ARTHUR DAN VENTURA

himedik.me


ARTHUR DAN VENTURA


Dalam kurun sebelas tahun sejak menengahi kesepakatan pendirian Fairchild Semiconductor untuk delapan pengkhianat, Arthur Rock telah membantu menciptakan sesuatu yang sepenting microchip bagi era digital, yaitu modal ventura. Hingga pertengahan abad ke-20 modal ventura dan investasi swasta untuk usaha baru dimonopoli oleh segelintir keluarga kaya, seperti Vanderbilt, Rockefeller, Whitney, Phipps, dan Warburg. Sesudah Perang Dunia II, klan hartawan tersebut mendirikan badan hukum untuk memformalkan bisnis mereka. John Hay “Jock” Whitney, yang mewarisi banyak usaha dan kekayaan milik keluarga besarnya, mempekerjakan Benno Schmidt Sr. untuk mendirikan J.H. Whitney & Co.

Badan ini mengkhususkan diri untuk menyediakan menurut istilah awal mereka “modal petualang” bagi para wirausahawan yang memiliki ide menarik, tetapi tidak bisa memperoleh pinjaman bank. Keenam putra dan seorang putri John D. Rockefeller Jr., dipimpin oleh Laurence Rockefeller, mendirikan badan hukum serupa, yang nantinya menjadi Venrock Associates. Pada tahun yang sama, 1946, lahir pulalah institusi pemodalan yang dipicu pertimbangan bisnis dan bukan berasal dari kekayaan keluarga, yaitu American Research and Development Corporation (ARDC). Firma tersebut didirikan oleh Georges Doriot, mantan Dekan Harvard Business School, yang bermitra dengan mantan Presiden MIT, Karl Compton.

ARDC mencetak untung besar berkat investasi pada 1957 untuk usaha rintisan Digital Equipment Corporation, yang bernilai 500 kali lipat ketika perusahaan itu go public sebelas tahun berselang. 29 Arthur Rock membawa konsep ini ke barat, menghadirkan “era silikon” bagi modal ventura. Ketika mempertemukan delapan pengkhianat dengan Fairchild Camera, Rock dan firmanya ikut berkepentingan untuk menyukseskan kesepakatan tersebut. Sesudah itu, barulah Rock sadar bahwa dia bisa menggalang modal dan menjembatani kesepakatan serupa tanpa perlu mengandalkan pengayom korporat.

Rock memiliki latar belakang di bidang riset bisnis, menggandrungi teknologi, berinsting tajam dalam mengenali calon pemimpin bisnis yang mumpuni, dan banyak investor dari Pesisir Timur yang senang akan kinerjanya. “Uang banyak berasal dari Pesisir Timur, tetapi perusahaan-perusahaan baru yang menarik bermarkas di California. Maka, saya putuskan untuk pindah ke barat karena saya tahu bisa menghubungkan keduanya,” ujar Rock. 30 Rock seorang putra imigran Yahudi Rusia. Dia tumbuh besar di Rochester, New York. Semasa kecil, dia bekerja sebagai peracik soda di toko permen ayahnya dan belajar mengenali kepribadian orang lewat pekerjaan tersebut. Salah satu pegangan pokok Rock dalam berinvestasi ialah utamakan orang ketimbang ide. Selain mengkaji rencana bisnis, Rock mewawancarai para pencari dana secara saksama.

“Saking yakinnya saya pada peran manusia dalam menyukseskan bisnis, saya malah merasa bahwa berbicara kepada individu jauh lebih penting ketimbang mengorek-ngorek rencana mereka sampai ke sekecil-kecilnya,” dia menjelaskan. Di permukaan Rock berlagak galak dan kaku. Namun, orang yang memperhatikan baik-baik niscaya melihat ekspresi berbinar di matanya dan senyum samar di bibirnya menyiratkan bahwa dia suka bergaul dan mempunyai selera humor yang hangat. Sesampai di San Fransisco, Rock diperkenalkan dengan Tommy Davis, makelar cerewet yang bertugas menanamkan modal milik Kern County Land Co., konglomerat peternakan dan minyak yang bersimbah uang. Mereka kemudian bermitra bisnis sebagai Davis and Rock, menggalang $5 juta dari para investor Rock di Pesisir Timur (termasuk sejumlah pendiri Fairchild), dan mendanai beberapa perusahaan anyar dengan imbalan berupa ekuitas.

Fred Terman, Rektor Stanford yang masih rajin mempererat ikatan antara universitasnya dan para pemain di bidang teknologi, mendorong Profesor Teknik di kampus agar meluangkan waktu guna menjadi konsultan Rock, yang bahkan mengambil kuliah malam elektronika di perguruan tinggi tersebut. Dari sekian usaha-usaha rintisan yang kali pertama dia modali dua di antaranya, Teledyne dan Scientific Data Systems, yang mendatangkan imbal balik menggiurkan. Pada 1968, saat Noyce menelepon Rock untuk meminta strategi selepas meninggalkan Fairchild, kemitraan Rock dengan Davis telah bubar baik-baik (investasi mereka telah melonjak 30 kali lipat dalam kurun tujuh tahun) dan Rock kini seorang diri.

“Andaikan saya ingin mendirikan perusahaan,” kata Noyce, “bisakah Anda mencarikan uang untuk saya?” Rock meyakinkan Noyce bahwa mencari modal itu mudah. Apa lagi yang lebih pas mengilustrasikan idenya untuk bertaruh kepada joki daripada kuda berinvestasi berdasarkan penilaian terhadap orang yang akan mengelola usaha selain usaha yang dipimpin oleh Robert Noyce dan Gordon Moore? Rock sangat sedikit bertanya mengenai usaha apa yang hendak mereka buat. Malahan, dia mula-mula merasa mereka tidak perlu membuat rencana atau uraian bisnis. “Itulah satu-satunya investasi buatan saya yang saya yakin, 100%, pasti sukses,” klaimnya kelak.

Ketika mencari rumah untuk delapan pengkhianat pada 1957, Rock merobek selembar kertas, menuliskan daftar nama, dan secara metodis menelepon orang dalam daftar tersebut satu-satu, kemudian mencoret nama orang yang tidak berminat. Kini, sebelas tahun berselang, dia mendata orang-orang yang akan diundang untuk berinvestasi dan berapa dari total 500 ribu saham* 2 seharga $5 per lembarnya yang akan dia tawarkan kepada masing-masing calon investor.

Kali ini dia hanya mencoret satu nama. (“Johnson di Fidelity”* 3 tidak berminat.) Rock butuh selembar kertas lagi untuk merevisi alokasi karena kebanyakan orang ingin menanamkan investasi lebih daripada yang diajukan kepada mereka.

Kurang dari dua hari, modal yang dibutuhkan sudah terkumpul. Para investor yang beruntung antara lain Rock sendiri, Noyce, Moore, Grinnell College (Noyce ingin supaya almamaternya kaya dan cita-citanya ternyata kesampaian), Laurence Rockefeller, Fayez Sarofim (teman sekelas Rock di Harvard), Max Palevsky dari Scientific Data Systems, dan firma Hayden, Stone & Co.tempat Rock dahulu bekerja. Menariknya, enam orang lain yang keluar dari Shockley untuk mendirikan Fairchild Semiconductor banyak di antaranya kini bekerja di firma yang nantinya niscaya bersaing dengan usaha baru Noyce serta Moore diberi kesempatan untuk menanamkan modal juga.

Keenam-enamnya sontak ikut berinvestasi. Kalau-kalau ada yang menginginkan prospektus, Rock mengetikkan garis besar perusahaan baru sepanjang tiga setengah halaman. Uraian tersebut dibuka dengan latar belakang Noyce dan Moore, kemudian menjabarkan dalam tiga kalimat bahwa perusahaan itu bermaksud mengembangkan “teknologi transistor”. “Para pengacara kelak merepotkan modal ventura, yakni dengan memaksa kami menulis buku prospektus yang demikian tebal dan kompleks serta harus ditelaah secara saksama sebelum diedarkan.

Konyol sekali,” Rock belakangan mengeluh sambil mengeluarkan lembaran kertas dari lemari arsipnya. “Saya tinggal memberi tahu orang bahwa Noyce dan Moore-lah yang mendirikan bisnis. Cuma itu yang perlu mereka ketahui.” 32 Nama pertama yang Noyce dan Moore pilih untuk perusahaan anyar itu adalah NM Electronics, diambil dari inisial mereka.

Nama tak menarik itu masuk kotak dan, setelah memilah-milah sekian banyak usulan yang sama membosankannya Electronic Solid State Computer Technology Corp., salah satunya mereka putuskan untuk memilih Integrated Electronics Corp. Nama itu sebenarnya “garing” juga, tetapi setidak-tidaknya dapat disingkat menjadi Intel. Selain singkat, nama tersebut mudah diingat dan terkesan intelek.

himedik.me

Belum ada Komentar untuk "ARTHUR DAN VENTURA"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel