menulis kita bisa kemana saja

akurat.me

menulis kita bisa kemana saja 


KITA MEMANG TDAK BISA MENGENDALIKAN ARAH ANGIN, tapi kita bisa mengendalikan layar sehingga kemanapun angin berhembus kapal kita bisa berlabuh di tempat tujuan. Begitu pula dengan kehidupan Takdir tak pernah memberikan kita pilihan. Dilahirkan dimana kita, oleh siapa dan dengan kordisi keluarga yang bagaimana. Semua adalah keputusan dari Allah saja. Ucapkan juga selamat datang pada era kapitalisme. Kondisi yang menstandarkan kesuksesan hanya pada uang. Era dimana semua-semua diperhalus dan diperlancar dengan kapital Yang telah membuat berbagai macam harga kebutuhan mahal, biaya kesehatan dan biaya pendidikan yang tak terjangkau akal. Hingga keluarlah logika picik orang miskin dilarang sakit. Yang tak punya harta cukuplah berpendidikan rendah saja. Fakultas kedokteran? Bisa lulus saja sudah untung luar biasa bagi saya yang terlahir dari keluarga biasa biasa saja. Prestasi? Terasa jauhlah dari pikiran saya.

Namun, pernahkan kawan-kawan mengira bahwa sebagai seorang anak petani bisa pergi ke berbagai kota di Indonesia? Melintasi untaian pulau indah di sepanjang khatulistiwa, menyebrangi laut yang biru refleksikan surga Indonesia, menikmati indahnya semesta ciptaan sang pencipta. Alhamdulilah, atas usaha dan pertolongan Allah Ta'ala saya pernah mengalaminya. Singgah di berbagai kota di Indonesia. mengikuti berbagai forum antar mahasiswa, bertemu dengan berbagai orang hebat di bidangnya serta mengikuti bermacam pelatihan untuk asah skill kepemimpinan dan manajemen mahasiswa. Hakikatnya semua yang ada bukanlah sekedar untuk kepuasan intelektual semata. Tapi bergumam dalam forum dan pelatihan dengan lingkup dan skala peserta yang lebih tua akan memberikan kita pengalaman yang bisa kita dapatkan ketika hanya berdiam diri pada teritori atau kampus kita saja. Tidak merasa besar dalam kolam yang kecil, ikut dalam forum regional dan nasional, akan membuka mata kita bahwa ilmu kita masih sangat lah sedikit, karena disanalah akan kita temui banyak orang hebat dari berbagai daerah dengan kelebihan dan keahliannya masing-masing.

Orang memanggilku Hakim, mesti namaku Hakim aku tak peinah bercita-cita masuk di fakultas hukum. Cita-citaku menjadi seorang dokter yang bijaksana. Ya, karena Hakim berarti bijaksana. Ketika dinyatakan lolos fakultas kedokteran, cita citaku sederhana saja, bisa segera lulus dan bekerja. Tak ada pikiran bagiku untuk melakukan kegiatan lain kecuali belajar dan berdakwah. Terlebih harrang tua sangat besar pada jurusan yang sedang akuperjuangkan ini. Anak petani jadi dokter, memang jadi hai jarang di jaman pendidikan mahal saat ini.

Semua berubah, berawal ketika aku mengikuti suatu workshop yang diselenggarakan oleh Forisma, sebuah forum ilmiah yang ada di lingkungan mahasiswa fakuitas kedokteran. Selesai forum tersebut, secara tidak sengaja ada diskusi ringan dengan seorang kakak kelas yang sudah masuk tahun ketiga kuliah. Mas lyus namanya. Kita berbincang panjang lebar tentang kehidupan kampus, dan beliau bercerita tentang manfaatnya ketika kita bergabung dengan forum ilmiah dan belajar menulis dalam bentuk apapur. Karyà tulis, essai imiah hingga artikel popular

"intinya adalah kalau kalian ikut lomba ilmiah dan lolos final, nanti kalian pasti aka diundang disana. Dan disitu kalian bisa sekalian jalan-jalan. Asik kan? Mas lyus menjelaskn

"ini sekarang lagi ada lomba di Undip Semarang tentang gizi coba kalian yang masih baru bisa ikutan. ltung-itung cari pengalaman tambahnya. Akupun secara tidak sengaja menimpali. 'Mas sebenernya aku pernah baca, kalau Buah, Mangrove yarg banyak di pantal-pantai dan sokarang masih sedikit dimanfaatkan itu ternyata punya kendungan gizi yang aikup banyak, Semisal Buah Mangrove ini dilombakan gimana ya mas?" tanyaku dengan nada bicara bingung ala maba.

ada tanda Ternyata Mas lyus pun menanggapinya positif dan mulailah diskusi intensif diantara kami. Diawali dengan pembagian tugas b untuk memperkust referensi dan juga mencari satu partner maba lair sebagai anggota tm. Karya pun segera dibuat dengn bimbingan beliau. Maklum masih maba, jadi masih banyak salah disana-sini Editing yang ciamk dari kakak kelas yang sau ini membuat ide yang awalnya sederhana menjadi luar biasa (bagi maba ukuran sepertiku).

Akhimya pada detik terakhir deadine pun, karya kami selesai dan dikumpulkan sebe'um batas akhir

akurat.me

Belum ada Komentar untuk "menulis kita bisa kemana saja "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel