The Beginning

fawaz.id


Diet dengan Cooking Hynotherapy


Saat menginjak usia 40 tahun, saya mulai sering merasa sesak napas kalau harus berjalan jauh atau naik tangga. Sakit pinggang akibat saraf yang terjepit sejak masih kuliah biasanya hanya kambuh satu tahun sekali. Namun sekarang, sakit itu mulai kambuh setiap bulan. Injeksi pain killer mulai menjadi ‘langganan’. Saya juga mendapat beberapa tambahan suntikan vitamin untuk daya tahan tubuh karena saya terlalu mudah lelah. Stamina yang drop juga mengakibatkan saya menjadi ‘langganan’ vertigo, flu, dan batuk setiap dua bulan.

Pada awal tahun 2016, saya memutuskan untuk berhenti bersikap masa bodoh. Dan, saya berhasil! Perlahan tapi pasti, berat badan saya turun 20 kg dan semua sakit hilang tanpa obat apa pun.

Dengan hypnotherapy yang saya lakukan sendiri dan diimbangi dengan makan sehat “Real Food” (makanan yang tumbuh dari Bumi Pertiwi, disinari Matahari, tanpa olahan) dan #DietKenyang, berat badan saya turun lagi menjadi 100 kg dengan mudah dan tanpa derita kelaparan. Uji coba program hypnotherapy dengan “Real Food”berhasil!

Ini diet yang sangat unik. #DietKenyang ala Dewi Hughes, begitu teman-teman di sosial media menamakannya. Perut saya selalu kenyang dan tubuh saya sehat dan ternutrisi dengan maksimal, sedangkan berat badan saya semakin turun. Saya semakin semangat menggali ilmu hypnotherapy untuk membantu diri saya sendiri dan mengatasi rasa bosan melakukan diet. This is fun!

Saya baru menyadari bahwa saya benar-benar mengecil ketika saya menegur seorang teman lama, tapi dia tidak mengenali saya. Saya harus memperkenalkan diri lagi.

Ah... senangnya. Alhamdulillah!

Saya menjadi manusia baru! Lebih segar, lebih sehat, dan lebih bahagia. Langsing itu bonus!

Saya mulai menerima komentar dari teman-teman di Instagram (@hughes.dewi), Facebook (dewihugheshypnotherapy), dan juga YouTube. Luar biasa!

Dalam hitungan bulan, saya jadi mempunyai sekitar 50 ribu teman yang berjalan bersama untuk membangun sikap positif melakukan hidup sehat dengan #DietKenyang, mengikuti workshop hypnotherapy, dan konseling hypnotherapy Dewi Hughes. Saya bahagia melihat diri saya sendiri sehat dan langsing. Saya juga bahagia melihat begitu banyakteman di berbagai belahan dunia merasakan hal yang sama. Bukan hanya langsing, saya sangat bersyukur banyak teman yang berhasil lepas dari berbagai penyakit ‘berat’ dan meraih kebahagiaan dalam hidup.

The Beginning


Saat kembali ke rumah, saya tidak mampu berdiri. Saya pun mulai merasa takut. Jika melewati satu tahapan lagi, saya bisa saja terserang stroke. Dokter memang sudah memperingatkan bahwa obesitas adalah akar permasalahannya. Tapi, saya selalu berkilah dan nekat membuat moto ‘Big is beautiful’.

Ah... ternyata tubuh saya punya limit.

Saya pun memutar otak sampai sadar bahwa saya telah bermain-main dengan kesehatan. Dan, sakit ini adalah akibat dari ketidakpedulian saya selama ini. Hingga akhirnya, saya memutuskan harus melakukan sesuatu karena tidak ada yang bisa membantu saya, kecuali diri saya sendiri.

Saya membuka lagi memori tentang sejak masih remaja dulu. Tak ada satu lama. Berat badan saya tetap naik-turun stabil sehingga nafsu makan semakin p pun u bbertambah. lis berbagai h yangin seperti benar-benar -3 macam yoyo. diet yang pernah dicoba berhasil dan bertahan Emosi pun menjadi tidak

Lalu, dari mana saya harus memulai?

Dulu, saya selalu mulai dengan pertanyaan, “Apa obat yang diminum supaya bisa kurus? Apa olahraga yang bisa dilakukan agar bisa membakar lemak dengan cepat? Di mana pusat pelangsingan yang bagus dan berapa biaya yang harus dianggarkan untuk mencapai tujuan saya?”

Saat berdoa kepada Tuhan, saya teringat kalau saya mengikuti sekolah khusus untuk menjadi master di bidang hipnoterapi. Hipnoterapi adalah ilmu pengelolaan pikiran. Dengan ilmu ini, saya banyak membantu klien menemukan solusi untuk berbagai permasalahan mereka. Tapi, saya lupa menerapkan ilmu ini untuk diri saya sendiri.

Saya begitu sibuk berfokus pada tubuh hingga lupa pada ‘soul and mind’ yang menunggu dan berharap saya menyapa dan berbuat baik kepadanya. Sambil berbaring kesakitan, saya bilang,

“Assalamu‘alaikum Desak Made Hugheshia Dewi. Apa kabar? Kamu sakit, ya?”

Saya mendengar dan merasakan tubuh saya memberi jawaban,

“Wa‘alaikumsalam, Ghes. Let’s begin with your mind.”

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "The Beginning"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel