Tantangan bisnis perbankan!

fawaz.id


Tantangan bisnis perbankan!


Persaingan di industri perbankan dan jasa keuangan yang semakin intensif menuntut Bank harus memahami kebutuhan dan keinginan na­ sabahnya. Mengapa? Karena setiap Bank akan bersaing merebut hati nasabah. Siapa yang paling mampu mengerti dan dapat menyediakan produk dan jasa perbankan yang sesuai dengan keinginan nasabah dan lebih baik mutunya, akan dipilih oleh nasabah. Bank yang mampu men­ ciptakan value (nilai) yang unggul yang akan dipilih oleh nasabah. Hasil penelitian menunjukkan perusahaan yang unggul dalam menciptakan nilai akan memiliki kinerja bisnis yang unggul. Pemberian nilai yang unggul kepada nasabah dapat dilakukan melalui penyediaan produk atau jasa yang lebih baik dibandingkan pesaing. Jika Bank mampu mewujudkannya secara terus­menerus, maka diharapkan dapat men­ dukung kinerja bisnisnya dalam jangka panjang. Terwujudnya kinerja bisnis yang berkelanjutan memungkinkan perbankan dapat berperan optimal dalam pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Persaingan yang ketat, mengharuskan manajemen Bank melaku­ kan pengamatan, bahkan melakukan inteligensi atas aktivitas yang di­ lakukan pesaingnya. Sebagai contoh pengelola Bank perlu mengevaluasi apakah strategi pesaing yang memberikan point reward untuk menarik nasabah merupakan strategi yang efektif, apakah program memberikan donasi kepada kegiatan kemahasiswaan perguruan tinggi memberi­ kan manfaat untuk menarik nasabah dari kalangan perguruan tinggi, apakah program pembinaan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari pelayanan kredit kepada UMKM meru­ pakan cara yang efektif dalam penyaluran kredit, dan lain­lain. Manaje­ men Bank juga harus selalu melihat data­data terbaru tentang kinerja Bank lain agar mengetahui posisi kinerjanya. Selain itu, manajemen Bank juga penting untuk melihat kondisi sumber daya manusianya, ke­ sejahteraannya, dan kerja samanya dalam menyediakan layanan produk dan jasa perbankan. Semua aktivitas tersebut dilakukan sebagai bagian dari keseharian aktivitas bisnis, jika orientasi pasar menjadi budaya perusahaan.

Tantangan bisnis perbankan! - Beberapa riset sebelumnnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri memperlihatkan bahwa pemberian nilai yang unggul dapat di­ wujudkan jika perusahaan berorientasi pasar sebagai perwujudan dari filosofi pemasaran dalam bisnis. Orientasi pasar ini akan menjadi peng­ gerak bagi manajer dan karyawan untuk fokus kepada kepuasan na­ sabah. Penelitian yang dilakukan di perusahaan manufaktur dan jasa menunjukkan bahwa orientasi pasar memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pencapaian kinerja bisnis (Jaworski & Kohli, 1996), (Suryani, 2002), (Suryani, 2012), dan (Argawal, Erramilli, Dev & Er­ ramilli, 2003). Studi khusus di bidang perbankan di Indonesia yang di­ lakukan Suryani (2012), menunjukkan bahwa semakin tinggi orientasi pasar Bank, maka semakin baik kinerja bisnisnya. Jadi, berdasarkan pada hasil beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa orientasi pasar memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja bisnis termasuk bisnis perbankan.

Dalam Arsitektur Perbankan Indonesia yang merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia dinyatakan bahwa ada enam pilar penting yang merupakan program utama untuk mewujud­ kan sistem perbankan yang sehat, kuat, dan efisien guna menstabilkan sistem keuangan dalam rangka membantu pertumbuhan ekonomi nasi­ onal. Pilar ini yang menjadi acuan bagi Bank Indonesia dalam pengem­ bangan program yang akan dilakukan secara bertahap.

Program perlindungan konsumen (nasabah) dilakukan dalam upa­ ya mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa per­ bankan. Tujuan program ini adalah untuk memberdayakan nasabah melalui penetapan standar penyusunan mekanisme pengaduan nasa­ bah, pendirian lembaga mediasi independen, peningkatan transparansi informasi produk perbankan dan edukasi bagi nasabah. Dalam waktu dua sampai lima tahun ke depan diharapkan program­program tersebut dapat meningkatkan kepercayaan nasabah pada sistem perbankan.

 Program peningkatan perlindungan nasabah ini ini tentu merupakan hal yang menyenangkan bagi nasabah. Nasabah akan merasa aman, nya­ man, dan percaya kepada Bank karena ada aturan yang jelas tentang stan­ dar mekanisme pengaduan nasabah, ada lembaga mediasi independen jika mengalami kesulitan berhubungan dengan Bank ketika hak­haknya tidak dipenuhi, mendapatkan kejelasan tentang informasi produk.

Tantangan bisnis perbankan! - Bank selain harus mematuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah juga dihadapkan pada kompetitor baru yang mempunyai fungsi yang hampir sama khususnya dalam pendanaan dan investasi. Meningkatnya jumlah kantor pegadaian, baik negeri maupun swasta, koperasi simpan pinjam yang pengelolaannya semakin profesional, lembaga keuangan masyarakat perdesaan yang juga mampu menyediakan pinjaman de­ ngan jasa yang relatif rendah, merupakan ancaman yang harus diperhi­ tungkan. Ketika lembaga­lembaga keuangan tersebut mampu memberi­ kan layanan yang lebih baik, maka preferensi masyarakat dapat beralih. Dalam hal untuk kepentingan investasi, perbankan juga harus bersaing dengan lembaga keuangan lain, seperti perusahaan sekuritas dan kope­ rasi simpan pinjam. Kompetitor ini juga semakin kreatif dalam mem­ berikan layanan personal kepada nasabah.

Tantangan lain dihadapi perbankan adalah perkembangan teknolo­ gi. Perkembangan teknologi informasi (TI), khususnya di bidang inter­ net telah banyak mengubah proses bisnis dan pendekatan Bank kepada nasabahnya. Berbagai produk e­banking dan aktivitas proses bisnis in­ ternal diperbarui untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi ini. Layanan perbankan berbasis internet ini diperkirakan akan tumbuh seiring dengan meningkatnya penetrasi media internet oleh nasabah. Dari aspek proses bisnis, internet dapat dimanfaatkan untuk mening­ katkan efisiensi di proses manajemen. Bank dapat menggunakan inter­ net untuk kepentingan promosi, menjaga hubungan interaktif dengan nasabah, komunikasi internal, berhubungan dengan pemasok, rekrut­ men sumber daya manusia, dan lain­lain.

Perkembangan TI yang cepat ini juga dijadikan peluang, khususnya bagi Bank yang memiliki keunggulan di bidang TI dan didukung oleh sumber daya keuangan yang cukup. Beberapa Bank menjadikan TI seba­ gai sumber keunggulan dalam bersaing. Bank BCA dan Mandiri meru­ pakan Bank kelas atas yang berupaya menjadikan TI sebagai sumber keunggulan bersaing. TI telah dimanfatkan oleh kedua Bank ini untuk memberikan manfaat yang lebih kepada para nasabahnya. Bagaimana dengan Bank­Bank yang tidak memiliki sumber daya di bidang TI ini? Tentu kondisi ini akan menjadi ancaman ketika Bank­Bank tersebut ti­ dak mampu memberikan diferensiasi yang unggul pada aspek yang lain kepada nasabah.

Tantangan bisnis perbankan! - Tantangan yang dipandang penting dan menjadi kunci keberhasil­ an bisnis perbankan adalah kepercayaan masyarakat. Bagi perbankan, kepercayaan adalah manfaaat utama yang ditawarkan kepada nasabah. Sebagai lembagakeuangan, tempatnasabah memercayakan berinvestasi atau mendapatkan sumber pendanaan, tentu faktor keamanan, bunga, kredibilitas para pegawai, dan reputasi Bank (kinerja Bank) meme­ ngaruhi preferensi nasabah. Kepercayaan terbentuk dalam waktu yang lama selama nasabah merasakan kepuasan atas layanan perbankan. Nasabah akan percaya jika dalam waktu yang lama Bank mampu mem­ buktikan dapat memenuhi apa yang dijanjikan kepada nasabah dapat dipenuhi secara konsisten. Nasabah sangat sensitif terhadap masalah kepercayaan ini, akan sangat mudah dipengaruhi oleh isu­isu, seperti masalah likuiditas Bank, pembobolan Bank, dan pelanggaran Bank ter­ hadap tata kelola. Akibat dari ketidakpercayaan nasabah kepada Bank, mereka akan memindahkan uangnya ke Bank lain.

Bagaimana perbankan mampu memanfaatkan peluang dan me­ ngurangi ancaman yang dihadapi dalam bisnis akan sangat menentu­ kan keberhasilannya. Selalu waspada terhadap perkembangan lingku­ ngan yang demikian cepat, dan segera menyebarkan informasi penting terkait dengan perkembangan lingkungan ke semua pimpinan dan staf sehingga pimpinan dapat mengambil keputusan yang cepat untuk me­ nyesuaikan maupun memperbaiki strategi yang ada dapat diwujudkan jika perbankan berorientasi pasar.

Terimakasih telah membaca Tantangan bisnis perbankan!.

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "Tantangan bisnis perbankan!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel