Hancurkan dinding pemisah dari brand

wowkece.me

Hancurkan dinding pemisah dari brand


Memilih Mindset

Memilih mindset youth marketing berarti membantu setiap fans mengungkapkan cerita pribadi mereka dan tidak memaksakan marketing kepada mereka. Model lama yang berkomunikasi dengan berteriak kepada konsumen bisa mengasingkan fans dan menenggelamkan cerita mereka. Salah satu tantangan kunci yang dihadapi dalam transisi adalah aturan 90-10. Ketika memaksakan youth marketing ke dalam pola marketing yang lama, Anda terfokus untuk mendapatkan perhatian sebanyak-banyaknya. Anda berharap dipilih oleh banyak orang ketimbang menjadi merek yang memiliki arti yang dalam bagi beberapa orang.

Ketika Anda menyarankan bahwa pemasaran harus lebih fokus pada 10%, akan ada perlawanan di awal-awal yang mengatakan, “Kita tidak bisa membangun bisnis di sekitar sekelompok kecil pelanggan.” Padahal, kebanyakan brand membangun sebuah bisnis di sekitar konsumen yang semu, konsumen yang sama sekali tidak ingin memberikan perhatiannya pada brand, konsumen yang rela membayar app agar tidak perlu melihat iklan. Mereka tidak percaya bahwa 10% penggemar dapat memengaruhi 90% konsumen? Well, bukankah 90% konsumen mereka tidak mendengarkan tentang produk mereka? Jadi apa yang akan Anda lakukan? Brand besar seperti Apple, Ford, Monster, Red Bull, dan Threadless, semua dimulai dengan penggemar yang sedikit dan kemudian berkembang dari penggemar yang kecil tersebut.

Memahami Motivasi Fans

Jika Anda tidak tahu siapa fans Anda, Anda hanya memiliki konsumen. Fans bukanlah “early adopter” itu adalah kesalahan persepsi yang mudah dilakukan. Mereka bukanlah “anak-anak gaul” yang rela mengantre di depan Apple Store. Fans adalah orang-orang yang mencintai produk Anda dan mereka mempunyai keunikan dan motivasi personal. Setiap brand mempunyai penggemarnya sendiri, kebanyakan belum menemukannya. Karena, mereka masih berpikir tentang “konsumen”. Ketika berusaha keluar dari ranah penelitian tradisional umur, lokasi, SES, dan sebagainya peneliti sering mentok di segmentasi berdasarkan perilaku, misalnya apa yang mereka beli. Penelitian youth marketing memerlukan pendekatan immersive yang menjawab pertanyaan “mengapa” di balik suatu perilaku, misalnya, “Mengapa mereka membeli suatu barang?” Menggunakan penelitian immersive yang berbasis empati, brand dapat membangun pen-profile fans untuk membantu memahami emosi ketimbang logika perilaku konsumen berdasarkan tanggapan pelanggan. Lihat contoh pen-profiles berdasarkan dorongan individu, cerita, dan aspirasi mereka.

Let Go

Izinkan fans untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan secara natural. Dukunglah kapasitas kreatif dan kebutuhan sosial mereka untuk saling berhubungan dengan orang lain. Biaya iklan, penelitian produk, pengembangan customer service, dan call centre semakin meningkat dalam dunia bisnis. Ketika perusahaan berusaha untuk mengontrol pengalaman konsumen, mereka tidak perlu internalisasi biaya. Saat ini, para konsumen telah mempunyai alat untuk dapat menolong satu sama lain, menolong penjualan brand di pasar, atau bahkan menginovasi produk para brand perlu keluar dari strategi yang lama. Perusahaan yang bisa “let go” dan membiarkan aktivitas para konsumen, dapat menyebarkan biaya tersebut ke market karena penggemar melakukan marketing secara natural. Dengan membiarkan Trevor Moran menggunakan Apple Store untuk mengisahkan ceritanya, Apple dapat mengurangi pengeluaran biaya periklanannya dan memperoleh lebih banyak earned media. Dalam model telepon youth marketing, biaya pusat menjadi aset.

wowkece.me

Belum ada Komentar untuk "Hancurkan dinding pemisah dari brand"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel