap orang punya kebiasaan-kebiasaan buruk yang berasal dari keinginan mendapatkan kenikmatan dan menghindari berbagai ketidaknyamanan. Orang-orang yang ingin mendapatkan disiplin diri harus bisa mendeteksi kebiasaan-kebiasaan buruk mereka, lalu perlahan-lahan membuangnya dengan mengubah sikap.

Jika Anda terbiasa datang terlambat, ubahlah cara pandang Anda tentang waktu. Dengan mengubah cara pandang itu, Anda akan lebih menghargai waktu. Kalau Anda ingin mampu berbahasa asing, perbaikilah sikap Anda terhadap bangsa pemilik bahasa yang Anda pelajari. Dengan sikap positif, ikatan Anda terhadap perilaku buruk akan melemah dan lambat laun perilaku buruk itu akan hilang.

Jadilah Manusia Bertanggung Jawab

Disiplin adalah cerminan perilaku manusia bertanggung jawab. Orang ini akan menjalankan segala amanah dengan penuh tanggung jawab dan tampak dari disiplinnya ter­hadap waktu dan komitmennya. Oleh karena itu, manusia yang memiliki disiplin diri akan mendapatkan kepercayaan yang besar dan akan bertumbuh kemampuan-kemampuan personalnya. Keterampilan,  nama baik, dan pengetahuan adalah harta tak kelihatan ( intangible) yang memiliki sifat-sifat:

  • Tidak dapat diperoleh dalam sekejap 
  • Melekat pada diri manusia 
  • Tidak dapat dibeli/direplikasi 
  • Namun sekali diperoleh akan mudah diperluas 

Sama seperti seorang driver yang berdisiplin dan ber­tanggung jawab, ia akan mendapatkan kepercayaan-kepercayaan lainnya sehingga memudahkan pekerjaan dan pencapaian kemajuan. Semua itu berasal dari sikap sese­orang yang berani bertanggung jawab.

Manajemen “ Deadline ”

Disiplin juga tampak dari manajemen waktu yang dijalan­kan oleh seseorang.  Sebaliknya, banyak orang bekerja dengan sangat naif, seakan-akan kualitas atau pekerjaan itu lebih utama dari batas waktu. Namun begitu waktunya berakhir, ia belum juga bisa menyelesaikan dan ia berpikir waktu bisa dikompromikan. Pada kenyataannya, banyak hal bagus di dunia ini menjadi kehilangan makna karena tenggat waktu yang diberikan telah berlalu.

Jadikanlah Gaya Hidup

Jadikanlah disiplin sebagai gaya hidup dan jangan biarkan hidup dalam kebiasaan-kebiasaan, seperti:
  • Membuat alasan ( making excuse ). Ingatlah “alasan” yang Anda buat hanya penting untuk Anda, bukan untuk orang yang mendengarkan Anda.
  • Menunda-nunda pekerjaan. Kerjakanlah sesuatu sese­gera mungkin. Jangan membiasakan diri baru bekerja menjelang batas waktu berakhir. Jika Anda baru mulai mengerjakan sesuatu menjelang waktu Anda berakhir, maka bila Anda menghadapi persoalan mendesak, Anda akan kehilangan kesempatan. Ingatlah, penerjun payung profesional sekalipun tidak akan terjun tanpa payung cadangan. 
  • Bekerja tanpa prioritas. Dalam setiap aktivitas, Anda akan selalu menemukan pekerjaan-pekerjaan yang harus didahulukan dan dapat disingkirkan. Dahulu­kan­lah pekerjaan-pekerjaan yang berdampak besar dan membutuhkan pengorbanan yang besar, yang bila Anda abaikan, masa depan Anda dapat terancam. 
  • Manajemen 3D: Do it, Delegate it, or Dump it!
Jika Anda mampu melakukannya, segeralah kerjakan ( do it) . Bila tidak bisa dan ada orang lain yang mampu me­nger­ja­kan­nya, alihkan/delegasikanlah pekerjaan itu kepada orang lain ( delegate it) . Namun, bila Anda tak mungkin m­elakukan kedua hal itu, jangan ambil risiko untuk mene­rima pekerjaan itu. Tolaklah (dump it! ).

Banyak orang membiarkan hal-hal yang tak dapat dikerjakan berada dalam genggaman tangannya. Biasanya hal ini ditunda untuk dikerjakan sampai waktu yang tersedia habis dan ia tinggal dalam ketegangan-ketegangan diri, tidak dapat menjalankan misi yang dibebankan kepadanya. Seseorang dapat menyerahkan pekerjaannya pada orang yang lebih ahli dan mempunyai waktu yang cukup (dan mau melakukannya), atau menolaknya dengan jujur dan terbuka.

Seorang driver adalah manusia yang berdisiplin, dan manusia yang memiliki self discipline tidak melulu harus diperintah orang lain untuk melakukan inisiatif-inisiatif positif.

akurat.me

Belum ada Komentar untuk "Memelihara Ketertarikan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel