Babbage dengan mesinnya

wowkece.me


Babbage dengan mesinnya


Secara konseptual, Mesin Selisih memang hebat bukan main. Babbage bahkan menemukan cara untuk menciptakan tabel bilangan primer sampai angka 10 juta. Pemerintah Britania pun terkesan, setidaknya mula-mula. Pada 1823 Pemerintah Britania menginvestasikan £1.700 dan belakangan malah menggelontorkan lebih dari £17 ribu, dua kali lipat biaya perakitan kapal perang, untuk mendanai upaya Babbage merakit mesin jadi.

Akan tetapi, proyek itu lantas menghadapi dua persoalan. Pertama , Babbage dan insinyur yang dia pekerjakan tidak memiliki keterampilan memadai untuk membuat alat yang fungsional. Kedua , Babbage mulai memimpikan kreasi baru yang lebih bagus. Ide anyar Babbage, yang dicetuskan pada 1834, adalah komputer serbaguna yang dapat menjalankan beragam operasi berdasarkan instruksi pemrograman. Alat tersebut bisa mengerjakan satu tugas, lalu beralih mengerjakan tugas lain.

Mesin itu bahkan bisa memerintahkan diri sendiri untuk beralih tugasatau mengubah “pola kegiatannya”, meminjam penjelasan Babbage berdasarkan kalkulasi interimnya sendiri. Babbage menamai bakal ciptaannya ini Mesin Analitis. Babbage ternyata lebih maju seratus tahun daripada zamannya. Mesin Analitis merupakan produk dari menurut istilah Ada Lovelace dalam esainya mengenai imajinasi “keterampilan untuk meramu”. Babbage telah mengombinasikan macam-macam inovasi di bidang lain, trik yang dipraktikkan oleh banyak penemu. Dia mula-mula menggunakan silinder logam berpaku-paku untuk mengontrol perputaran di selot. Namun, Babbage kemudian mempelajari, sama seperti Ada, mesin tenun otomatis yang diciptakan pada 1801 oleh pria Prancis bernama Joseph-Marie Jacquard, teknologi yang mentransformasi industri pemintalan sutra.

Mesin tenun menciptakan motif menggunakan kait untuk mengangkat benang pakan, kemudian palang mendorong benang lungsin ke bawah. Jacquard menciptakan metode yang menggunakan kartu- kartu berlubang untuk mengontrol proses penenunan. Lubang-lubang menentukan kait dan palang mana yang akan diaktifkan untuk tiap tahap penenunan, alhasil menciptakan motif-motif rumit secara otomatis. Tiap kali disisipkan teropong berisi gulungan benang baru, akan ditambahkan pula kartu berlubang baru.

Pada 30 Juni 1836, di dalam “Buku Corat-Coret” (“Scribbling Books”), Babbage mencatatkan entri yang merupakan lompatan besar dalam prasejarah komputer, “Mengusulkan mesin tenun Jacquard sebagai pengganti silinder.” 30 Dengan menggunakan kartu berlubang alih-alih silinder logam, instruksi yang dapat dimasukkan menjadi tidak terbatas. Selain itu, urut-urutan tugas bisa dimodifikasi sehingga mempermudah perancangan mesin serbaguna yang betul-betul multifungsi dan bisa diprogram ulang.

Babbage membeli potret Jacquard dan mulai memamerkan lukisan itu dalam acara-acaranya. Lukisan tersebut menggambarkan sang penemu duduk di kursi berlengan, berlatar belakang mesin tenun, sambil memegang jangka yang ditumpukan di atas kartu-kartu segi empat berlubang. Babbage menghibur para tamu dengan mempersilakan mereka menebak apa tepatnya lukisan itu. Sebagian besar mengira lukisan tersebut merupakan ukiran yang cermat.

Babbage lalu mengungkapkan bahwa lukisan itu sebenarnya tenunan sutra halus, yang terdiri atas 24 ribu baris anyaman, masing-masing tenunan dikendalikan oleh kartu berlubang tersendiri. Ketika mendatangi salah satu pesta Babbage, Pangeran Albert, suami Ratu Victoria, menanyai Babbage mengapa menurutnya anyaman tersebut menarik sekali. Babbage menjawab, “Anyaman ini sangat bermanfaat untuk menjelaskan hakikat alat hitung saya: Mesin Analitis.”

Walau begitu, hanya segelintir orang yang mafhum akan keindahan mesin baru yang diusulkan oleh Babbage, sedangkan Pemerintah Britania tidak berkeinginan mendanainya. Sekalipun sudah berusaha, Babbage tidak bisa menarik perhatian media massa populer ataupun jurnal ilmiah.

Meski demikian, ada satu orang yang memercayainya. Ada Lovelace mampu mengapresiasi konsep mesin serbaguna. Yang lebih penting, Ada membayangkan kegunaan yang niscaya menjadikan mesin itu betul-betul menakjubkan: Mesin Analitis berpotensi bukan saja untuk memproses angka-angka, melainkan juga notasi simbolis apa pun, termasuk notasi musik dan artistik. Ada berpendapat bahwa konsep tersebut amat puitis dan dia pun berusaha meyakinkan orang lain agar sependapat dengannya.

Ada membanjiri Babbage dengan surat, sebagian cenderung sok, meski pria itu 24 tahun lebih tua daripada dia. Dalam salah satu surat, Ada menjabarkan permainan soliter menggunakan 26 kelereng yang tujuannya melakukan “lompatan” sebanyak mungkin sehingga hanya tersisa satu kelereng. Ada sudah menguasai permainan itu, tetapi ingin menurunkan “formula matematika ... yang dapat memberikan solusi umum dan yang bisa diekspresikan dengan bahasa simbolis”. Kemudian, Ada bertanya, “Apakah saya terlampau imajinatif di mata Anda? Saya yakin tidak.”

Ada ingin bekerja sama dengan Babbage sebagai publisis dan mitranya dalam rangka menggalang dukungan untuk merakit Mesin Analitis. “Saya ingin sekali berbincang dengan Anda,” tulis Ada pada awal 1841. “Akan saya beri Anda petunjuk, apa persisnya yang ingin saya perbincangkan. Saya merasa, pada masa mendatang ... Anda barangkali berkenan memberdayakan kepala saya untuk mewujudkan tujuan dan rencana Anda. Jika demikian, jika saya layak Anda berdayakan, silakan manfaatkan kepala saya sesuka Anda.”

Setahun berselang kesempatan emas yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.

wowkece.me

Belum ada Komentar untuk "Babbage dengan mesinnya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel