Kenapa Charles Babbage ?

wowkece.me


Kenapa Charles Babbage ? 


Ada sekali lagi mendalami studi matematika demi menenangkan diri. Kali ini dia berusaha meyakinkan Babbage agar bersedia menjadi tutornya. “Cara saya belajar tidaklah biasa dan saya merasa membutuhkan orang yang tidak biasa pula untuk mengajari saya dengan sukses,” tulis Ada dalam suratnya untuk Babbage. Entah karena opium atau efek setelah melahirkan atau keduanya, Ada mulai menilai kemampuannya kelewat tinggi dan bahkan menyebut diri genius.

Dalam suratnya untuk Babbage, dia menulis, “Jangan anggap saya besar kepala, ... tetapi saya sungguh meyakini bahwa saya mempunyai bakat untuk maju sejauh yang saya inginkan. Saya merasa yang saya miliki bukan sekadar rasa penasaran atau antusiasme, melainkan kegeniusan alami.” 22

Babbage menampik permintaan Ada, keputusan yang barangkali bijaksana. Pertemanan mereka menjadi tetap langgeng karena itu sehingga membukakan jalan bagi kolaborasi yang malah lebih penting pada masa mendatang. Selain itu, Ada berhasil merekrut tutor matematika kelas satu, yakni Augustus De Morgan, pria terpandang yang sabar dan merupakan pionir di bidang logika simbolis. De Morgan mengedepankan konsep yang kelak Ada terapkan bahwa persamaan aljabar bukan saja berlaku bagi bilangan. Hubungan antara simbol (misalkan a + b = b + a ) dapat diterapkan untuk logika nonnumerik.

Ada bukanlah matematikawan hebat sebagaimana diklaim sebagian orang. Namun, dia murid yang antusias, mampu mencerna konsep-konsep kalkulus paling mendasar, dan berkat pembawaannya yang artistik, gemar memvisualisasikan kurva naik-turun yang dijabarkan persamaan matematika. De Morgan mendorongnya untuk belajar memecahkan macam-macam persamaan, tetapi Ada lebih tertarik mendiskusikan konsep-konsep fundamental. Sama seperti pendekatannya untuk belajar geometri, Ada kerap menanyakan cara visual untuk menggambarkan persoalan, misalnya pembagian lingkaran berdasarkan jari-jarinya yang menghasilkan berbagai macam bangun datar.

Kemampuan Ada mengapresiasi keindahan matematika merupakan anugerah yang jarang dimiliki, termasuk oleh sebagian orang yang menganggap diri cendekiawan. Ada menyadari bahwa matematika adalah bahasa yang indah, bahasa yang dapat menggambarkan harmoni semesta dan adakalanya puitis. Kendati sang ibu sudah berusaha keras, Ada tetap putri ayahnya.

Akan tetapi, daya tarik matematika malah lebih dari itu. Bagi Ada, matematika memiliki unsur spiritual. Matematika “adalah satu-satunya bahasa yang memadai untuk mengekspresikan fakta-fakta penting mengenai alam semesta” katanya, dan matematika memungkinkan kita untuk menggambarkan “perubahan relasional” yang terjadi di jagat raya.

Kemampuan untuk menerapkan sains secara imajinatif menjadi salah satu ciri khas Revolusi Industri, sekaligus Revolusi Komputer, sedangkan Ada tak ubahnya dewi pelindung yang menyimbolkan revolusi tersebut. Ada menyampaikan kepada Babbage bahwa dia memahami keterkaitan antara puisi dan analisis matematika, keahlian yang melampaui bakat ayahnya. “Saya meyakini ayah saya tidak pernah (dan juga tidak mungkin) menjadi penyair yang semumpuni saya sebagai analis; padahal menurut saya, keduanya tidak terpisahkan, senantiasa seiring-sejalan,” tulis Ada.

Kembalinya dia ke dunia matematika, kata Ada kepada sang ibu, telah melecut kreativitasnya dan menghasilkan ledakan “ imajinasi yang kian lama kian meletup-letup, sampai-sampai aku merasa, jika aku terus melanjutkan studi, aku niscaya menjadi seorang Penyair ”. 24 Imajinasi, terutama yang diterapkan pada teknologi, merupakan topik menarik bagi Ada. “

Saat itu Ada sudah meyakini dirinya mempunyai kemampuan istimewa, bahkan supernatural, yang dia sebut “persepsi intuitif untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi”. Justru karena kelewat percaya diri pada bakatnya, Ada terdorong untuk mengejar cita-cita yang tidak biasa bagi seorang ibu dan wanita aristokrat zaman Victoria awal. “Selain aku, tidak ada orang yang lebih tepat untuk menguak realitas tersembunyi alam raya,” jelasnya dalam surat untuk sang ibu pada 1841. “Aku bisa menangkap sorot-sorot pencerahan dari sepenjuru semesta dan mengumpulkannya sehingga menjadi satu berkas yang terang.” 

Dalam pola pikir seperti inilah, Ada memutuskan kembali menjalin diskusi dengan Charles Babbage, yang arisannya dia hadiri kali pertama delapan tahun sebelumnya.

wowkece.me

Belum ada Komentar untuk "Kenapa Charles Babbage ?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel