Microchip dan intel

himedik.me


Microchip dan intel


Alih-alih mengajukan proposal kepada manajemen atas, unit bisnis Intel dipercayai bertindak sendiri-sendiri bak perusahaan kecil yang lincah. Keputusan yang membutuhkan keterlibatan unit lain, semisal rencana marketing baru atau perubahan strategi produk, tetap tidak dilemparkan kepada para bos; melainkan harus diambil lewat rapat antarunit terkait. Noyce doyan rapat dan karena itu, tersedia ruangan yang bisa digunakan oleh siapa saja untuk rapat dadakan. Dalam berbagai rapat, semua orang diperlakukan setara dan boleh mempertanyakan kebijakan yang berlaku. Noyce hadir bukan sebagai bos, melainkan sebagai gembala yang memandu mereka membuat keputusan sendiri. “Ini bukan korporasi,” simpul Wolfe, “tetapi kongregrasi.”

Noyce pemimpin hebat karena inspiratif dan pandai, tetapi dia bukan manajer hebat. “Prinsip Bob adalah jika kita memberikan saran mengenai tindakan yang tepat, orang-orang niscaya mengerjakannya. Sebab, mereka tidak bodoh,” kata Moore. “Pokoknya, kita tidak perlu repot-repot mengawasi dan mengevaluasi pekerjaan mereka.”

Moore mengakui dirinya sama saja. “Saya sendiri kurang antusias dalam menegakkan wewenang atau menjadi bos. Singkat kata, kami berdua terlampau mirip.” 48 Di tengah iklim manajemen seperti itu, disiplin tetap saja perlu ditegakkan. Pada masa-masa awal Intel, sebelum mendapat giliran menjadi CEO, Grove turun tangan untuk menerapkan teknik manajemen.

Kemalasan tidak dibiarkan begitu saja, sedangkan kegagalan harus dipertanggungjawabkan. “Andy rela memecat ibunya sendiri jika mengganggu,” kata seorang insinyur. Seorang kolega yang lain menjelaskan, sikap tak kenal kompromi memang diperlukan dalam organisasi yang dikepalai oleh Noyce, “Bob harus menjadi orang baik.

Penting agar dia disukai dan dia memang ingin disukai. Jadi, harus ada orang lain yang melotot dan marah-marah. Kebetulan, itulah keahlian Andy.” 49 Grove mulai mengkaji dan menyerap seni manajemen seperti mempelajari ilmu sirkuit saja. Dia belakangan menjadi penulis buku-buku laris, seperti Only the Paranoid Survive dan High Output Management .

Dia tidak berusaha menumbuhkan hierarki di organisasi tempaan Noyce. Grove semata-mata membantu menanamkan budaya kerja keras, ulet, dan penuh perhatian pada detail karakter yang takkan tumbuh secara natural di tengah suasana santai nonkonfrontasional yang digagas oleh Noyce. Rapat-rapat Grove berlangsung singkat, padat, dan ditutup dengan kesimpulan tegas nan jelas; lain dengan rapat bimbingan Noyce yang berkepanjangan karena orang-orang tahu dia bisa menyetujui pendapat siapa saja, asalkan orang itu mampu menarik perhatiannya.

Grove tidak dipandang sebagai tiran semata-mata karena mustahil untuk membencinya. Ketika Grove tersenyum, matanya sontak berbinar-binar. Dia mempunyai daya tarik anak badung yang menyebalkan sekaligus menggemaskan. Dengan logat Hongaria dan seringai jailnya, Grove adalah insinyur paling unik selembah. Laiknya stereotipe imigran culun yang bercita-cita menjadi gaul dan keren , Grove tanpa sungkan-sungkan mengadopsi gaya busana norak khas 1970-an, lengkap dengan cambang, kumis menjuntai, kemeja tak dikancingkan yang menampakkan dada berbulu, dan kalung emas. Penampilan tersebut tetap tak dapat menyembunyikan identitas aslinya sebagai insinyur tulen, pionir pencipta transistor semikonduktor oksida yang merupakan otot microchip modern.

Grove memupuk pendekatan Noyce yang egalitarian seumur hidup Grove bekerja di bilik terbuka, yang memang dia sukai. Namun, dia menanamkan pelengkap yang disebut “konfrontasi konstruktif”. Grove tidak pernah sok, sekaligus tidak pernah lengah.

Kontras dengan Noyce yang ramah dan santun, Grove selalu blakblakan. Gayanya sama seperti Steve Jobs kelak: jujur hingga menusuk hati, jernih dalam menyampaikan sasaran, dan bersikeras menuntut kesempurnaan. “Andy orang yang memastikan agar semua berlangsung mulus dan sesuai jadwal,” kenang Ann Bowers. “Dia seorang mandor. Pendapatnya mengenai apa yang harus atau tidak boleh kita lakukan sama sekali tak bisa diganggu gugat dan dia sangat lugas dalam menyatakan pendapat.”

Walaupun gaya mereka lain-lain, Noyce, Moore, dan Grove memiliki satu persamaan: keseriusan dan keteguhan dalam menyuburkan inovasi, eksperimentasi, serta kewirausahaan di Intel. Grove punya mantra, “Sukses melahirkan rasa puas diri.

Rasa puas diri melahirkan kegagalan. Hanya orang yang paranoid yang mampu bertahan hidup.” Noyce dan Moore mungkin tidak paranoid, tetapi mereka tidak pernah berpuas diri.

himedik.me

Belum ada Komentar untuk "Microchip dan intel"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel