Rainbow after the rain

akurat.me


Rainbow after the rain


Beberapa hari ini, hujan tidak berhenti. Langit mendung dan udara menjadi dingin sekali. Matahari muncul sebentar, lalu hujan lagi. Saya mendengar beberapa orang mulai mengeluh karena tidak bisa leluasa keluar rumah dan beraktivitas. Sebagian orang juga mulai mengeluh karena tanamannya rusak dan cuciannya tidak kering.

Hidup adalah pilihan. Semua ada di pikiran kita. Jika kita berpikir hujan adalah kesedihan dan kesusahan, maka jadilah demikian. Saya juga mempunyai pilihan saat hujan. Duduk manis dengan segelas smoothies berwarna cerah sambil berkata, ”There will be rainbow after the rain.”

Habis hujan akan tampak pelangi seperti sebuah harapan yang penuh warna tersenyum dan syukurilah karena alam semesta tahu kapan dia harus memberi panas dan kapan menyiramnya dengan air. sungguh dia maha tahu di bali kesusahaan sudah menanti sebuah kemudahan dan kebahagian.

First love
Everyone can see.
There’s a change in me.

Syair lagu First Love yang hit di tahun 80-an ini mengingatkan saya pada masa saya jatuh cinta pertama kali. Namanya Kit, dia bisa membuat saya tersenyum sendirian sepanjang hari. Dia bisa membuat badan saya terasa dialiri energi yang sangat dahsyat. Dia membuat saya kagum dan membuat pikiran saya dipenuhi rasa rindu selalu ingin dekat dengannya. Haha, lucu sekali ya!

Setelah 30 tahun berlalu saya menyadari bahwa saya merasakan sensasi frst love ini lagi, ya sensasi yang sama tapi kali ini terjadi pada diri saya sendiri yes i finally how to be in love with myself. dengan pola hidup sehat dan hipnoterpi ini saya menemukan cara untuk jatuh cinta pada diri saya sendiri.

Sekarang saya paham, mengapa sulit membuat kita mempertahankan cinta pertama. Saya rasa karena dulu kita tidak diajari untuk mencintai diri sendiri dulu sebelum mencintai orang lain. Kita hanya sibuk memikirkan orang lain dan mengorbankan diri kita sendiri. Kita berubah memuja orang lain, bukan lagi menghargai diri kita sendiri. Kita jadi kehilangan jati diri dan mengembara di dunia khayal yang semu. Makanya ketika cinta pertama gagal, kenangannya selalu melekat.

Mulai pagi ini dengan satu gelas jus yang saya beri nama First Love, rasakan sensasi super vitamin C, super vitamin cinta pertama.

Garden of hearts

Bayangkan, jika ada sebuah taman yang bisa didatangi untuk mengobati rasa sakit hati, kekecewaan, dendam, amarah, kehilangan, dan keputusasaan.

Namanya Garden of Hearts.

Saya membayangkan Garden of Hearts itu akan dipenuhi orang orang yang menganggap sesuatu di luar dirinya bisa membantunya menyelesaikan masalahnya. Karena merasa nyaman, akhirnya mereka kecanduan. Mereka datang ke sana berulang kali setiap ada masalah dan tidak pernah belajar menemukan akar dari permasalahannya sendiri. Setiap ada masalah tinggal datang ke Garden of Hearts dan masalah bisa menghilang. Tidak sadar, mereka bolak-balik ke sana untuk masalah yang sama sampai mereka tua.

sehingga di kemudian hari kita bisa menjadi manusia yang lebih bertanggung jawab dan semakin bijaksana.

Bukankah indah kalau kita menyadari Tuhan memberi kita Garden of Hearts? Tak perlu jauh keluar mencari penyelesaian masalah, masuklah ke dalam dan lihatlah. Jalan keluar dan hikmahnya ada di dalam your Garden of Hearts.

Forgiveness

Saat membuat sayur urap khas buatan Mama, saya teringat seorang teman yang sangat senang mendaki gunung. Dia perempuan yang sangat perkasa dan membuat saya berdecak kagum. Saat mendaki gunung, dia membawa ransel besar di pundaknya dan menaklukkan puncak gunung tertinggi sendirian

Yang menarik adalah ketika dia kembali ke kota, dia juga senang membawa tas besar mirip kantong Doraemon yang sangat berat. Saya bertanya, kenapa dia membawa tas sebesar dan seberat itu ke mana-mana? Dia mengatakan, ini untuk berjaga-jaga kalau dia membutuhkan sesuatu. Dia mempunyai hampir semuanya ditas (tepatnya di pundaknya).

Suatu hari ketika saya mampir ke rumahnya, dugaan saya benar. Dia menumpuk semua barang bekas di setiap sudut rumah dan menyimpan beberapa barang baru yang belum dipakai untuk persiapan. Dia juga menyimpan baju-baju masa balitanya yang katanya berkualitas bagus sehingga masih bisa dipakai oleh anak dan cucunya. Rumahnya penuh sesak, bahkan untuk duduk bertamu saja sulit. Saya melihat, anak-anaknya memilih bermain di luar rumah atau di rumah tetangga. Namun, dia tidak terlalu menyadari hal itu.

Bukankah kita sering melihat orang yang menjalani hidupnya seperti ini. Orang yang memanggul semua memori dan beban hidup di pundaknya. Padahal, kita tidak membutuhkan beban itu. Kalau saja dia mau melepaskan beberapa barang yang tidak berguna, pastilah rumahnya menjadi lapang dan nyaman.

Orang yang tidak bisa memaafkan dapat diibaratkan seperti pendaki gunung yang membawa ransel yang besar. Sewaktu mendaki gunung memang pantas membawa ransel. Namun setelah selesai mendaki, kembali ke kota, dan menjalani kehidupan sehari-harinya, dia kecanduan memanggul beban berat di pundaknya. Lebih parah lagi, dia membawa semua beban berat itu ke mana-mana. Lama kelamaan dia mulai membungkuk dan sulit melangkah maju.

Forgiveness itu sederhana. Letakkan ransel itu di lantai, rasakan semua beban. Ketika lepas, pundakakan menjadiringan. Katakan juga pada diri sendiri dan semua beban masa lalu, “I forgive you. Aku melepaskan semua kemarahan, kebencian, dan dendam. Sekarang!”

Enjoy forgiving! Letakkan kecemasan, lalu nikmati segunung kesegaran sayur urap yang melegakan.

akurat.me

Belum ada Komentar untuk "Rainbow after the rain"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel