Pendirian Fairchild Semiconductor

himedik.me


Pendirian Fairchild Semiconductor 


Sama seperti saudara-saudara lelakinya, Noyce bintang pelajar. Dia memotongkan rumput halaman rumah Grant Gale, dosen favorit yang mengajar fisika di Grinnell College. Dengan bantuan sang ibu, yang mengenal suami istri Gale karena segereja dengan mereka, Noyce mendapat izin untuk mengambil mata kuliah Gale pada tahun terakhirnya di SMA.

Gale kemudian menjadi mentor intelektual Noyce dan peran ini berlanjut tahun berikutnya ketika Noyce mulai kuliah di Grinnell. Di sana dia mengambil gelar ganda di bidang matematika dan fisika, lalu dengan luwesnya meraih prestasi dalam semua yang dia kerjakan, baik di ranah akademik maupun ekstrakurikuler. Dia bersusah payah menurunkan tiap rumus dari dasar sekali dalam mata kuliah Fisika, menjadi juara selam se-Midwest dari tim renang, bermain obo dalam band , berperan sebagai tokoh utama dalam drama radio, dan membantu dosen matematika mengajar mata kuliah Kalkulus Bilangan Kompleks. Hebatnya, meski memiliki segudang prestasi, banyak orang tetap menyukai Noyce daripada iri kepadanya. Keisengan Noyce terkadang membuatnya terlibat kesulitan. Ketika asramanya memutuskan mengadakan pesta musim semi saat dia di tingkat tiga, Noyce dan seorang temannya secara sukarela mencarikan babi untuk dipanggang.

Setelah minum-minum, mereka menyelinap ke peternakan terdekat, memadukan kekuatan dan ketangkasan, lalu menculik seekor anak babi seberat sebelas kilogram. Setelah menyembelih si babi yang menguik dengan pisau di kamar mandi asrama, mereka pun memanggang hewan itu. Keesokan paginya mereka merasa pusing sekaligus bersalah. Noyce beserta temannya mendatangi si peternak dan mengaku, menawarkan untuk membayar babi yang sudah mereka ambil. Andai ini cerita dongeng, Noyce barangkali akan memperoleh imbalan karena sudah bersikap jujur. Akan tetapi, di kawasan peternakan Iowa yang mesti bergelut demi mempertahankan eksistensi usahanya, pencurian yang Noyce lakukan sama sekali tidak lucu ataupun termaafkan. Pemilik peternakan itu wali kota yang tak punya selera humor, dan dia mengancam akan menuntut. Akhirnya, Profesor Gale membantu menengahi kesepakatan: Noyce harus membayar babi dan diskors satu semester, tetapi tidak dikeluarkan. Noyce menyikapi hukuman tersebut dengan santai.

Ketika Noyce kembali kuliah pada Februari 1949, Gale menyumbangkan jasa yang mungkin malah lebih besar. Sang profesor adalah teman kuliah John Bardeen dan, ketika membaca tentang transistor yang Bardeen buat di Bell Labs, Gale mengirim surat dan meminta sampel. Dia juga mengontak Presiden Bell Labs, yang alumnus Grinnell dan dua anaknya sedang kuliah di sana. Sampailah setumpuk monograf teknis, disertai satu transistor. “ Grant Gale memperoleh salah satu transistor titik kontak pertama,” kenang Noyce. “Kejadiannya sewaktu saya tingkat tiga. Saya rasa itulah salah satu hal yang memengaruhi saya sehingga terlibat di bidang transistor.”

Dalam wawancara yang lebih belakangan, Noyce menjabarkan antusiasmenya secara lebih menggebu-gebu. “Saya merasa bagai ditampar. Konsep itu menakjubkan sekali. Hebat bahwa penguatan bisa didapat tanpa menggunakan tabung vakum. Teknologi transistor tergolong ide yang bisa mengubah pola pikir kita 180 derajat.” 57 Saat lulus, Noyce memperoleh penghargaan tertinggi bagi orang sesupel dan sememesona dirinya, yang dianugerahkan berdasarkan hasil pemungutan suara rekan-rekan seangkatan: Brown Derby Prize, untuk “mahasiswa senior yang meraih nilai terbaik dengan usaha paling sedikit”. Namun, setiba di MIT untuk mengambil gelar doktor, Noyce tersadar bahwa dia harus lebih rajin. Pemahamannya akan fisika teori dianggap kurang sehingga dia harus mengambil mata kuliah pengantar dalam topik itu.

Pada tahun kedua Noyce telah berhasil menyesuaikan diri dan malah memenangi beasiswa. Topik disertasinya adalah manifestasi efek fotoelektrik pada keadaan permukaan isolator. Sekalipun metode penelitian dan analisisnya tidak orisinal-orisinal amat, disertasinya memperkenalkan Noyce pada riset Shockley di bidang tersebut. Itu sebabnya, ketika memperoleh panggilan dari Shockley, tentu saja Noyce menerima dengan antusias. Namun, ada satu rintangan yang mesti dia lewati. Shockley, yang gagal menaklukkan tes IQ semasa kanak-kanak dan mulai menunjukkan paranoia mencekam yang kelak akan menodai kariernya, bersikeras agar semua calon anak buahnya menjalani serangkaian ujian psikologi dan kecerdasan.

Jadi, Noyce mengikuti tes bercak tinta, mengemukakan pendapat tentang gambar-gambar aneh, dan mengisi kuisioner bakat seharian di firma psikologi di Manhattan. Dia dinilai sebagai seorang introver dan kurang cocok menjadi manajer, penilaian yang mengungkapkan keterbatasan tes semacam itu, bukannya karakter Noyce. 58 Satu lagi orang hebat yang dipekerjakan oleh Shockley dan yang menurut tes psikologi juga tidak cocok menjadi manajer adalah kimiawan yang lembut dalam bertutur. Gordon Moore pun ditelepon oleh Shockley secara sekonyong-konyong. Shockley dengan saksama menghimpun tim beranggotakan ilmuwan dan insinyur yang bakatnya beragam supaya kondusif bagi terciptanya inovasi. “Dia tahu ahli kimia berguna di Bell Labs. Jadi, menurutnya, dibutuhkan kimiawan juga dalam usaha barunya.

Dia mendapatkan nama saya dan kemudian menelepon saya,” kata Moore. “Untungnya saya mengenali siapa dirinya. Sewaktu saya mengangkat telepon, dia mengatakan, ‘Halo, ini Shockley.’” 59 Berkat kerendahan hati dan keramahan yang menyembunyikan pikiran tajamnya, Gordon Moore menjadi salah satu tokoh paling dihormati dan dicintai di Silicon Valley. Dia tumbuh besar di dekat Palo Alto, tepatnya di Redwood City, tempat ayahnya menjabat deputi sheriff .

Ketika umurnya 11 tahun, anak tetangga sebelah memperoleh seperangkat alat lab. “Pada masa itu kita bisa mencoba banyak hal dengan perangkat lab semacam itu,” kenang Moore, sembari menyesali aturan pemerintah dan kekhawatiran orang tua yang menyebabkan mainan macam itu menjadi kian membosankan dewasa ini, serta mungkin menyebabkan sejumlah calon ilmuwan masa depan luput terjaring. Berkat sedikit nitrogliserin yang diproduksi dengan perangkat lab itu, yang jelas, Moore berhasil membuat dinamit. “Beberapa ons dinamit bisa digunakan untuk membuat petasan yang fantastis,” kenang Moore riang dalam sebuah wawancara sambil menggerak-gerakkan kesepuluh jarinya untuk menunjukkan bahwa dia selamat sekalipun pernah gegabah semasa kanak-kanak.

Moore menyatakan keasyikan bermain dengan perangkat lab membukakan jalan baginya untuk meraih gelar akademik di bidang kimia dari Berkeley dan gelar doktor dari Caltech. Sejak lahir sampai menamatkan studi doktoral, Moore tidak pernah merambah ke timur Pasadena. Dia orang California tulen yang berwatak supel dan periang. Sesudah memperoleh PhD, dia sempat bekerja sebentar di laboratorium fisika Angkatan Laut di Maryland.

Namun, Moore dan istri tercintanya, Betty, yang juga asli California utara, gelisah terus karena ingin pulang. Alhasil, dia reseptif sekali ketika mendapat telepon dari Shockley. Ketika datang untuk wawancara, Moore berusia 27 tahun, setahun lebih muda daripada Noyce, dan sudah mulai botak seperti profesor. Shockley menghujaninya dengan pertanyaan dan teka-teki sambil memegang stopwatch untuk menghitung berapa lama dia menjawab. Saking bagusnya kinerja Moore, Shockley lantas mengajaknya makan malam di Rickeys Hyatt House, salah satu tempat nongkrong terkenal di daerah itu, dan memamerkan trik sulap membengkokkan sendok tanpa kekuatan otot.

Selusin insinyur yang direkrut oleh Shockley, hampir semuanya berumur di bawah 30 tahun, menganggapnya agak aneh, tetapi juga brilian. “Dia datang begitu saja ke lab saya di MIT suatu hari. Dalam pertemuan itu, saya serta-merta berpikir, ya Tuhan, saya tidak pernah bertemu siapa pun yang sebrilian ini,” kenang fisikawan Jay Last. “Saya mengubah seluruh rencana karier saya dan mengatakan, saya ingin ke California dan bekerja dengan pria ini.”

Di antara orang-orang yang Shockley rekrut, dua di antaranya adalah Jean Hoerni, fisikawan kelahiran Swiss, dan Eugene Kleiner, yang belakangan menjadi pemodal ventura aktif. Pada April 1956 jumlah karyawan baru sudah cukup banyak sehingga pantas untuk menggelar pesta selamat datang. Noyce menyetir dari Philadelphia, bergegas supaya tiba tepat waktu.

Dia sampai pada pukul 22.00, selagi Shockley sedang menari tango sendirian sambil menggigit setangkai mawar. Salah seorang insinyur memaparkan kedatangan Noyce kepada penulis biografinya, Berlin, “Dia belum bercukur, kelihatan seperti belum ganti baju selama seminggu dan dia kehausan. Ada semangkuk besar martini di meja. Noyce mengambil mangkuk itu dan langsung minum dari sana. Dia kemudian pingsan. Saya pun membatin, ‘Wah, sepertinya bakalan asyik.’”

himedik.me

Belum ada Komentar untuk "Pendirian Fairchild Semiconductor "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel