Menulilah maka bisa kemana saja!

akurat.me

Menulilah maka bisa kemana saja!


pengumpulan. Selanjutnya, aku tak pernah menantikan kapan pengumuman finalisnya, karena bagiku tidaklah terlalu penting. Yang jelas ilmu yang aku pelajari dari kakak kelas, mu a bagaimana membuat tul san yang bagus hingga mencari referensi dan jurnal yang valid sudah menjadi hal yang terlalu penting yang aku bis dapatkan. Toh, sebagai mahasiswa yang ospek saja belum dinyatakan lulus, tentu kecil kemungkinan akan lolos dalam even nasional tersebut.

Kejutan pun datang ketika secara tak sengaja aku melihat hasil pengumuman dan karya kami ada dalam salah satu deretan fnalis. Kam mendapat datarg ke Kampus Universitas Diponegoro,Semarang dan coba megusahakan dana dari fakultas ibantu kakak kelas dari Forisma untuk mernbuat dan mengurus proposel yang seperi hiasa ribetnya, akhirnya dana pun turun juga. Berangkat diantar ibu dan bibi saat itu di Stasiun Pasar Turi Surabaya. Maklum, saat itu Semarang menjad: kota terjauh yang pernah au kunjungi dalam even ilmiah ini. Dan Alhamdulillah Juara 3, sebuah predika: yang bagi sebagian orang tidak cukup memuaskan. Karena setiap peserta lomba pasti menginginkan untuk dapat mencapai punca teringgi, uara 1 selalu dicari. Namun, sebagai event pertama yang dikuti dengan stetus mahasiswa semester1. Tentunya ini merjad sebuah motivasi dan mampu membangkitkon rasa percays diri.

Dari sana minatku pada dunia menulis terutama dalam bidang ilmiah mulai tumbuh. Meski sebenernya keinginan untuk menulis sudah tumbuh sejak SMA. Saat SMA dulu aku beberapa kali mengikuti Lomba Karya Imiah (LKT) meskipun akhirnya belum pernah mendapatkan juara. Selanjutnya, even kedua yang aku ikuti adalah Hasanuddin Scientif.c Fair yang dihelat di FK Universitas Hasanudin, Makassar, Salah satu even bergengsi bagi mahasiswa kedokteran yang juga digelar setiap tahunnya. Kali ini aku mencoba mengikuti bidang baru yang belum pernah aku ikuti sebelumnya yakni lomba essai ilmiah. Ide sudah ada di kepala, tapi bagaimana mernuliskannya daiam sebuah bentuk essai masih bingung saa itu Maka mulailan aku neminta beberapa contoh essai ari kakak kelas yang perrah menjuarai lomba ini. Gathering essai dari kakak kelas, aku sms satu persatu dan meminta flenya untuk dikirim via email Selanjutnya mempelajai satu persatu bahasa yang dig unakan, hingga alur berpikir yang disampaikan. Mulai dari pendahuluan, uraian masalah hingga solusi yang ditawarkan dengan beherapa penekanan untuk menegaskan ide pokok yang sedang dibahas. Essai pun segera dibuat dan dikirim ke panitià. Setelahnya aku tidak lagi pernah memikirkan has inya, karena pengalaman yang kudapatkan bagiku sudah cukup berharga.

Barangkali Allah sedang menunjukkan jalan ini bagi ku hingga hal yang sama juga terjadi sat pertama kali mengikutkan tulisanku dalam bentuk essai ilmiah. Pada saat itu essai imiah karya ku dinobatkan sebagai Juara 3 Tingkat Nasional dalam lomba yang dihelat FK Universitas Hasanudin Makassar. Rasa percaya diripun mulai bangkit bali, sembari merenung ternyala arak petani pun juga bisa beprestasil. Bahkan di kancah nasional bersaing dengan mahasiswa- mahasiswa fakultas kedokteran dari selunuh Indonesla. Yang saat swal masuk kuliah keokteran hanya kagum melihat teman-temannya yang pintar, anak orang kaya dan pejabat dengan fasilitas mewah ano dipegangnya. Duh, asanya tak ada kesempatar─▒ bagi diri ini untuk b unggul. Namun, sekali lagi prestasi adalah sebuah perjuangan, ia tida dapat diwaikan ataupur didapatkan cuma-cuma dari orangtua Sehingga, setiap orang punya kesempatan untuk mendapatkannya Termasuk ANDA!

Melalui even karya tulis ilmiah dan berhaga betuknya aku pun bisa menjangkau tempat yang belum pernah ku datangi sebelumnya Berpikir kesana pun tidak, darimana dapat uang kesana. Transportasi sebesar 3 Juta untuk ke Medan tentu berat bagiku dengan ekonomi pas pasan. Alhamdulillah dengan bantuan dana fakultas saya bertandang kesana. Juga ke Lampung, Banjamasin, Mataram dan beberapa kota di pulau jawa seperti Jakarta dan Yogyakarta, Samua dalam rangka mengikuti kegiatan ilmiah di sana mewakili kampus Alhamdulillah beberapa diantaranya aku bisa pulang membawa piala Bahkan dalam satu minggu aku pernah memboyong empat piala dalam tiga event yang berbeda. Ini menurutku yang paling berkesan dan membanggakan selama bertahun tahun pendelegasian. Semua aku lakukan dengan berpintar-pintar menghemat biaya dan anggaran Beberapa kali iku event pelatihan.

akurat.me

Belum ada Komentar untuk "Menulilah maka bisa kemana saja!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel