Tak punya passion!

akurat.me

Tak punya passion!


Orang-orang cerdas, lulus kuliah dan siap memulai bisnisnya sendiri. Mereka memiliki ide sebuah bisnis yang bagus, minim kompetisi dan sangat dekat dengan kata sukses. Semua hal sudah disiapkan, namun 80% dari mereka biasanya gagal da lam usahanya. Mengapa demikian?

Di luar sana, ada ribu an buku dan artikel internet yang membahas cara me mulai bisnis atau menceri- takan kisah-kisah pebisnis sukses. Menariknya, hanya sedikit sumber tulisan yang membahas tentang pebisnis yang gagal saat mulai. Apa sebabnya? orang tidak ingin menceritakan kisah mereka sebenarnya karena kegagalan terasa memalukan atau tidak keren, padahal kisah kegagalan juga dapat menginspirasi.

Kegagalan bisnis mungkin terjadi karena ada banyak ke raguan di dalamnya. Orang pintar sangat menyadari bahwa memulai bisnis lebih sulit daripada yang diperkirakan. Akan ada banyak kerja keras, banyak keraguan, rasa takut dan se jumlah rasa frustasi.

Sebaliknya orang bodoh tidak terlalu memikirkan hal ter sebut. Mereka melewati masa-masa sulit, mengenyahkan rasa ragu dan takut dengan passion mereka. Jika seseorang me mulai bisnis untuk mendapatkan keuntungan, namun tanpa passion, ia akan berakhir dengan menyerah sebab ia sudah pasti akan gagal ketika kesulitan datang.

Passion tidak datang sendiri, juga tidak bisa didapatkan dari orang lain. Passion harus dibangun, dan membangun pas sion merupakan tanggungjawab diri. Benih-benih passion ha rus ditanam, juga dirawat oleh diri sendiri.

Bagaimana cara membangun passion? Pertama-tama Anda harus menemukan kegiatan yang membuat Anda ter tarik. Seperti yang dilakukan Bob Sadino. Pada awalnya, ia tak pernah terpikir bahwa bisnis jual pangan cukup menarik ia te kuni. Kawannya, Sri Mulyono Herlambang, memperkenalkan Bob pada bisnis ini melalui 50 bibit ayam.

Sejak itu, ia menemukan bahwa kegiatan beternak dan menjual telur ayam membuatnya tertarik. Ia semakin bergai rah mempelajari lebih banyak tentang bisnis peternakan. Kita tahu, di kemudian hari, Bob tidak hanya punya passion di bis nis ternak ayam, namun juga di bidang pertanian hidroponik.

Ia mem buka pikiran agar dapat mempelajari semua hal mengenai bisnis barunya. Puluhan buku, majalah, dan artikel dilahapnya sembari bertanya pada siapa saja mengenai seluk beluk bisnis pangan.

Passion membuat semua kegiatan yang berhubungan menjadi lebih exciting dan menyenangkan. Tentu saja, banyak nya hal baru yang dipelajari membuat Bob bersemangat. Mes ki pada akhirnya ia menghadapi bermacam-macam kendala, ia tetap konsisten.

Konsistensi memang penting agar seorang pebisnis tidak mudah menyerah. Apabila kesulitan menghadang, hal yang harus selalu diingat adalah membangun passion bukan peker jaan satu malam. Berbeda dengan Bandung Bondowoso yang membangun seratus candi dalam semalam untuk Rara Jong grang, membangun passion membutuhkan waktu seminggu, sebulan, setahun atau bahkan beberapa tahun.

Change is gradual. But every day, make progress. Mem bangun passion berarti menciptakan sumber motivasi Anda sendiri, bukan menunggu orang lain memotivasi Anda.

Jika Anda merasa sulit untuk mempertahankan passion, ada kemungkinan Anda tidak menghabiskan banyak waktu atau belum cukup bekerja keras di dalamnya. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah mencoba lagi dan mencoba terus hingga Anda memahami bisnis Anda lebih baik.

Kerja keras Anda dalam membangun passion juga ha rus diimbangi dengan ekspektasi yang rasional. Jika terlalu memaksakan diri, Anda akan kehilangan motivasi. Jadi per hitungkan semua langkah secara bijak dan bersiaplah untuk mengubah rencana. Dalam istilah Bob, mengalir saja lah. Se bab sebuah bisnis menuntut pelakunya fleksibel.

Ini artinya, seorang pebisnis harus lentur, baik dalam pi kiran maupun tindakan. Jangan kaku, jangan terpaku pada teori, jangan malas mengembangkan ide. Perubahan itu se suatu yang langgeng, sehingga harus dihadapi dengan bijak. Jangan ingin cepat-cepat sampai pada tujuan, sebab semua hal ada waktunya sendiri.

akurat.me

Belum ada Komentar untuk "Tak punya passion!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel