Everybody Can Make a Design!

akurat.me


Everybody Can Make a Design! 


Unik, Artistik, Menguntungkan

Bagaimana kita memikirkan sebuah ide, atau suatu hal yang jauh diluar pemikiran-pemikiran yang sudah ada sebel umnya. Sekarang saatnya untuk mencoba berpikir di luar kotak. Beberapa contoh interior ruang usaha berikut ini mungkin dapat mem berikan inspirasi baru bagi Anda untuk memikirkan sesuatu yang tidak bi asa, liar, unik, dan membuat Anda memikirkan suatu hal yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Toko kelontong dan minimarket

“Satu hal yang paling mendasar, penataan barang dagangan. Prioritas toko kelontong ada pada display produk. Semakin banyak produk yang di display, maka pembeli akan semakin tertarik, tak peduli seberapa luas toko kelontong Anda.”

Budget interior

a. toko kelontong sampai sembilan ratus enampuluh enam ribu

b. mini market sampai sepuluh juta tujuh ratus empat puluh lima ribu

Segmentasi

Konsumen Langkah pertama yang ditentukan adalah segmentasi pasar Anda. Kelas menengah atas, kelas menengah bawah, atau semua kalangan? Pem batasan segmen ini akan menentukan imej pembuka dari toko kelontong yang akan Anda rancang. Segmentasi juga bisa disesuaikan dengan lokasi Anda membuka toko dan budget. Jika Anda memiliki cukup banyak dana dan ingin membuka toko di lokasi perumahan, dirikanlah minimarket. Na mun jika dana Anda terbatas, cukup dirikan toko kelontong.

Sebenarnya, bukan hal yang sangat penting apakah toko kelontong atau minimarket yang akan Anda pilih. Semua bergantung dari kemampuan Anda dalam menata display produk. Semakin padat produk yang ditampilkan, pembeli akan tertarik karena toko Anda menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat.

Untuk toko kelontong, Anda tak perlu repot-repot melengkapi ruangan dengan AC dan pintu kaca. Saat berbelanja di toko kelontong, pembeli su dah tau apa yang akan dibelinya. Mereka tidak akan menghabiskan banyak waktu di sana.

Sementara di minimarket, pembeli yang datang kemungkinan besar membeli produk sambil melihat-lihat barang apa lagi yang sekiranya bisa dibeli. Karakteristik dari minimarket yaitu; (1)open display, artinya item produk yang dijual dipamerkan secara terbuka dan mudah diakses oleh pelanggan, (2)fix prices, harga yang ditetapkan adalah harga pasti dan ti dak ada sistem tawar menawar, dan (3)swalayan, pelanggan bisa berbe lanja tanpa harus dilayani dan tanpa harus berinteraksi langsung dengan pihak penjual. Nah, di sini, kenyamanan berbelanja menjadi penting. Untuk meraih kenyamanan berbelanja di minimarket, Anda bisa menggunakan pintu kaca dan AC.

Penataan yang Simpel

Sekali lagi, peran penting dalam toko kelontong adalah menata display produk. Pemilihan warna untuk cat ruangan dan pencahayaan bisa dino morduakan.

Saatnya Anda mengisi toko Anda dengan perabotan/fixture. Anda ting gal datang ke dealerpenyedia fixturekhusus toko kelontong. Beberapa toko penyedia fixture bahkan memberikan jasa perancangan fixture berdasarkan karakteristik toko. Fixture pokok untuk minimarket adalah Gondola, rak-rak, etalase, cooler showchase (lemari pendingin), dan mesin kasir. Untuk toko kelontong, fixture yang dibutuhkan lebih simpel lagi, cukup etalase, rak kayu, dan besi sudut. Untuk menghemat biaya, Anda bisa memesan ke tukang kayu agar disesuaikan dengan budget.

Tips Tepat Memilih Gondola

Gondola adalah rak-rak yang digunakan untuk mendisplay barang-barang di minimarket ataupun swalayan. Gondola memiliki ukuran-ukuran tertentu antara 1, 2, 3, dan seterusnya. Untuk toko dengan luas ruang 5x7 m gu nakan gondola dengan ukuran 1. Ukuran 2 ke atas digunakan pada super market ataupun pasar swalayan. Anda perlu tahu, satu rak gondola mampu diisi berbagai produk senilai Rp 2 juta.

Ukuran Ruang

Ukuran ruang toko kelontong sebaiknya disesuaikan dengan segmen pasar tadi. Ukuran ruang 5x7 m misalnya, cukup untuk menampung barang-ba rang dari produk food sampai non-food dan dapat ditujukan untuk semua kalangan.

Namun jika ruang Anda sangat terbatas, 3x4 m misalnya, Anda tetap bisa mengoptimalkan toko Anda. Caranya, untuk snack-snack ringan, cukup digantung dengan kawat atau tali mur. Pada rak kayu, produk seperti mie instan misalnya, ditumpuk secara horizontal agar muat banyak. Untuk mena rik pembeli, di bagian depan rak, mie instan dipajang secara vertikal agar mudah terlihat pembeli.

Penempatan Meja Kasir

Penempatan meja kasir sebaiknya tidak dapat dilihat langsung dari luar, agar toko Anda tidak menjadi sasaran tindak kriminal. Gunakan penghalang berupa kulkas ataupun etalase rokok sebagai partisi antara area pengun jung dengan meja kasir sendiri.

Pola Grid Pattern

Pola grid pattern sangat cocok diterapkan pada toko kelontong ataupun minimarket. Pengunjung dengan mudah untuk membeli barang. Selain itu kontrol keamanan pun dapat dengan mudah dilakukan.

Penempatan Produk

Produk yang dijual biasanya terbagi menjadi dua, yaitu produk makanan dan non-makanan. Produk-produk tersebut harus dipisah berdasarkan jenisnya. Pemisahan ini terkait kemudahan pembeli dalam memilih belanjaan. Penjual/pelayan toko pun tak perlu repot mencari karena produk yang dijual sudah terklasifikasi.

Anda juga harus memperhatikan produk makanan yang cepat berjamur, basi, mudah rusak, atau memerlukan penanganan khusus. Seperti roti-roti harus disimpan dalam tempat yang aman, terhindar dari sinar matahari, ataupun semut. Produk makanan fast food juga harus disimpan di kulkas atau cooler showcase agar tidak mudah busuk.

Selain itu ada juga produk yang dibagi sesuai pergerakannya, yaitu produk slow moving dan fast moving. Produk fast moving seperti rokok, permen, dan lain sebagainya biasanya ditempatkan di meja kasir. Hal ini untuk mempermudah barang terjual.

Kontrol Barang

Kontrol barang pada mini market mudah dilakukan jika lay out yang digu nakan adalah grid pattern. Selain itu, Anda juga bisa menempatkan cermin cermin cembung sebagai pengontrol untuk mencegah pengutil.

Sirkulasi Pengunjung

Perhatikan jarak antara gondola satu dengan lainnya. Jarak sirkulasi mini market yang benar adalah 80 cm. Jarak tersebut dihitung berdasarkan tingkat keleluasaan pembeli (satu orang) dalam memilih barang.

Gelaran Diskon

Diskon bisa menjadi daya tarik mini market Anda. Bagaimanapun juga kon sumen selalu tertarik dengan potongan-potongan harga yang menggiurkan. Konsumen akan berniat untuk berbelanja karena momen diskon meskipun sedang tidak membutuhkan produk tersebut.

Untuk toko kelontong, Anda bisa memajang papan harga di depan rumah, khusus untuk sembako yang paling banyak dibutuhkan konsumen. Bila terdapat potongan harga, informasikan pula lewat papan harga terse but.

Selektif Memilih Produk Pastikan produk-produk yang Anda miliki berbeda dengan toko-toko lain yang menjadi saingan bisnis Anda. Produk-produk signifikan yang Anda jual akan menjadi selling point dalam bisnis toko kelontong Anda. Misalnya, toko Anda hanya menjual produk-produk makanan tertentu yang diimpor lang sung dari negeri seberang yang tidak didapatkan di toko lainnya.

Kemudahan Pengunjung dalam Memilih Barang Pastikan pengunjung mudah memilih barang apapun. Kelebihan mini mar ket adalah proses pemilihan produk yang mudah. Poin inilah yang mem bedakan toko kelontong tersebut dengan pasar-pasar tradisional ataupun warung-warung sembako biasa.

Go Green! Saat ini kampanye Stop Global Warming tengah marak. Salah satu penye babnya adalah sampah plastik yang menumpuk dan tidak dapat terurai dengan mudah. Di luar negeri, cara yang lazim dilakukan adalah mengganti tas kresek dengan kantong-kantong kertas pembungkus yang dapat didaur ulang. Cara bisa Anda terapkan sebagai media promosi bahwa toko And a memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkunga. Jangan lupa cantum kan logo toko Anda pada kantong kertas tadi.

Voucher Belanja Saat berbelanja, konsumen akan senang jika mereka mendapatkan voucher ekstra. Voucher tersebut dapat berupa produk ekstra jika pengunjung telah mencapai poin pembelian. Akan lebih menarik jika voucher tersebut berupa undian berhadiah yang ditukar langsung dengan souvenir menarik.

Tips Pengadaan Barang

a. Lakukan survey terlebih dahulu di beberapa toko kelontong untuk menentukan harga jual barang. Jika ingin mendapatkan barang dengan harga murah sehingga bisa dijual kembali, Anda bisa pergi ke toko grosir atau pasar besar. Jangan berbelanja terlalu jauh karena Anda akan mengeluarkan uang bensin lebih banyak.

akurat.me

b. Utamakan menjual barang-barang yang perputarannya cepat, se hingga Anda bisa melakukan pengadaan barang dua hari sekali. Pengadaan barang juga bisa dilakukan tiap stok produk ham pir habis. Jangan sampai Anda kehabisan barang karena kana mengecewakan pembeli. Pembeli pun akan beralih ke toko lain karena menganggap toko kelontong Anda tidak lengkap.

c. Tentukan sistem pembayaran untuk usaha Anda; cash dan kon sinyasi. Konsinyasi diartikan sebagai penitipan barang. Anda bisa menerima titipan barang dari penjual lain dan mengambil keun tungan dari hasil penjualannya. Misalnya Anda menerima titipan krupuk udang seharga Rp 1.000,- per bungkus. Anda bisa men jualnya kembali di toko Anda dengan harga Rp 1.200,- atau ber dasarkan kesepakatan. Dari situ Anda telah mendapatkan keun tungan Rp 200,-. Semisal barang yang dititipkan tidak laku selama periode tertentu, Anda bisa mengembalikan ke penitipnya. Meski pun saat ini, hanya sedikit yang menerapkan sistem titipan seperti ini. Rata-rata distributor menerapkan sistem pembayaran secara cash supaya tidak rugi bila pemilik toko terlalu lama berhutang. Namun bagi pelanggan lama, distributor biasanya memberikan kelonggaran dengan pembayaran kredit, minimal 40% dari jumlah barang yang dibeli.

Belum ada Komentar untuk "Everybody Can Make a Design! "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel