Fans Menciptakan Branding

wowkece.me

Fans Menciptakan Branding 


Pada 4 Desember 2011, sebuah pesan tertuju kepada situs komunitas Reddit.com berjudul “The Terminator of Phones” dengan penjelasan bagaimana Nokia 3310 kini ponsel tersebut sudah mati di kebanyakan market hanya dapat dihancurkan dengan api Gunung Doom. Biasanya situs Reddit digunakan orang-orang untuk berkomentar atau mengkritik public figure, dan secara mengejutkan Nokia 3310 mendapat tanggapan yang positif.

Tiga minggu kemudian, berbagai komentar mulai memenuhi Reddit. com dan menggambarkan betapa ponsel Nokia tidak dapat dihancurkan. Redditor Naysar menggambarkan bagaimana ketika sebuah iPhone jatuh kelantai ponsel tersebut rusak, sementara ketika Nokia 3310 jatuh ke lantai, lantailah yang hancur.

Kemudian banyak meme mengikuti; Nokia 3310 berperan sebagai Death Star di Star Wars, Nokia 3310 sebagai barang yang dilempar saat berdemonstrasi bila batu sudah tidak ada, dan tentu saja, perbandingan antara Nokia 3310 dan Chuck Norris pun tak bisa terelakkan.

Perbandingan dengan Norris sangat pedih karena keduanya memiliki karakteristik yang sama. Chuck Norris adalah bintang film yang relatiftak terlalu dikenal oleh generasi muda saat ini. Kebanyakan pernah dengar namanya, tetapi hanya sedikit yang bisa menyebut film yang ia bintangi. Bahkan, sebagian tidak tahu apakah ia sebenarnya hidup atau mati.

Namun, meskipun Norris tidak jelas, ia otentik. Dia nyata tapi muncul dengan acara kosong yang memungkinkan banyak fans me remix meme yang berisi ketidakjelasannya yang langgeng. Kontras dengan Bruce Lee yang ikut membintangi sejumlah film bersama Norris dan tentu saja lebih sukses secara komersial. Bahkan Bruce Lee secara luas lebih dikenal ketimbang Norris. Tidak seperti Norris, masyarakat mengenal jalan cerita hidup Bruce Lee. Kita tahu terlalu banyak, sehingga tidak ada ruang untuk fans untuk menulis versi mereka sendiri dari cerita Bruce Lee.

Ketika Nokia memasarkan produk Lumia, Nokia mencoba untuk memiliki cerita resmi dari brand mereka tapi gagal untuk menerima nilai otentik yang telah disematkan fans. Nokia malah memaksa ingin mendapatkan konteks yang sama dengan Apple. Yang ada sekarang bukanlah narasi merek yang tunggal. Yang ada sekarang adalah narasi paralel yang dikatakan oleh fans di seluruh dunia.

Anda tidak membeli Toyota jika Anda ingin mobil mewah atau mobil sport. Bila Toyota melihat BMW dan Mercedes, lalu mencoba bersaing dengan mereka di dalam pasar taruhannya yang mewah, tentu Toyota akan kalah.

Banyak merek akan menghabiskan seumur hidup dan gagal mendapatkan nama di pasaran, seperti menjadi brand yang mendapat julukan “The Terminator” atau “tidak dapat dihancurkan” atau bahkan “andal”. Kemudian, ketika Anda telah mendapatkan nama di pasaran, Anda harus berjuang mati-matian untuk mempertahankan itu, tidak membuangnya dan mencari sesuatu untuk memenangkan penghargaan sebagai clever marketing.

Kekuatan Fans

Carilah penawaran produk-produk Lego di Amazon, Anda akan terkejut dengan peningkatan jumlah orang yang menjadi pengecer.

Seperti halnya merek-merek soda, kekuatan Lego berasal dari kelemahan produk itu sendiri. Jika Anda mengecer balok plastik, Anda tidak dapat bergantung pada design thinking atau fitur produk untuk dijual. Anda dipaksa dari awal untuk mengembangkan sebuah cerita yang menarik, yaitu konteks, untuk memasarkan produk.

Pentingnya kebutuhan cerita telah membuat merek ini sensitif terhadap kebutuhan pelanggan. Jika ada orang dewasa sama-sama passionate tentang Lego seperti halnya anak-anak, merek yang berfokus pada konteks ini akan cepat bereaksi dan beradaptasi.

Lego tidak memiliki basis konsumen yang mudah untuk dikotak kotakkan. Nenek membeli Lego untuk cucunya, atau orang dewasa yang antusias membeli Lego Millennium Falcon dari hasil mengumpulkan uang gajinya.

Mereka kemudian dipaksa untuk menjawab pertanyaan, “Mengapa membeli Lego?” ketika banyak alternatif yang bisa dibeli dengan setengah harga yang lebih murah. Dan, untuk beberapa orang, harga Lego yang premium (mahal!) tidak pantas untuk harga bagi balok balok plastik. Tapi, bagi banyak orang seperti Kevin Walter, yang terpenting adalah apa yang balok ini dapat lakukan untuk kehidupan sosial mereka.

Kevin Walter, seorang yang memproklamasikan diri sebagai orang yang hobi mengoleksi Lego, menjalankan berbagai komunitas Lego dan meets-up online. Mungkin Kevin Walter adalah orang yang tidak dikenal di media mainstream, tetapi dia orang yang membangun 2,5 meter replika benteng Sauron Barad-Dur dari film Lord of the Rings. Proyek ini berlangsung 2 bulan, menggunakan 50.000 bricks Lego.

Tapi, Kevin tidak melakukannya sendiri ia membagi proyek ini secara online melalui blog dan mencari beberapa saran, ide-ide, dan petunjuk dalam membentuk bangunan. Barad-Dur menjadi daya tarik bintang pada konvensi Lego, para remaja dan ayah mereka sama-sama suka berpose di depan struktur yang mengesankan itu untuk diabadikan menjadi sebuah foto. Imitasi murah Cina tentu saja tidak bisa melakukan ini untuk Kevin.

Sejarah eksperimen Lego dengan fans panjang dan belum tentu mulus. Ada banyak kegagalan, tetapi sudah ada banyak keberhasilan yang telah menciptakan hambatan emosional untuk keluar yang mencegah Walters dari desersi dan pindah hati ke balok plastik buatan Cina.

Cussoo, penggemar situs pengajuan Lego mengundang penggemar untuk mengirimkan ide-ide tentang seperti apa set Lego yang harus merek tersebut keluarkan berikutnya.

Banyak entri yang khas fokus pada franchise yang ada seperti Batman dengan seri Lego Dark Knight dan sebagian besar telah melambung dengan beberapa ratus atau, jika beruntung, 1.000 orang memberikan persetujuan. Saat satu entri mendapatkan lebih dari 1,000 suara, perusahaan pembuat balok plastik asal Denmark ini akan mulai mempertimbangkan kemungkinan menciptakan koleksi baru yang sesuai dengan ide tersebut.

Pernah suatu kali ada satu masukan yang mendapatkan 10.000 suara pemilih hanya dalam waktu 48 jam. Bisa tebak apa ide tersebut? Lego Minecraft.

wowkece.me

Belum ada Komentar untuk "Fans Menciptakan Branding "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel