JARINGAN KOMPUTER ANTAR GALAKSI

himedik.me


JARINGAN KOMPUTER ANTAR GALAKSI 


Sambil mengawinkan minat di bidang psikologi dan rekayasa teknologi, Licklider semakin fokus saja pada komputer. Alhasil, pada 1957, dia memutuskan untuk masuk ke firma anyar yang berbasis di Cambridge, Bolt, Beranek and Newman (BBN), perusahaan riset komersial-akademis yang juga mempekerjakan banyak teman Licklider.

Sama seperti di Bell Labs ketika transistor diciptakan, BBN mengumpulkan orang-orang dengan bakat beragam, antara lain para teoretikus, insinyur, teknisi, ilmuwan komputer, psikolog, dan sesekali melibatkan Kolonel Angkatan Darat. 23 Salah satu tanggung jawab Licklider di BBN ialah memimpin tim yang ditugasi mencari cara supaya komputer bisa mentransformasi perpustakaan.

Licklider mendiktekan laporan akhirnya, “Perpustakaan Masa Depan” (“Libraries of the Future”), dalam waktu lima jam selagi duduk di samping kolam renang ketika berada di Las Vegas untuk menghadiri konferensi. 24 Laporan tersebut mengeksplorasi potensi “alat-alat dan teknik yang memerantarai interaksi manusia- komputer dalam satu jaringan” dengan kata lain, jaringan Internet. Licklider membayangkan database raksasa yang digawangi oleh semacam pustakawan atau kurator yang bertugas menapis dan memilah-milah informasi supaya database itu “tidak terlalu meruah dan melantur, agar isinya tetap bisa diandalkan.”

Dalam bagian paling berwarna di laporan itu, Licklider menyuguhkan skenario fiktif. Dia membayangkan bertanya pada mesin, kemudian mesin menindaklanjuti, “Sepanjang akhir pekan, mesin meraup lebih dari 100 ribu dokumen, memindai bagian yang relevan, menganalisis bagian tersebut dan mengurutkannya berdasarkan tingkat kesesuaian, lalu mencuplik sejumlah pernyataan untuk dimasukkan ke database .” Licklider mafhum pendekatan yang dia jabarkan niscaya akan terlampaui. “Pendekatan yang lebih canggih tentu sudah tersedia sebelum 1994,” tulisnya, meneropong ke tiga dasawarsa kemudian.

Perkiraannya ternyata jitu. Pada 1994 dua mesin pencari pertama perambah teks, WebCrawler dan Lycos, dikembangkan untuk Internet, yang segera saja disusul oleh Excite, Infoseek, AltaVista, dan Google. Licklider juga memprediksi sesuatu yang kontra-intuitif, tetapi ternyata benar: informasi digital takkan menggantikan media cetak sepenuhnya. “Sebagai medium untuk menyuguhkan informasi, halaman cetak amatlah luar biasa,” tulisnya. “Resolusinya sesuai dengan kebutuhan mata. Media cetak memuat informasi yang cukup untuk menyibukkan pembaca dalam rentang waktu tertentu, jenis huruf dan formatnya fleksibel.

Pembaca bisa bebas membaca sesuka hati, sebanyak yang dia inginkan dan di mana saja yang dia inginkan. Media cetak berukuran kecil, ringan, portabel, bisa digunting dan tempel, mudah diganti dan diperbanyak, mudah dibuang, dan tidak mahal.” 26 Oktober 1962, selagi masih mengerjakan proyek “Perpustakaan Masa Depan”, Licklider ditarik ke Washington untuk mengepalai kantor anyar yang bertanggung jawab atas pemrosesan informasi di bawah salah satu badan Departemen Pertahanan AS, yaitu Advanced Research Projects Agency alias ARPA.* 2 Badan yang berkantor di Pentagon ini diberi wewenang untuk mendanai penelitian ilmu dasar di perguruan tinggi dan lembaga riset perusahaan sehingga menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengejawantahkan visi Vannevar Bush. ARPA juga memiliki sasaran yang lebih gamblang. Pada 4 Oktober 1957 Rusia meluncurkan Sputnik, satelit pertama buatan manusia.

Keterkaitan antara sains dan pertahanan yang disebut-sebut Bush kini tampak nyata di langit malam, berkelap-kelip bagaikan bintang. Ketika menyipitkan mata ke angkasa untuk melihat Sputnik, warga Amerika Serikat sekaligus tahu bahwa Bush benar. Bangsa yang paling serius mendanai riset sains terbaik akan memproduksi roket dan satelit terbaik pula. Publik yang panik kontan berteriak-teriak agar pemerintah lebih menaruh perhatian di bidang sains dan teknologi. Presiden Eisenhower menyukai para ilmuwan. Kultur dan cara berpikir mereka, kemampuan mereka bersikap rasional dan tidak partisan, memikat hati Eisenhower.

“Mencintai kebebasan berarti melindungi tiap pilarnya dari kesakralan keluarga kita, kekayaan tanah kita, hingga kegeniusan ilmuwan kita,” kata Eisenhower dalam pidato pelantikannya yang pertama. Dia mengadakan pesta makan malam di Gedung Putih untuk ilmuwan seperti halnya Presiden Kennedy menggelar pesta untuk seniman, dan merekrut banyak ilmuwan sebagai penasihat. Sputnik memberi Eisenhower alasan untuk memformalkan perkongsian dengan para ilmuwan. Kurang dari dua minggu setelah peluncuran satelit itu, Eisenhower mengumpulkan jajaran teratas penasihat sains (berjumlah lima belas orang) untuk Office of Defense Mobilization dan menanyakan kenang ajudannya, Sherman Adams, “Di mana penelitian ilmiah mesti ditempatkan dalam struktur pemerintah federal?” 27 Eisenhower kemudian sarapan bersama James Killian, Presiden MIT, dan menunjuknya sebagai Penasihat Presiden Bidang Sains Purnawaktu.

Bersama dengan Menteri Pertahanan, Killian merumuskan rencana yang diumumkan pada Januari 1958 untuk menempatkan Advanced Research Projects Agency di Pentagon. Sebagaimana ditulis oleh sejarawan Fred Turner, “ ARPA merupakan kelanjutan kolaborasi militer-perguruan tinggi berorientasi pertahanan yang bermula sejak Perang Dunia II.” 29 Kantor di bawah ARPA yang dipimpin oleh Licklider bernama Command and Control Research. Misinya ialah mengkaji bagaimana komputer interaktif dapat menjembatani aliran informasi. ARPA membuka satu lagi lowongan untuk mengepalai kelompok yang mengkaji faktor-faktor psikologis dalam pembuatan keputusan militer. Licklider berargumen bahwa kedua topik ini mestinya disatukan.

“Saya mulai menggembar-gemborkan pendapat bahwa persoalan komando dan kendali sejatinya perkara interaksi manusia- komputer,” kata dia kelak.

Licklider setuju untuk mengemban kedua tugas tersebut dan menamai kelompok baru itu Information Processing Techniques Office ( IPTO). Licklider mempunyai banyak ide menggairahkan, yang paling mencolok mengenai time-sharing , interaksi langsung manusia-mesin, dan antarmuka yang memudahkan simbiosis manusia-mesin. Kesemuanya terhimpun menjadi satu konsep sederhana: jaringan. Dengan selera humor yang sarkastis, dia mulai menyebut visinya dengan frasa yang “sengaja dibuat bombastis”, yaitu “Jaringan Komputer Antargalaksi”.

Dalam memo tertanggal April 1963 yang ditujukan kepada “para anggota dan rekanan” jaringan impian itu, Licklider menjabarkan tujuannya, “Bayangkan apabila sejumlah sentra dapat dihubungkan satu sama lain dengan satu jaringan .... Bukankah semua sentra tersebut perlu, atau bahkan harus, menyepakati satu bahasa, atau setidaknya satu konvensi, untuk mengajukan pertanyaan seperti, ‘Apa bahasamu?’”

himedik.me

Belum ada Komentar untuk "JARINGAN KOMPUTER ANTAR GALAKSI "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel