Pengaruhi Orang yang Berpengaruh

himedik.me


Pengaruhi Orang yang Berpengaruh


“Semua orang merasakan akan ada sesuatu yang terjadi tapi tidak seorang pun tahu apakah itu….” Untuk sejenak, Chuck berhenti untuk berefleksi. Para penonton maju ke depan bersiap-siap. Sejak hari-harinya dihabiskan di Public Enemy, dia tidak lagi menjadi sorotan media mainstream. Chuck mulai melakukan kegiatan untuk mendukung masyarakat, terlibat dalam aktivitas akar rumput, dan mengurus bisnis di dunia musik. Dia dihormati di antara musisi dari semua latarbelakang.

Ketika Chuck berbicara, orang mendengarkan. Ketika Chuck memulai kariernya pada 1976 silam, The Jackson 5 meninggalkan Motown dan namanya menjadi Jacksons. Cold Crush mulai muncul di arena musik New York dan setiap wannabe anak muda kaum urban New York mulai menemukan boom boxes dan mix tapes.

Chuck D waktu itu adalah seorang pemuda berusia 18 tahun. Dia mengingat kembali kisah perjalanannya kehip hop di Music Academy Red Bull di Barcelona. Chuck D menjadi salah satu audiens eksklusif dari 40 calon musisi muda, DJ, dan artis yang dipilih oleh Red Bull untuk berpartisipasi dalam proyek satu dekade akar rumput mereka. Hip hop berutang dengan popularitasnya yang besar karena tetap otentik “menjaganya agar tetap asli” dan tidak menjadi artis sell out.

Jika Anda tahu hip hop, tidak perlu lagi memperkenalkan Chuck D, tetapi jika Anda tidak tahu, Anda akan mengenalnya dari Public Enemy. Public Enemy membuka telinga dunia tentang musik hip hop di tahun ‘80an, dibangun di atas dasar yang kuat dari pendukung akar rumput. Saat itu, media menutupi dan menghindar dari pesan provokatif mereka tapi mereka tetap mengembangkan musik hip hop. “Kali ini revolusi tidak akan disiarkan televisi.”

“Paparan saya tentang para DJ dan mixtapes,” jelas Chuck kepada para pendengar yang setengah dari umurnya. Anak-anak muda itu tenggelam dengan cerita Chuck tersebut dan menghargai salah satu legenda musik orang berkulit hitam itu. “Mobile sound systems di Long Island dulu berpesta, seharusnya kita juga harus mobile,” lanjutnya tentang musik hip hop yang saat itu mulai naik daun, bukan hanya di New York, tetapi juga akhirnya mengglobal hingga saat ini. Era kemajuan musik hip hop tersebut terjadi ketika radio sangat dominan.

Stasiun radio liar menyediakan wadah sosial bagi komunitas anak muda berkulit hitam di Inglewood, New Jersey, juga di Bronz, Harlem, dan Queens. Mereka berkumpul di taman, lalu menyalakan sound system yang sangat keras dan bernyanyi musik hip hop.

Kegiatan ini mencipakan legenda hip hop dari kalangan pemuda lokal, dan kegiatan itu akan berpindah ke daerah lainnya jika musik hip hop di satu tempat sudah maju. Grandmaster Flash dan Melle Mel adalah nama-nama yang identik dengan awal munculnya hip hop di New York, terutama karena mereka membuat langkah dukungan kepada klub dan kemudian kepada industri rekaman.

Tidak seperti tren, sebuah pergerakan mempunyai fondasi yang terus berkelanjutan karena mereka terus menawarkan kepada orang-orang platform perilaku mereka, sementara tren bisa dibuat dan kemudian hilang begitu saja. Tapi membangun passion dan kepercayaan membutuhkan waktu. “Nilai pokok sebuah pergerakan adalah kemampuannya membangun, merawat, dan mengkurasi budaya anak-anak muda,” kata Torsten Schmidt, seorangkoordinator muda yang terlibat akademi seperti yang dibuat Red Bull.

“Awalnya saya meragukan pergerakan itu,” kenang Schmidt. “Kami berpikir inilah merek lain yang ingin membeli jalan ke pasar anak muda. Begitu banyak perusahaan sebelum dan sejak Red Bull telah mencoba dan gagal untuk membuat merek mereka tampak otentik dengan membeli sepotong tindakan, jadi bagaimana akademi musik yang dibuahi perusahaan ini berbeda?”

 Itulah yang ditanyakan para penggemar brand asal Austria tersebut setiap hari.Mengingat kapasitas mereka untuk memengaruhi sejumlah besar pelanggan, Anda akan mengharapkan penggemar mudah didekati oleh pengiklan dan para pembuat tren.

“Ketika kami memulai Akademi, pertengahan tahun 90-an adalah era ‘cool hunting’ dan ‘trendspotting’. Setiap orang berusaha untuk membajak budaya pemuda saat itu. Ketika Anda berada di Berlin Love Parade, Anda akan melihat orang-orang berlarian dan membagikan sebuah tas berisi pembalut wanita kepada para remaja perempuan. “Saya benar-benar tidak mengerti mengapa para brand melakukan itu, mereka sama sekali tidak menghormati orang,” kata Schmidt.

Menurut Schmidt, jika sebuah merek ingin melibatkan anak-anak muda dalam sebuah pergerakan untuk marketing, ketimbang hanya membagikan barang, mereka perlu membangun percakapan atau komunikasi kepada para anak-anak muda yang ada di tempat itu. Itu adalah tentang rasa hormat dan menghubungkan orang sehingga dihormati satu sama lain. Pada tahun pertama akademi musik itu dibuat, kata Schmidt, mereka mempunyai pengacara untuk duduk bersama mendiskusikan kontrak. Kemudian, mereka sadar yang dibutuhkan adalah musisi untuk terlibat dalam untuk membantu mengembangkan akademi tersebut.

“Ternyata hal itu membantu, dan Red Bull sendiri dibangun dari budaya klub dan mereka mencari cara untuk berinvestasi dalam budaya tersebut dengan melibatkan para pemusik yang benar benar mencintai musik hip hop. Bagi Red Bull itu merupakan cara menghubungkan kembali kepada akar mereka, yaitu anak muda,” kata Schmidt.

Menghormati adalah inti budaya anak muda mana pun. Anda tidak bisa membeli keaslian dan perhatian anak-anak muda. Anda harus mendapatkan itu dan tidak ada cara yang lebih baik untuk mendapatkan perhatian anak-anak muda daripada membiarkan mereka berbicara sendiri tentang produk Anda. Berilah kepada mereka tempat mereka dapat berinteraksi dengan teman-teman mereka.

Pelan-pelan tapi pasti, kita berubah. Studi kasus jangka panjang tentang pergerakan anak muda ini tidak dapat dilakukan hanya semalam, tetapi ketika gerakan ini berhasil, anak-anak muda itu dapat menjadi amunisi untuk menjadi agen penjualan. Pentingnya melibatkan para penggemar anak muda kini telah dilakukan oleh para brand. Setiap hari, mereka tumbuh dalam jumlah.

Converse telah membuka studio sendiri untuk berbagai band muda pemula yang membutuhkan waktu untuk rekaman gratis (padahal mereka produsen sepatu). Vogue telah mulai mengidentifikasi jaringan penggemar yang berpengaruh sebanyak 1.000 penggemar. P&G membangun jaringan ibu muda dan orang-orang yang berpengaruh.

Ketika brand Anda siap mengaktifkan fans, mulailah suatu pergerakan. Di Indonesia, KFC membuka KFC Music Factory dan membantu musisi muda di daerah untuk merekam dan meluncurkan rekaman mereka. Dulu band KFC dikatai “band ayam” dan dipandang sebelah mata. Kini Slank, Agnes Monica, dan musisi lainnya malah rebutan untuk tergabung dengan KFC Music Factory.

Seperti halnya Red Bull, brand itu bekerja karena mereka tidak menjual kepada Anda dan saya. Pemasaran tradisional selesai pada titik penjualan. Maka hentikanlah iklan, mulailah mengaktifkan fans. Ada sekelompok penggemar di luar sana yang membutuhkan produk dan alat-alat. Anda harus menciptakan wadah untuk passion mereka dan mengubah pasar ini menjadi tempat berpijak. Lupakan tentang 90%, lebih fokus pada 10% yang ikhlas memberikan telinga, mata, dan perhatian untuk Anda.

himedik.me

Belum ada Komentar untuk "Pengaruhi Orang yang Berpengaruh"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel