Orientasi pasar dalam binis perbankan!

fawaz.id

Orientasi pasar dalam binis perbankan! 


Paket 27 Oktober 1988 atau yang lebih populer dikenal Pakto 1988, merupakan awal penting dalam sejarah perkembangan industri per­ bankan di Indonesia. Perbankan mengalami perkembangan yang sa­ ngat signifikan. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan jumlah lembaga perbankan yang meningkat relatif tajam (81,8 persen), dari 132 bank sebelum Pakto, meningkat menjadi 240 bank setelah Pakto. Akibatnya persaingan antarbank untuk mendapatkan nasabah potensial menjadi tidak terelakkan.

Setelah krisis moneter global yang juga berdampak pada kinerja perbankan di Indonesia, Bank Indonesia menetapkan kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM) primer sebesar 8 persen, akibatnya bank­bank berusaha memperkuat modal dengan cara melakukan merger atau akui­ sisi. Hal ini berdampak pada perkembangan jumlah bank. Berdasarkan Data Statistik Perbankan Indonesia pada November 2011 terdapat 120 jumlah bank umum dengan jumlah kantor cabang 25.646 kantor ca­ bang, pada 2016 menurun menjadi 11 bank dengan jumlah kantor ca­ bang yang lebih banyak, yakni 32.949. Jumlah Bank dan kantor cabang yang masih terhitung banyak ini tidak menyurutkan persaingan untuk mendapatkan nasabah yang potensial.

Pengelola bank menyadari pentingnya menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan usahanya dengan berorientasi kepada nasabah. Kebutuh­ an dan harapan nasabah menjadi fokus manajemen perbankan. Keya­ kinan lama bahwa nasabah akan datang ke bank, nasabah puas dengan apa yang diberikan oleh lembaga perbankan dan hanya dengan promosi yang gencar, nasabah pasti akan datang ke bank mulai ditinggalkan. Filosofi bisnis yang didasarkan pada konsep selling (penjualan), mulai dipandang tidak cocok dengan tuntutan perkembangan yang ada di in­ dustri ini. Beberapa produk dan jasa yang diciptakan, baik itu produk tabungan, kredit, maupun jasa lain yang ditawarkan ke pasar ternyata kurang mampu bersaing, bahkan sebagian mengalami kegagalan. Ber­ dasarkan fakta inilah pengelola Bank, khususnya pemasar perbankan mulai menyadari pentingnya mengubah pendekatan dalam bisnis. Pe­ ngelola bank mulai mencoba pendekatan yang diterapkan oleh Bank­ Bank besar di negara maju yang cenderung berorientasi pada pasar atau menggunakan konsep pemasaran (marketing concept) dalam pengelo­ laan bisnisnya.

Maka dari itu Orientasi pasar dalam binis perbankan! Konsep pemasaran di Amerika mulai berkembang sejak 1950, dan kemudian berkembang hingga sekarang dipandang tepat dijadikan pendekatan dalam bisnis perbankan. Konsep pemasaran menurut Ame­ rican Marketing Association didefinisikan sebagai proses perencanaan dan eksekusi dari konsep penetapan harga, promosi dan distribusi ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tu­ juan individu dan organisasi (Keefe, 2004). Konsep pemasaran ini dalam praktik bisnis tecermin dari praktik manajemen yang diterapkan bank.

Manajemen pemasaran sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan harus dikelola dengan baik untuk mendukung kinerja bisnis. Aktivitas apa yang dilakukan dalam manajemen pemasaran? Kotler menyatakan bahwa manajemen pemasaran sebagai “suatu proses sosial dan mana­ jerial dalam mana individu dan kelompok memperoleh apa yang me­ reka butuhkan melalui penciptaan atau pertukaran produk dan nilai dengan pihak lain” (Kotler, 2015). Merujuk pada pendapat ini berarti bahwa dalam mengelola pemasaran, Bank harus berupaya menciptakan produk dan jasa yang bernilai sehingga nasabah, baik perorangan mau­ pun organisasi tertarik dan bersedia membayar atas produk dan jasa tersebut.

Jenis Bank yang berbeda menurut kegiatannya, yakni ada Bank yang melakukan pelayanan skala besar (corporate banking), pelayan­ an berskala kecil (retail bank), dan pelayanan kedua (retail corporate bank) tentu memerlukan cara yang berbeda dalam memahami dan me­ nyusun strategi pelayanan yang tepat bagi nasabahnya.

Penerapan konsep pemasaran memerlukan sistem yang memung­ kinkan segenap karyawan untuk berorientasi kepada nasabah, sadar pada perubahan lingkungan dan proses bisnis, menyadari strategi pe­ saing, dan berkreasi untuk memuaskan nasabah. Usaha untuk menuju pada kondisi sepertitersebut diatas menuntut perbankan mengembang­ kan budaya perusahaan yang berorientasi pasar. Mengapa? Bagaimana Bank seharusnya mengembangkan budaya orientasi pasar? Strategi apakah yang diterapkan dalam manajemen agar budaya orientasi pasar ini berlangsung di lembaga perbankan? Pertanyaan­pertanyaan terse­ but akan terjawab dalam fawaz.id ini.

Terimakasi telah membaca Orientasi pasar dalam binis perbankan!.

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "Orientasi pasar dalam binis perbankan!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel