Terjebak teori, takut melangkah

akurat.me


Terjebak teori, takut melangkah 


Orang pintar cenderung berfokus pada teori sehingga kadang lupa bahwa mereka berhadapan dengan situasi nyata. Padahal ilmu marketing dan manajemen hanya akan sekedar menjadi teori apabila tidak pernah diaplikasikan. Orang pintar juga kebanyakan mikir, sebab berpikir meru pakan hal yang mudah bagi mereka. Melakukan apa yang me reka pikirkan, itulah yang sulit sehingga cenderung dihindari.

Di masa tuanya, Bob lebih sering memberikan motivasi bisnis dalam berbagai seminar. Di depan pesertanya, yang rata-rata lulusan perguruan tinggi, Bob mengatakan ’’Hidup saya tanpa rencana dan tanpa target. Buku-buku di sekolah sudah meracuni pikiran Anda. Padahal, informasi itu sudah basi dan jadi sampah. Sekolah menghasilkan orang untuk be kerja, tapi bukan memberi peluang kerja bagi orang lain.”

Tidak sedikit peserta seminar yang kebingungan akan ucapan Bob tersebut. Bagaimana mungkin bisa menjalankan bisnis tanpa rencana yang dipikir masak-masak? Apa bisa se buah bisnis berjalan tanpa tahu targetnya?

Bob Sadino membiarkan arah bisnisnya mengalir seperti air sungai. Ia tak pernah berencana mau jadi apa. ’’Rencana itu hanya untuk orang pintar. Saya bersyukur saya goblok. Kalau saya pintar, saya akan seperti Anda,” kelakarnya di depan para peserta sebuah seminar bisnis.

Bob merupakan orang pertama kali mengenalkan cara menanam sayuran tanpa tanah alias hidroponik di Indonesia. Padahal, saat itu tanaman hidroponik belum ada pasarnya. Te orinya, jika tidak ada permintaan maka tidak akan ada pasar.

Alih-alih memercayai teori tersebut, Bob justru mencipta kan pasar bagi produk hidroponiknya. Beberapa tahun kemu dian, produknya sudah diekspor ke Jepang. Di sini, Bob bisa membuktikan bahwa tindakan (action) bekerja lebih kuat da ripada teori mana pun. Sebuah teori yang terdengar cerdas dan benar, tidak akan berguna jika tidak diaplikasikan pada kondisi nyata.

Nyatanya bidang kewirausahaan adalah ranah penuh ke rikil tajam. Anda akan menghadapi risiko besar, dari awal per usahaan berdiri, berkembang, dan bahkan saat sukses pun, Anda akan terus menghadapi kendala. Bob mengatakan tidak ada cara lain untuk berhasil selain mempersiapkan diri terha dap risiko dan mengatasi ketakutan secara proaktif.

Meskipun setiap pengusaha dan setiap bisnis yang unik, ada lima kekhawatiran umum yang dihadapi hampir setiap pengusaha sebelum memulai usaha:

1. Takut Kehabisan Modal

Modal adalah salah satu masalah terbesar yang dimiliki kebanyakan pebisnis. Ini karena rata-rata berpikir bahwa memulai bisnis membutuhkan banyak uang, baik dari kantongnya sendiri maupun dana dari investor. Jika alir an pendapatan tidak dapat diandalkan pada saat modal startup habis, bisnis dan semua dana tersebut mungkin hilang untuk selamanya. Tidak hanya investor yang dike cewakan, tabungan hidup Anda juga tidak akan kembali. Jika kerugian investasi pribadi adalah hal yang membuat Anda takut bergerak maju, pertimbangkan cara-cara pen danaan alternatif. Misalnya menggunakan crowdfunding dengan mengumpulkan sejumlah kecil dari ribuan orang, atau mencari bantuan UMKM dari pemerintah. Dan yang terpenting, Anda harus memiliki keyakinan dalam men jalankan model bisnis tersebut, jika tidak, maka sebaiknya Anda tidak memulainya sama sekali.

2. Takut Tak Sempurna

Apakah Anda khawatir bahwa Anda tidak cukup baik se bagai seorang pebisnis? Atau khawatir bahwa produk ju alan Anda tidak cukup bagus untuk memenangkan per saingan? Ingat konsep sederhana Bob Sadino yang berlaku untuk semua jenis bisnis, yakni meluncurkan produk yang mi nimal layak dijual. Ini artinya produk Anda tidak harus sempurna saat peluncuran pertama, dan itu tidak harus menjadi yang terbaik. Produk Anda hanya harus bisa dite rima. Dari sana, Anda akan memiliki banyak peluang un tuk memperbaiki produk setiap kali.

Tidak ada produk yang pernah dimulai secara sempurna. Beberapa bisnis terbesar di dunia mungkin dimulai de ngan produk dengan kualitas yang sama dengan produk Anda. Kem Chicks, misalnya, membesar karena produk produknya tak sempurna. Bob menerima banyak sekali keluhan dari pelanggan, kesalahan demi kesalahan pun ia buat di awal Kem Chicks berdiri.

Ketidaksempurnaan produk-produknya inilah yang mem buat Bob terus memperbaiki diri. Ia mendengarkan seti ap keluhan, meminta saran dan segera memperbaikinya. Kem Chicks bisa menjadi salah satu perusahaan ritel ter besar di Indonesia karena saat memulai, produknya tidak ada yang sempurna.

3. Takut Akan Kegagalan

Takut gagal merupakan perasaan yang normal dan ma nusiawi. Yang tidak wajar adalah menuruti ketakutan ter sebut hingga tak mampu berbuat apa-apa. Sebuah bis nis umumnya pernah mengalami serangkaian kegagalan kecil, seperti promosi produk yang tak sesuai target atau salah dalam pengambilan keputusan.

Kegagalan bisnis akan terjadi, entah dalam bentuk apa pun. Jadi, Anda tidak bisa membiarkan rasa takut akan kegagalan menghentikan Anda mengambil keputusan. Kegagalan akan menjadi akhir hanya jika Anda membiar kannya. Jika tidak, hal itu hanya sebuah batu kecil di jalan panjang menuju tujuan akhir.

Berpikirlah seperti Bob Sadino yang menganggap kega galan sebagai kesempatan belajar. Setiap kegagalan yang Anda alami akan menghasilkan pelajaran yang bisa Anda gunakan dalam bisnis atau kehidupan Anda.

4. Takut Kewalahan

Kehidupan kewirausahaan tidak dipilih karena mudah, namun karena penuh tantangan dan reward bertebaran di sepanjang jalan. Jika Anda masuk ke dunia wirausaha dengan niat cepat kaya, maka Anda sudah tertipu. Kewi rausahaan penuh dengan rintangan, stres dan kerja keras. Tapi di sisi lain kewirausahaan mirip dengan tali kekang. Benar, Anda pasti akan merasa kewalahan, tapi itu kemam puan untuk mengubah keadaan ada dalam kendali Anda. Jika sedang berhadapan dengan masalah keuangan, Anda bisa meminta saran. Jika kerja sama dengan orang lain tak berjalan baik, temukan orang baru. Semua hal itu Anda yang mengendalikan.

Dengan memulai sebuah bisnis, Anda akan mengalami beban kerja yang lebih besar dari yang pernah Anda ha dapi sebelumnya, tapi ingat bahwa Anda memiliki kendali penuh akan nasib Anda sendiri. Takdir memang di tangan Tuhan, tapi nasib adalah tanggung jawab Anda untuk mengaturnya.

5. Takut Akan Hal-Hal yang Tak Terduga

Banyak hal, baik dalam bisnis maupun kehidupan, terjadi tanpa kita tidak duga, Ketika Anda pertama kali memulai bisnis, hanya memiliki sedikit modal uang dan mungkin dukungan pasangan atau mentor, Anda tetap tidak akan tahu apa yang bisa diharapkan dalam tahun pertama. Bagi banyak orang, hal ini cukup menakutkan. Kewirausahaan bukan pekerjaan, ini adalah gaya hidup. Anda memilih untuk berada di bidang ini karena Anda adalah seorang pengambil risiko. Anda punya passion, bekerja keras dan percaya pada ide Anda. Keempat hal itu menjadi yang lebih dari cukup untuk menaklukkan setiap rintangan, termasuk hal-hal tak terduga. Jadi, buang se mua ketakutan dan percaya pada diri sendiri.

Pada dasarnya, menurut Bob, kewirausahaan bukan untuk penakut. Jika mau mulai bisnis, Anda harus belajar mela wan ketakutan. Alih-alih menghindari, rangkullah ketakut an tersebut dan gunakan sebagai motivasi untuk belajar lebih banyak tentang bisnis Anda.

akurat.me

Belum ada Komentar untuk "Terjebak teori, takut melangkah "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel