Penting memahami Nasabah!

fawaz.id


Penting memahami Nasabah!


Perkembangan sosial budaya, khususnya gaya hidup, berpengaruh terhadap perilaku nasabah. Terjadinya mobilitas sosial dari kelas bawah meningkat ke kelas atas berdampak pada kebutuhan yang meningkat pada produk­produk kredit konsumsi dan pelayanan yang lebih baik. Terjadinya pergeseran nilai­nilai budaya, seperti semakin pentingnya nilai waktu, kemudahan, dan kecepatan menyebabkan nasabah memilih Bank yang mampu memberikan pelayanan yang cepat dan praktis. De­ mikian juga perubahan gaya hidup seperti kian banyaknya nasabah di kalangan usia muda yang memanfaatkan waktu luang di mal dan di kafe menyebabkan Bank mengubah strategi promosinya untuk melakukan penjualan personal dan pameran ditempat­tempat tersebut.

Penting memahami Nasabah! - Perilaku dan dinamika perilaku nasabah sangat penting untuk dipa­ hami pengelola Bank agar dapat menyusun strategi yang tepat, sehingga dapat memuaskan nasabahnya. Pemahaman pengelola Bank terhadap kebutuhan dan keinginan nasabah ini dapat dilakukan melalui riset pemasaran mengenai perilaku nasabah. Penciptaan produk yang ber­ nilai unggul seperti tabungan maupun kredit dapat dilakukan dengan tepat jika Bank mampu memahami benar kebutuhan dan harapan na­ sabahnya. Promosi dapat dilakukan dengan efektif pada pasar sasaran, jika Bank mampu memahami perilaku dan proses pencarian informasi yang dilakukan nasabah sebelum mengambil keputusan. Perilaku dalam mencari informasi dan memilih media merupakan hal yang sangat pen­ ting dipahami pengelola Bank agar dapat memilih media promosi yang efektif dan menyusun pesan promosi yang tepat dan efisien. Demikian juga dengan aspek bauran pemasaran yang lainnya.

Pemahaman pemasar perbankan terhadap kebutuhan dan keingin­ an nasabah pada masa mendatang seharusnya dilakukan oleh pemasar perbankan. Jika pengelola perbankan mampu memprediksi secara te­ pat kebutuhan dan keinginan nasabah yang akan datang, maka Bank dapat mengembangkan produk­produk dan strategi pelayanan yang inovatif. Bank yang mampu memprediksikan kebutuhan dan keingin­ an nasabah lebih cepat, akan lebih cepat menangkap peluang, sehingga menjadi first mover di pasar. Keberhasilan Citibank dalam menawar­ kan produk kartu kredit pertama di Indonesia, menjadikan nama Ci­ tibank selalu diasosiasikan dengan kartu kredit oleh nasabah. Ide Bank BCA yang menyediakan ATM di banyak tempat ketika Bank­Bank lain belum melakukan merupakan respons atas prediksinya bahwa faktor kemudahan dan efisiensi akses sangat penting bagi nasabah yang pada masa mendatang semakin menghargai waktu dan kemudahan.

Orientasi pasar sebagai bisnis perbankan!


Orientasi pasar sebenarnya bukan konsep yang baru, karena mulai banyak diterapkan sejak konsep pemasaran diyakini mampu menjadi­ kan perusahaan memiliki kinerja bisnis unggul. Di Amerika Serikat kon­ sep pemasaran sudah diperkenalkan sejak 1950, namun di Indonesia konsep ini baru dikenal pada tahun 1980­an, dan banyak diimplemen­ tasikan pada 1990 di perusahaan.

Konsep pemasaran sebaiknya dipahami dalam konteks yang lebih luas dalam bisnis, yakni sebagai filosofi bisnis yang menjadi roh dalam aktivitas manajemen. Jika konsep pemasaran dipandang sebagai filosofi dalam bisnis, maka nilai­nilai berorientasi pada nasabah, pesaing dan lingkungan serta bagaimana menjadikan hasil pengamatan lingkung­ an sebagai masukan penting dalam perumusan strategi pemasaran akan mendasari pendekatan bisnis yang dilakukan. Namun jika konsep pemasaran hanya dilihat dari perspektif yang sempit, maka pemasar­ an hanya dimaknai sebagai penjualan. Akibatnya transaksi penjualan dipandang sebagai tujuan akhir. Hal ini tentu akan menjadi problem karena jasa perbankan bukanlah aktivitas yang sekali selesai, tetapi merupakan aktivitas berulang yang akan dilakukan oleh nasabah secara terus­menerus.

Penting memahami Nasabah! - Menjadikan orientasi pasar sebagai budaya di perbankan, meru­ pakan langkah strategis dalam mendukung terwujudnya konsep pema­ saran. Adanya budaya berorientasi pasar akan mendorong perilaku ker­ ja karyawan berfokus pada kepuasan nasabah. Bank yang berorientasi pasar akan berbeda dengan Bank yang kurang berorientasi pasar. Bank yang berorientasi pasar dalam menjalankan bisnisnya akan berupaya mendengarkan suara nasabah, proaktif mencari dan mengumpulkan informasi secara terus­menerus mengenai kebutuhan nasabah, strategi pesaing, dan perubahan lingkungan ekster­nal. Lebih dari itu, Bank­ bank yang berorientasi pasar akan menggunakan informasi yang telah dikumpulkan tersebut guna menciptakan nilai bagi nasabahnya. Peru­ sahaan yang berorientasi pasar akan dapat mengantisipasi dan respon­ sif terhadap apa yang dibutuhkan nasabahnya saat ini dan pada masa mendatang.

Pengembangan budaya orientasi pasar sejalan dengan pilar 6 dalam Arsitektur Perbankan Indonesia, yakni perlindungan terhadap nasabah. Bank sebagai perusahaan yang menawarkan jasa keuangan, akan diper­caya oleh nasabah, jika layanannya bermutu sesuai dengan harapan na­ sabah, memberikan rasa aman, bunga yang pantas, dan lain­lain. Ini dapat mudah diwujudkan jika filosofi orientasi pasar dijadikan arahan dalam manajemen bisnis.

Menjadikan orientasi pasar sebagai budaya di institusi perbankan dapat dilakukan dengan mengembangkan budaya yang berfokus kepada nasabah. Ini artinya bahwa nilai tentang manfaat yang dicari oleh na­ sabah dijunjung tinggi oleh Bank. Bank dapat mengintegrasikan upa­ ya ini melekat pada sistem yang digunakan dalam bisnis. Contoh jika Bank menempatkan orientasi pasar sebagai budaya perusahaan, maka penilaian kinerja karyawan akan diukur dari aspek kompetensi yang mencerminkan perilaku berorientasi kepada pasar.

Terimaksih telah membaca Penting memahami Nasabah!

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "Penting memahami Nasabah!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel