Pencahayaan, Warna, dan Tekstur

akurat.me


Pencahayaan, Warna, dan Tekstur 


Ketiga hal ini merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisah dalam perancangan interior. Cahaya akan menegaskan warna, dan warna akan memperlihatkan dengan jelas tekstur dari ruangan tersebut.

1. Pencahayaan

Pencahayaan merchandise barang dagangan harus berkombinasi dengan pencahayaan ruang. Warna lampu bercampur warna ruangan akan mening galkan kesan pada para pengunjung toko. Nuansa yang ditimbulkan pun bermacam-macam sesuai pemilihan cahaya, bisa hangat, dingin, ataupun ceria. Kenyamanan berbelanja dapat dirasakan pengunjung ketika mereka merasa toko yang dimasuki memancarkan suasana hangat. Untuk me nampilkan kesan tersebut, Anda dapat menggunakan lampu kuning. Namun lampu berwarna kuning mampu menyebabkan perubahan warna pada ben da-benda yang disentuhnya. Hal ini kurang pas diterapkan pada toko-toko konveksi atau mainan yang harus menonjolkan orisinalitas barang. Cahaya lampu yang cocok untuk toko tersebut adalah lampu bercahaya putih. Kem bali lagi, Anda harus memperhitungkan segmen toko Anda, pencahayaan untuk toko yang mengutamakan kenyamanan tentu berbeda dengan toko yang benar-benar menawarkan produk agar cepat diborong pembeli.

Berdasarkan jenis cahaya yang ditembakkan, lampu terdiri atas dua je nis, omni light dan spotlight. Omni light merupakan lampu yang kerap Anda jumpai, semisal lampu neon dan lampu TL. Lampu jenis ini berpendar dan berfungsi menerangi seluruh ruangan. Jenis yang kedua adalah lampu spot light. Berfungsi untuk memberikan aksen pada benda yang ditembakkan nya. Cahaya yang disorotkan pada benda pajangan yang Anda jual misal nya, dapat memberikan kesan tiga dimensi pula. Hal ini juga berlaku pada lukisan atau foto yang menjadi elemen dekorasi ruangan tersebut.

Lewat cara penembakannya, pencahayaan dibedakan menjadi direct lighting dan indirect lighting. Direct lighting berarti pencahayaan langsung tepat menuju sasaran. Sedangkan indirect lighting adalah pencahayaan ti dak langsung. Sebagian besar orang percaya pencahayaan tidak langsung ini justru membuat mereka menghemat listrik dan energi. Mengapa demiki an? Karena daya lampu yang digunakan tidak terlampau besar. Caranya, sembunyikan lampu sehingga hanya cahayanya saja yang terlihat. Misalnya, sembunyikan lampu di balik celah plafon. Dengan cara demikian, yang tam pak hanyalah pendaran cahaya lampu. Untuk mendapatkan kesan pantulan yang optimal, cara yang digunakan adalah cat yang daya pantulnya tinggi. Cat ini memang khusus didesain demikian dan mudah ditemukan di toko material manapun.

Bentuk maupun ukuran lampu yang digunakan juga berpengaruh. Lampu bisa disesuaikan dengan tema ruangan, desain yang sederhana, minimalis, ataupun etnik kontemporer. Ukuran lampu pun bisa bervariasi sesuai ukuran ruang Anda. Bentuk-bentuk maupun jenisnya juga banyak ragamnya. Ada lampu duduk, lampu lantai, lampu gantung, ataupun lampu dinding. Anda tinggal pilih sesuka hati Anda.

Toko yang membutuhkan ruangan luas untuk menata barang dagangan nya, biasanya memilih lampu gantung. Sifatnya lebih praktis dan tidak me makan banyak tempat seperti lampu lantai ataupun lampu duduk yang me merlukan meja.

Lampu dinding juga dapat menjadi pilihan. Selain untuk memberikan penerangan, lampu dinding juga dapat memberikan aksen cantik pada dinding. Terutama bila dinding itu memiliki aspek dekoratif yang estetis.

2. Pewarnaan

Setujukah Anda bahwa pemilihan warna untuk ruangan akan mempenga ruhi cita rasa yang hendak dtampilkan? Yang jelas, warna memberi kehidu pan bagi mata dan perasaan manusia. Warna mampu melukiskan perasaan hangat, dingin, ceria, sedih, maupun kesan-kesan lain yang ingin ditampil kan.

Sebagai contoh, bila terdapat sofa berwarna oranye atau merah, maka akan muncul sensasi hangat ketika mendudukinya. Sebaliknya, jika sofa tersebut berwarna biru, suasana sejuk dan dinginlah yang akan muncul. Nah, jelas kan bahwa warna berpengaruh pada suasana. Suasana itu pula yang memunculkan imej sebuah ruang.

Imej seperti apa yang ingin Anda tawarkan? Elegan, sederhana, dingin, atau hangat? Semua itu bergantung pada bisnis yang Anda tawarkan ke pada konsumen.

Toko kelontong dan minimarket tentunya lebih menonjolkan produk produknya dan bertujuan agar pengunjung berbelanja sebanyak-banyaknya. Pengunjung pasti ingin menemukan produk yang dibutuhkannya secara cepat dan terkategori. Untuk itu, warna yang dipilih adalah putih. Kesan yang ditonjolkan adalah terang sehingga produk dapat terlihat jelas. Tak perlu menggunakan permainan warna bernuansa hangat seperti oranye, kuning, atau pink. Salah-salah pembeli malah tidak berbelanja dan sengaja berlama-lama karena betah.

Sebaliknya, kalau Anda ingin menciptakan sebuah kafe yang nyaman, hommy, dan berharap orang berlama-lama duduk di sana, pastikan Anda memilih warna-warna hangat yang meneduhkan, intim, dan tenang.

Warna-warna tua seperti merah, cokelat tua, oranye tua, ungu, biru tua, tidak cocok digunakan sebagai warna dominan pada interior ruang usaha.

Hal ini berpengaruh pada psikologis pengunjung. Warna tua yang berlebih an akan membuat mata menjadi lelah dan pengunjung ingin cepat-cepat keluar dari ruangan tersebut. Warna-warna tua ini hanya layak digunakan sebagai warna penegas atau aksen pada bagian yang ingin Anda tonjol kan.

Permainan kombinasi warna pada dinding, lantai, dan langit-langit akan menciptakan kesan tersendiri. Jika warna dinding dominan lembut, dan An da menambahkan warna yang lebih gelap pada langit-langit, ruangan terse but akan terlihat menyempit dan pendek. Hal sebaliknya dapat terjadi kalau Anda ingin menciptakan kesan ruang yang tinggi.

Tapi, bila Anda memberikan warna hitam (warna yang paling gelap) pada langit-langit Anda, lalu memberikan sentuhan dengan lampu-lampu gantung yang berwarna mencolok seperti silver, putih, merah, ataupun kuning, kesan ruang yang ditimbulkan adalah ruang tanpa batas dengan benda-benda melayang. Ini cocok diterapkan pada toko mainan. Anak-Anak yang tengah berbelanja akan merasa di bawah langit penuh bintang-bintang.

3. Tekstur

Permukaan suatu benda memiliki tekstur tertentu. Begitu pula dengan teks tur sebuah bangunan. Tekstur material yang digunakan dapat mempenga ruhi kesan ruang yang akan tercipta. Bata ekspos maupun semen kasar tanpa finishing akan menimbulkan kesan etnik dan tradisional pada ruangan Anda.

Namun jika tekstur yang digunakan licin, seperti material logam, akan menciptakan kesan dinamis, bersih, futuristik, dan ringan. Ruangan pun terkesan lebih sejuk.

Tekstur bangunan sebaiknya mencirikan jenis usaha yang Anda tawar kan. Semisal Anda ingin membangun sebuah warung makan tradisional dengan tema etnik, gunakan material yang bersifat kasar dan berwarna hangat. Hindari material yang bersifat licin dan dinamis.

akurat.me

Belum ada Komentar untuk "Pencahayaan, Warna, dan Tekstur "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel