Inilah cara intel

himedik.me


Inilah cara intel


Inovasi muncul dalam beragam bentuk. Sebagian besar yang dijabarkan di buku ini berupa benda fisik, seperti komputer dan transistor, serta proses-proses terkait, seperti pemrograman, peranti lunak, dan networking . Yang juga penting ialah inovasi yang memproduksi layanan baru, seperti modal ventura, dan yang menciptakan struktur organisasi untuk penelitian dan pengembangan, seperti Bell Labs. Inovasi yang muncul di Intel berdampak penting pada era digital, hampir sama penting dengan temuan-temuan yang sudah dibahas sebelumnya.

Inovasi tersebut berupa budaya korporat dan gaya manajemen yang menjadi antitesis dari tatanan organisasi hierarkis di perusahaan-perusahaan Pesisir Timur AS. Sama seperti kebanyakan tradisi Silicon Valley, gaya manajerial semacam ini berakar dari Hewlett-Packard. Pada Perang Dunia II, selagi Bill Hewlett berdinas militer, Dave Packard sering menginap di kantor dan turun tangan langsung mengawasi tiga shift pekerja, banyak di antaranya perempuan. Packard menyadari karena keadaan lebih bagus apabila dia memberikan jam kerja fleksibel dan keleluasaan bagi karyawan untuk menyelesaikan target sesuka mereka.

Struktur organisasi perusahaan menjadi relatif egaliter karenanya. Pada 1950-an, pendekatan ini, yang berpadu dengan gaya hidup kasual California, menciptakan kultur perusahaan yang termanifestasikan ke dalam acara minum-minum pada Jumat, jam kerja fleksibel, dan opsi saham. 33 Robert Noyce mendorong kultur ini selangkah lebih jauh. Untuk memahami cara kerja Noyce sebagai manajer, layak diingat bahwa dia dibesarkan sebagai seorang Kristen Kongregasionalis. Ayah dan kedua kakek Noyce pendeta aliran Protestan sempalan yang salah satu ajaran intinya ialah penolakan atas hierarki dan segala embel-embelnya. Kaum Puritan telah membersihkan gereja dari kemewahan dan otoritas bertingkat-tingkat, bahkan meniadakan mimbar yang ditinggikan. Sementara itu, kaum Nasrani yang menyebarkan doktrin nonkonformis ke Dataran Great Plains orang-orang Kongregasionalis, salah satunya juga tidak menyukai pembeda-bedaan yang hierarkis.

Perlu diingat pula, sejak masih bersekolah, Noyce menggemari akapela. Tiap Rabu malam Noyce menghadiri latihan grup vokal yang beranggotakan dua belas orang. Dalam kelompok akapela, tidak ada penyanyi utama ataupun solois; lagu-lagu polifonik merangkai beragam suara dan melodi menjadi satu kesatuan, tetapi tak satu pun dominan. “Bagian Anda bergantung pada (bagian orang lain) dan sekaligus selalu mendukung yang lain,” demikianlah Noyce pernah menjelaskan. 34 Gordon Moore juga bersahaja, tidak otoriter, enggan berkonfrontasi, dan tidak berminat pada simbol-simbol kekuasaan. Keduanya bisa saling melengkapi.

Noyce, yang supel, dapat menyihir klien dengan daya pikat yang sudah dimiliki sejak kanak-kanak. Moore, yang selalu kalem dan bijaksana, suka berada di lab dan tahu cara membimbing para insinyur dengan pertanyaan-pertanyaan subtil atau (senjata simpanannya yang paling tajam) keheningan yang menusuk. Noyce piawai menyusun visi strategis dan melihat gambaran besar, sedangkan Moore memahami hal-hal detail terutama mengenai teknologi dan rekayasa. Jadi, mereka mitra yang sempurna, terkecuali dalam satu perkara: karena sama-sama tidak menyukai hierarki dan tidak suka main perintah, baik Noyce maupun Moore bukanlah manajer yang tegas.

Karena ingin disukai orang, mereka enggan bersikap galak. Mereka mampu membimbing, tetapi tidak bisa menyetir. Andaikan ada masalah atau silang pendapat, mereka tidak suka menghadapinya. Jadi, masalah bisa saja berlarut-larut. Di situlah peran Andy Grove. Grove, yang lahir dengan nama András Gróf di Budapest, bukanlah penganut Protestan Kongregasionalis yang gemar menyanyi akapela. Dia tumbuh besar sebagai orang Yahudi di Eropa Tengah tepat saat fasisme sedang bangkit, memetik pelajaran pahit tentang kekuasaan otoriter dan totaliter lewat pengalaman pribadi. Sewaktu umurnya 8 tahun, Nazi menduduki Hongaria; ayahnya dikirim ke kamp konsentrasi, sedangkan András dan ibunya dipaksa pindah ke apartemen sempit khusus warga Yahudi.

Ketika keluar rumah, dia harus menyematkan Bintang Daud kuning. Suatu hari ketika dia sakit, ibunya berhasil meyakinkan seorang teman non-Yahudi agar membawakan bahan masakan untuk membuat sup, yang ujung-ujungnya menyebabkan ibu dan temannya itu dijebloskan ke penjara. Keluarga Gróf berkumpul kembali sesudah perang, tetapi kemudian pemerintah komunis mengambil alih.

Grove memutuskan, pada usia 20 tahun, untuk kabur lewat perbatasan Austria. Sebagaimana dia tulis dalam memoarnya, Swimming Across , “Saat berusia 20 tahun, saya telah menjadi saksi hidup pemerintahan diktator Fasis Hongaria, pendudukan militer Jerman, Solusi Akhir Nazi, pengepungan Budapest oleh Tentara Merah Soviet, periode demokrasi nan kisruh pada tahun-tahun sehabis perang, sejumlah rezim komunis represif, dan pemberontakan populer yang dikandaskan todongan senjata api.” 35 Masa belia seperti itu tidaklah semenyenangkan aktivitas memotong rumput untuk menambah uang saku dan keikutsertaan dalam paduan suara di kota kecil di Iowa, juga tidak menumbuhkan pembawaan riang yang kalem.

himedik.me

Belum ada Komentar untuk "Inilah cara intel"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel