Selalu bawa notebook

fawaz.id


Selalu bawa notebook/buku catatan


Saya tidak yakin apakah ini merupakan suatu berkah atau kutukan, tapi otak saya tampaknya seringkali tidak bisa berhenti bekerja (kecuali saat saya memegang tongkat pancingan). Saya mendapat berbagai macam ide dan inspirasi setiap saat pada siang dan malam hari. Saya selalu membawa buku catatan sehingga bisa segera menuliskan pemikiran saya karena jika tidak, saya sering melupakannya.

Saya menyimpan buku catatan di mobil, dalam tas kantor, di kamar kecil, di samping ranjang, di sisi komputer, dalam koper dan di dapur (entah mengapa saya mendapatkan ide bagus saat memasak). Bahkan jika saya terdampar di pulau tak berpenghuni, buku catatan dan pena akan berada di bagaian atas ‘daftar keinginan’ saya.

Menuliskan catatan di mana-mana adalah satu hal, tapi Anda juga harus memiliki cara untuk merapikan informasi ini dan mengambil tindakan. Saya menyimpan semua potongan kertas itu di satu tempat dan memeriksanya secara rutin. Kadang saya membaca sebuah catatan tertentu dan bertanya-tanya apa yang sedang saya pikirkan saat itu; pada kesempatan lainnya saya menyadari bahwa saya memiliki ide cemerlang yang bisa segera ditindaklanjuti dan digunakan dalam bisnis saya.

Saya telah menghasilkan banyak penjualan berbagai produk dan jasa berkat buku catatan saya. Jika saya sedang keliling- keliling dan melihat perusahaan yang belum pernah saya lihat sebelumnya atau ada orang yang memberikan petunjuk saat bertemu di tengah jalan, saya akan mencatat nama-nama itu dan menelitinya. Saya tidak mungkin bisa menyimpan semua informasi itu dalam ingatan.

Obsesi terhadap buku catatan telah menjadi salah satu alat penjualan terbaik saya. Apa mungkin juga bisa membantu Anda?

Masuk dan sapa "Hallo!"


Ada dua pendekatan untuk membangkitkan petunjuk penjualan: pasif dan aktif. Pasif adalah jika Anda duduk dan berharap telepon akan berdering dan aktif adalah saat Anda bangun dan pergi mengejar petunjuk. Jelas saya adalah penggemar dari gaya yang aktif. Gaya ini sudah sangat berhasil bagi saya dan saya merasa jauh lebih bisa mengendalikan nasib saat mengambil pendekatan ini.

Salah satu cara menjadi aktif yang paling efektif adalah datangi konsumen dan katakan halo. Semudah itu. Masuk, perkenalkan diri Anda, dan biarkan mereka tahu siapa diri Anda dan apa yang Anda lakukan. (Beberapa penjual menyebutnya sebagai trolling memasang tali pancing di belakang kapal.) Pada saat bersamaan, bangun minat terhadap bisnis mereka dan cari tahu apa yang mereka lakukan. Semakin banyak interaksi dengan orang lain, semakin banyak penjualan yang Anda dapatkan. Menjual seringkali disebut sebagai permainan angka- angka dan dalam berbagai aspek memang benar demikian.

Mungkin Anda lebih memilih pendekatan yang lebih terstruktur atau apa yang sebenarnya merupakan bentuk dari cold calling/kunjungan dingin (atau bold calling/kunjungan berani) kondisi ketika Anda mendatangi konsumen untuk berusaha menjual sesuatu ke mereka saat itu juga. Ini adalah cara menjual yang sulit, tapi beberapa orang ahli dalam melakukannya. Jika Anda menggunakannya sebagai cara untuk membangkitkan penjualan, Anda akan menemukan bahwa cara ini sangat efektif. Dalam beberapa jam Anda bisa memperkenalkan diri ke banyak konsumen dan meninggalkan banyak kartu nama. Banyak dari orang yang Anda temui mungkin tidak tertarik dengan apa yang Anda jual, tapi mungkin mereka kenal dengan orang yang tertarik. Jangan pernah meremehkan nilai dari menggunakan waktu untuk menemui orang yang tak dikenal.

Buka arsip pelanggan lama


Pada suatu Jumat sore, saya dihubungi oleh perusahaan yang menjual dan memasang pintu garasi. Pemiliknya bingung karena keadaan bisnisnya sangat buruk. Dia memiliki tim penjual yang duduk menunggu telepon berdering dan dia tidak bisa memotivasi mereka untuk membangkitkan petunjuk baru.

Bisnis ini sudah beroperasi selama hampir dua puluh tahun dan memiliki ribuan klien lama. Bagaimana keadaan bisa sampai sedemikian buruk? Bisnis ini sudah puas dengan mengejar petunjuk baru dan tidak mengeluarkan sepeser uang pun untuk pemasaran. Mereka membiarkannya terlalu lama dan telepon benar-benar berhenti berdering.

Namun, ada lagi isu lain yang membangkitkan minat (dan kekhawatiran) saya: bisnis itu memiliki begitu banyak konsumen lama, tapi mengapa tidak mendapat rujukan pekerjaan dari mereka? Saya menanyakan ke si pemilik tentang arsip penjualan dan database (basis data) klien mereka pada masa lalu. Dia mengajak saya ke gudang penyimpanan yang sudah membusuk dan dipenuhi oleh kotak-kotak berisi kartu-kartu pekerjaan yang sudah diselesaikan. Ada ribuan kartu yang perlahan mulai membusuk. Saya langsung tahu bahwa gudang itu adalah tambang emas.

Sebagian besar pintu garasi mereka dipasang di rumah pribadi dankemungkinanbesarkonsumen lama tidak akan membutuhkan yang baru, tapi bisnis itu kini menawarkan serangkaian produk lainnya seperti perangkat untuk memekanisasikan pintu garasi, pagar untuk kolam renang, lampu keamanan, dan alarm untuk garasi. Sebagian besar konsumen lama tidak akan tahu bahwa produk-produk ini juga tersedia.

Jadi, saya menyusun strategi agar para penjual menelepon semua konsumen, mulai dari konsumen yang paling akhir hingga konsumen awal dengan menelusuri kembali seluruh arsip untuk menawarkan melumasi dan memeriksa pintu garasi mereka tanpa memungut biaya. Tim instalasi akan menunjukkan caranya kepada para staf penjual, kemudian para penjual akan turun ke lapangan. Saat memberikan inspeksi perawatan gratis, mereka akan punya kesempatan untuk menjual produk dan jasa baru kepada pemilik rumah yang mereka kunjungi.

Konsep ini bagus, tapi sayangnya si pemilik bisnis telah membiarkannya terlalu lama. Utang mereka terlalu tinggi dan sedihnya bisnis itu harus ditutup sebelum misi penyelamatan sempat dijalankan. Saya yakin konsep itu akan berhasil jika mereka bertindak lebih awal.

Banyak bisnis yang melupakan klien-klien lama mereka. Apa Anda memiliki tambang emas di dalam kotak arsip atau berkas komputer Anda? Untuk menghasilkan penjualan besar, seringkali yang diperlukan hanyalah kreativitas yang dicampur dengan sedikit keringat.

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "Selalu bawa notebook"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel