Belajar untuk melepaskan

fawaz.id


Belajar untuk melepaskan


"Saya punya seorang teman yang selalu sukses dalam bisnis dan menjadi sangat kaya. Kemudian, melalui serangkaian kemalangan, bisnisnya ambruk dan ia pun bangkrut. Ia tidak pernah bisa melupakannya. Walaupun pada saat bisnisnya ambruk itu ia masih cukup muda dan memiliki kemampuan, kepanjangan daya akal serta ide-ide untuk memulai lagi, tapi ia berubah menjadi orang yang getir dan pemarah dan menyalahkan dunia atas kehilangannya.

Terus berpegang pada kegagalan dan kesalahan masa lalu akan menguras banyak energi. Salah satu pelajaran terbaik yang pernah saya dapatkan, tidak hanya dalam bisnis, tapi juga dalam hidup adalah seni melepaskan.

Belajar untuk melepaskan - Sulit untuk menemukan kekasih baru jika Anda masih termakan kemarahan dan kebencian terhadap mantan kekasih yang menghancurkan hati. Bahkan mungkin Anda tidak sadar bahwa Anda masih tidak bisa melupakannya dan berharap ia kembali. Bagaimana Anda bisa membangun bisnis yang sukses jika Anda masih getir dan hancur karena kehilangan bisnis yang sebelumnya? Anda berusaha keras hari demi hari, berjuang untuk membuatnya berhasil dan merasa bingung mengapa Anda tidak kunjung berhasil. Perjuangan ini membuat kegetiran Anda semakin kuat dan langgeng.

Dulu saya pernah punya mitra bisnis yang membawa kabur hampir semua harta milik saya. Ia meninggalkan saya setumpuk utang dan ego yang babak belur. Bertahun-tahun saya sangat marah padanya, memikirkan bagaimana caranya agar bisa balas dendam. Kemudian pada suatu pagi, saya bangun dan menyadari betapa banyak energi yang saya buang untuk berpegang kuat pada kemarahan ini. Fisik saya juga menderita akibat kemarahan itu "badan saya dipenuhi bisul, saya tidak bisa tidur, lekas marah, dan tidak bahagia. Pada pagi itu, saya memutuskan untuk melepaskan segalanya, untuk belajar dari situasi, dan untuk meletakkan sedikit kepercayaan kepada alam semesta dan hukum karma. Perubahan yang terjadi sangat menakjubkan bisul-bisul itu hilang dalam waktu beberapa hari, saya bisa tidur seperti bayi, dan seluruh kepribadian saya menjadi lebih riang sehingga saya bisa menikmati hidup lagi.

Belajar untuk melepaskan - Mudah sekali menemukan alasan untuk menjadi getir dan hancur; saya tahu saya punya banyak alasan seperti itu. Orangtua saya meninggalkan saya dan kakak perempuan saya sewaktu kami masih bayi. Akan gampang sekali jika saya mau memendam kemarahan terhadap mereka, tapi saya belajar untuk memahami alasan mengapa mereka sampai bisa melakukan itu, untuk berempati kepada pasangan muda mereka sendiri masih sangat muda yang menemukan diri mereka berada dalam hubungan yang buruk. Mereka melakukan apa yang mereka pikir terbaik pada saat itu mereka meninggalkan kami dengan seseorang yang lebih mampu merawat kami. Jika mereka tidak melakukannya, apakah saya bisa tumbuh menjadi penulis buku-buku laris, pengusaha sukses, dan pemimpin di komunitas saya? Saya meragukannya. Jadi, saya malah bersyukur bahwa orangtua saya meninggalkan kami.

Kesadaran bahwa tindakan orangtua saya itu telah memungkinkan saya sukses benar-benar mengubah hidup saya. Daripada menderita karena benci dan merasa dibuang, saya lebih memilih untuk bersyukur. Namun, saya membutuhkan waktu lama untuk sampai ke pemikiran ini serta meninjaunya dari berbagai sudut pandang dan akhirnya memutuskan untuk melupakannya saja." "Mengidentifikasi masalah yang terus Anda pegang dan yang mengikis energi Anda adalah langkah pertama untuk melepaskannya. Kemudian Anda harus mengajukan dua pertanyaan ini kepada diri Anda. Pertama, apa yang bisa Anda dapat dari terus memegang masalah ini? Dan apa yang bisa Anda dapat jika melepaskannya? Misalnya, jika Anda tersakiti dalam hubungan yang terdahulu, Anda bisa memilih untuk menahan diri dan tidak pernah dekat dengan orang lain lagi. Keuntungannya adalah Anda tidak akan pernah disakiti lagi. Kerugiannya adalah Anda akan sangat kesepian, hidup Anda akan dangkal dan muram tanpa pasang surut yang dirasakan dalam hubungan yang dekat dan mendalam.

Belajar untuk melepaskan - Atau, dalam konteks bisnis, jika anggota staf mencuri dari Anda, mudah sekali untuk memutuskan bahwa Anda tidak akan pernah percaya pada karyawan lagi. Yang lebih buruk lagi, Anda mungkin akan mulai membayangkan bahwa semua orang berusaha mencuri dari Anda. Anda akan menjadi paranoid dan menghabiskan semua energi Anda untuk mengkhawatirkan masalah ini. Namun, bagaimana Anda bisa mengembangkan bisnis tanpa memberdayakan orang lain dan memercayai mereka untuk melakukan hal yang benar?

Belajar cara untuk melepaskan adalah pelajaran yang berharga dalam hidup. Terus berpegang pada hal-hal negatif hanya akan membuang banyak energi.

Terimakasih telah membaca Belajar untuk melepaskan.

fawaz.id

Sumber 

Andrew Griffiths, Dilarang Berbisnis 100% Jika Mau Menjadi Pengusaha Kaya Raya & Bahagia.

Belum ada Komentar untuk "Belajar untuk melepaskan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel