J. PRESPER ECKERT

wowkece.me


J. PRESPER ECKERT 


John Adam Presper Eckert Jr., yang dikenal secara formal sebagai J. Presper Eckert dan secara informal sebagai Pres, adalah anak tunggal pengembang properti kaya raya dari Philadelphia. 61 Salah seorang kakek buyutnya, Thomas Mills, menciptakan mesin pembuat permen jeli air asin di Atlantic City dan, yang sama pentingnya, mendirikan perusahaan untuk memproduksi serta menjual permen tersebut. Semasa kanak-kanak, Eckert diantar oleh sopir keluarga ke sekolah swasta William Penn, yang didirikan pada 1689.

Akan tetapi, kesuksesan dia buah dari bakatnya sendiri, bukan karena status sebagai anak orang kaya. Dia memenangi lomba sains sekota sewaktu berusia 12 tahun berkat sistem pemandu kapal model yang dia buat menggunakan magnet serta reostat, sedangkan pada usia 14 tahun dia secara inovatif memanfaatkan listrik di rumah menggantikan baterai yang sering bermasalah untuk memberdayakan sistem interkom di salah satu bangunan milik ayahnya.

Di sekolah menengah atas Eckert memukau para teman sekelas dengan pelbagai temuan dan dia memperoleh uang dengan merakit radio, amplifier , serta sound system . Philadelphia, kotanya Benjamin Franklin, saat itu adalah sentra elektronika terkemuka dan Eckert banyak melewatkan waktu di laboratorium riset Philo Farnsworth, salah seorang penemu televisi. Kendati dia diterima di MIT dan ingin kuliah di sana, orangtuanya tidak ingin dia pergi.

Pura-pura kesulitan keuangan gara-gara Depresi Besar, mereka mendesak Eckert kuliah di Universitas Pennsylvania saja dan tinggal di rumah. Dia menurut, tetapi membangkang keinginan orangtuanya untuk kuliah bisnis. Eckert justru mendaftarkan diri ke Moore School of Electrical Engineering di Universitas Pennsylvania karena menurutnya teknik elektro lebih menarik.

Reputasi sosial Eckert di Universitas Pennsylvania terdongkrak berkat kreasi yang dia namai “ Osculometer” (dari bahasa Latin yang berarti ‘mulut’). Konon alat ini bisa mengukur elektrisitas hasrat dan asmara dari sebuah ciuman. Setiap pasangan diminta mencengkeram pegangan alat dan kemudian berciuman, sentuhan bibir mereka akan menutup rangkaian listrik.

Sederet bohlam kemudian menyala, sedangkan tujuan utamanya ialah berciuman sedemikian rupa agar kesepuluh bohlam menyala dan megafon berbunyi.

Para kontestan yang pandai tahu bahwa ciuman basah dan telapak tangan berkeringat akan meningkatkan konduktivitas sirkuit. 63 Eckert juga menciptakan alat yang menggunakan metode modulasi cahaya untuk merekam bunyi di film, yang patennya dia peroleh sewaktu masih mahasiswa strata satu berumur 21 tahun. 64 Presper Eckert memiliki sejumlah kebiasaan ganjil. Energi melimpah menyebabkannya tidak bisa diam. Dia sering mondar-mandir di dalam ruangan, menggigiti kuku, berjingkrak-jingkrak, dan sesekali malah berpikir sambil berdiri di atas meja.

Dia mengenakan rantai jam saku yang tidak dikaitkan ke jam dan kerap memuntir rantai dengan jarinya seperti sedang menghitung rosario.

Wataknya temperamental sehingga terkadang meledak-ledak. Namun, kemarahannya dapat surut dalam sekejap dan digantikan oleh sikap menawan.

Eckert ketularan sifat perfeksionis dari sang ayah, yang kerap berkeliling situs konstruksi sambil membawa sekotak besar krayon untuk mengguratkan instruksi, menggunakan warna yang berlainan untuk mengindikasikan pekerja mana yang bertanggung jawab. “Ayah saya perfeksionis dan gemar memastikan bahwa pekerjaan kami sudah tepat,” katanya.

 “Tetapi, saking memesonanya dia, justru orang-orang yang berlomba-lomba untuk mengerjakan instruksinya.” Sebagai seseorang yang berjiwa insinyur tulen, Eckert merasa bahwa orang seperti dirinya diperlukan untuk melengkapi pekerjaan fisikawan seperti Mauchly.

“Pekerjaan fisikawan mencari kebenaran,” Eckert belakangan berkata. “Pekerjaan insinyur menemukan solusi praktis.”

wowkece.me

Belum ada Komentar untuk "J. PRESPER ECKERT "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel