Jangan takut untuk memecat (konsumen)

fawaz.id


Jangan takut untuk memecat (konsumen)


Salah satu alasan utama saya memilih untuk punya bisnis sendiri adalah supaya saya bisa memutuskan dengan siapa saya berbisnis (dan dengan siapa saya tidak ingin berbisnis). Beberapa orang memang terlalu sulit untuk dijadikan pelanggan. Kadangkala, pepatah tua ‘konsumen selalu benar’ sungguh salah besar.

Selama bertahun-tahun menjadi konsultan, saya telah belajar untuk menjadi penilai karakter yang baik. Saat pertama kali bertemu dengan klien potensial, saya menganggapnya sebagai wawancara bagi mereka dan bagi saya. Saya mendengarkan kata hati saya tentang klien tersebut. Apa kami memiliki pemikiran yang sama? Apa mereka mengetahui dengan jelas apa yang mereka inginkan? Apa menurut saya kami bisa bekerja sama? Jika saya tidak bisa menjawab ya untuk pertanyaan-pertanyaan ini, maka saya memilih untuk jujur sejak awal daripada berusaha membuatnya berhasil. Jadi, saya menyarankan mereka pergi ke tempat lain. Keputusan ini menghemat banyak waktu dan tenaga saya dan mencegah sakit hati dalam jangka panjang.

Demikian juga, kadangkala hubungan dengan klien bisa berubah dan tidak lagi berjalan dengan baik. Jika mereka terus menawar harga, menuntut yang tidak masuk akal, atau tidak berkomunikasi dengan efektif, tiba saatnya untuk beralih. Saya telah beberapa kali ‘memecat’ klien. Rasanya sangat memuaskan dan memberikan rasa harga diri yang sehat bagi saya.

Perusahaan pemasaran saya pernah menangani iklan sebuah pusat perbelanjaan besar. Semua orang menginginkan klien ini. Pekerjaan yang diberikan banyak dan membawa gengsi yang cukup besar sehingga membuat saya puas. Namun, klien itu sangat menuntut, memerlukan segalanya dalam jangka waktu yang sangat singkat, dan pada umumnya tidak realistis. Mereka terus-menerus menawar untuk mendapatkan harga yang lebih murah dan sering membutuhkan waktu lama sekali untuk melunasi tagihan.

Jadi, saya meninjau ulang klien tersebut dan menyadari beberapa hal yang menarik:

  1. Sebenarnya kami tidak mendapatkan keuntungan yang berarti dari klien itu. 
  2. Klien itu membuat stres semua orang di kantor. 
  3. Kami tidak bisa menerima pekerjaan lain yang lebih menguntungkan karena seluruh sumber daya kami digunakan untuk satu klien itu. 
  4. Kami tidak memiliki jaminan jangka panjang karena klien itu tidak mau menandatangani kontrak. 

Setelah peninjauan tersebut, saya membuat keputusan untuk melepaskan klien itu. Keputusan itu merupakan salah satu langkah bisnis paling cerdas yang pernah saya ambil. Saya mendapatkan empat klien baru sebagai penggantinya, menghasilkan empat kali lebih banyak dengan mengeluarkan energi yang sama besarnya. Jangan salah sangka dengan melepaskan klien itu, saya mengucapkan selamat tinggal pada lebih dari 70% pemasukan bulanan kami. Namun, itu merupakan volume yang tidak mendatangkan profit, dengan sedikit atau tanpa kepuasan, dan yang terpenting saya berisiko kehilangan staf terbaik saya karena frustrasi mengurus klien itu.

Beberapa konsumen memang tidak ada manfaatnya dipertahankan. Jika mereka membuat Anda membuang lebih banyak energi, waktu, dan kepuasan dari yang Anda dapatkan dari mereka, katakan selamat tinggal, tentu saja dengan cara yang sebaik mungkin.

Lantas apa yang seharusnya dilakukan?
Apa Anda memiliki konsumen yang perlu dipecat? Lakukan peninjauan yang menyeluruh terhadap konsumen yang kualitasnya minim atau patut dipertanyakan dan tentukan apakah terlalu banyak yang harus Anda korbankan untuk mempertahankan mereka. Berikan mereka kesempatan untuk mengubah situasi, tapi jangan takut untuk melepaskan mereka.

Terimaksi telah membaca Jangan takut untuk memecat (konsumen)

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "Jangan takut untuk memecat (konsumen)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel