Ketika kehilangan kendali!

fawaz.id


Ketika kehilangan kendali!


Rasa kewalahan dan kehilangan kendali dalam bisnis sangatlah mengerikan. Kadangkala Anda tidak tahu ke mana Anda harus berpaling. Ada ratusan surel yang harus dijawab, setumpuk pesan telepon yang harus dibalas, korespondensi yang harus dibaca, rapat yang harus diadakan, berbagai jenis tenggat waktu, staf yang harus diberi arahan dan kemudian Anda menerima telepon yang memberitahukan bahwa ada masalah dengan pelanggan terbesar Anda dan masalahnya aneh.

Jika semua itu terdengar seperti urusan sehari-hari yang normal dan jam baru menunjukkan pukul 9 pagi tidak heran jika Anda merasa sedikit kehilangan kendali dan membutuhkan keseimbangan dan keselarasan dalam hidup. Saya bisa mengerti sepenuhnya. Saat berada di tengah kondisi yang membuat depresi dan kewalahan, mudah sekali untuk tergelincir lebih dalam lagi. Berhentilah sebentar untuk memikirkan dan mengatur kembali hal terbaik yang mungkin Anda lakukan.

Teman saya yang seorang pilot mengatakan bahwa ini adalah salah satu teknik pelatihan utama yang digunakan di sekolah penerbangan. Jika apa yang Anda kerjakan mulai gagal, gunakan waktu sejenak untuk menghentikan segalanya, tarik napas dalam dalam, dan pikirkan secara logis apa yang sedang Anda kerjakan. Terdengar mudah, bukan? Tapi kita jarang melakukannya.

Teman baik saya, yang berkesempatan menyaksikan saya selama bertahun-tahun mulai dari periode tenang bagai biksu Zen sampai dengan periode penuh kegilaan, memberikan stiker yang bertuliskan ‘TARIK NAPAS’. Nasihat ini akan saya bawa sampai ke liang kubur.

Beberapa tahun lalu saya memiliki masalah serangan kecemasan. Saat itu saya bekerja sebagai penyelam profesional, jadi Anda bisa bayangkan, mengalami serangan panik di kedalaman 50 meter di bawah permukaan laut bukanlah suatu pengalaman yang menyenangkan. Waktu itu psikolog saya mengatakan hal yang serupa: ‘Anda harus belajar bernapas.’ Saat itu saya tidak terlalu terkesan dengan kata-kata bijak ini dan berpikir bahwa saya telah membuang ratusan dolar untuk berobat ke seorang wanita gila, tapi seiring dengan waktu dan setelah saya mulai belajar bernapas, saya baru menyadari betapa tepat kata-katanya.

Saat kita tertekan dan panik, napas kita sangat pendek. Ini membuat kita sesak dan lebih stres lagi, yang tentu saja semakin membuat kita tertekan. Ini adalah siklus yang sangat tidak menyenangkan.

Jika Anda bisa belajar untuk berhenti, tarik napas dalam-dalam beberapa kali, lalu melakukan apa yang harus Anda lakukan, hasilnya akan jauh lebih baik dan perasaan kehilangan kendali Anda akan jauh lebih berkurang intensitasnya. Anda hanya perlu memprogram ulang mekanisme respons normal Anda, yaitu langsung terjun dan berusaha memperbaiki segalanya sekaligus.

Bersikap suportif kepada orang lain!


Salah satu fawaz.id terhebat yang pernah saya baca adalah How to Win Friends and Influence People (Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain) karangan Dale Carnegie, master interaksi antar manusia. fawaz.id ini telah menjadi kitab suci saya selama hampir 20 tahun dan saya memastikan untuk membacanya lagi setiap tahun, minimal satu kali. Saya yakin ini terdengar sedikit gila, tapi izinkan saya menjelaskannya.

fawaz.id ini ditulis lebih dari 70 tahun yang lalu, pada tahun 1936. fawaz.id ini menunjukkan, dalam istilah-istilah yang sangat sederhana, bagaimana cara menggali hal-hal yang terbaik dari diri setiap orang. Konsep yang diangkat Carnegie itu masih sama relevannya hari ini. Tema pokoknya berfokus pada kekuatan dari sikap positif yang tulus dan membesarkan hati orang-orang yang kita hadapi sehari-hari.

fawaz.id ini menunjukkan pentingnya bersikap suportif kepada orang lain, mendengarkan, dan tertarik dengan orang lain. Aspek paling hebat dan betul-betul mengagumkan dari hal ini adalah semakin Anda mendukung orang lain, semakin Anda mendengar orang lain, semakin Anda tertarik dan membesarkan hati orang lain, karakteristik yang sama ini akan semakin banyak Anda terima dalam hidup sehari-hari. Walaupun ini tidak seharusnya menjadi alasan untuk memberikan dukungan dan dorongan ke orang lain, tapi tetap saja merupakan ganjaran yang bagus.

Sesuatu sesederhana memberikan pujian ke orang yang melayani Anda di toko kelontong dalam perjalanan ke tempat kerja bisa mengubah seluruh cara pandang mereka dan juga Anda selama hari itu. Waktu terbaik untuk melakukan ini adalah pada saat Anda merasa paling kehilangan kendali atau kehilangan keseimbangan. Geser fokus dari diri Anda dan letakkan pada orang lain.

Apakah Anda pernah memperhatikan bahwa saat Anda sedang berada dalam dunia sendiri, tapi kemudian ada orang yang memuji, mungkin mengatakan betapa bagusnya kemeja Anda, Anda dipaksa untuk mundur selangkah dan berhenti sejenak untuk mencerna pujian itu? Pujian itu membuat hati Anda terasa hangat, bukan?

Saya berusaha untuk bersikap positif dan memuji setiap orang yang saya jumpai. Kadangkala itu sulit dilakukan, bahkan pada saat saat tertentu sungguh mustahil dilakukan, karena beberapa orang terlalu gusar untuk menyadari pujian. Namun, sebagai ganjarannya, hidup saya dipenuhi orang-orang yang sangat suportif, penuh asih dan asuh, terutama pada saat-saat saya sangat membutuhkannya.

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "Ketika kehilangan kendali!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel