Pro vs senang!

fawaz.id


Pro vs senang!


Dianggap profesional adalah gol yang dikejar oleh sebagian besar pemilik bisnis dan memang demikian seharusnya. Pelanggan mengharapkan profesionalisme. Jika bisnis Anda tidak memberikan apa yang diinginkan pelanggan, waspadalah. Namun, apa sebenarnya profesionalisme itu dan apa artinya menjadi profesional?

Alasan saya mengajukan pertanyaan ini adalah karena saya tahu ada banyak pemilik bisnis yang tidak mengizinkan faktor bersenang-senang masuk ke tempat kerja, sebab mereka menganggapnya tidak profesional dan pelanggan mereka tidak akan menyukainya atau karena faktor bersenang-senang akan mengurangi kepekaan mereka terhadap bisnis.

Saya sepenuhnya tidak setuju dengan pandangan ini dan saat ini juga saya mengatakan bahwa salah satu cara paling efektif untuk membangun bisnis yang dinamis dan sukses adalah dengan memiliki tempat kerja yang secara aktif mendorong orang-orang untuk bersenang-senang. Yang saya maksud dengan orang-orang di sini adalah staf, pelanggan, pemasok, petugas kebersihan, atau siapa saja yang berinteraksi dengan bisnis Anda.

Pikirkan saat terakhir kali Anda mengunjungi bisnis saat semua orang di dalamnya tampaknya sedang bersenang-senang. Apakah Anda merasa bahwa apa yang mereka kerjakan kurang profesional karena mereka bercanda, tertawa, atau menikmati hari mereka? Saya meragukan itu. Jika Anda belum membaca buku Fish Tales!: Real-Life Stories to Help You Transform Your Workplace and Your Life (Hikayat Ikan: Kisah Nyata Untuk Membantu Anda Mengubah Tempat Kerja dan Hidup Anda), cari buku itu hari ini juga. Buku itu dimulai dengan kisah luar biasa tentang bisnis penjual ikan eceran di Seattle, Pantai Barat Amerika Serikat yang menjadi terkenal di dunia internasional berkat falsafahnya dalam membangun bisnis sukses melalui tempat kerja yang energik, dinamis, dan penuh keceriaan.

Saya mengetahui suatu firma hukum yang memutar lelucon tentang pengacara di sistem pesan tunggu telepon mereka. Para pengacara di sana sangat sukses. Klien mereka mencintai mereka, mereka memberikan layanan yang luar biasa dan mereka memberikan hasil. Iklan mereka pun menyenangkan dan mereka suka menertawakan diri mereka dan profesi legal secara keseluruhan. Apakah ini membuat mereka kurang profesional? Tidak di mata saya, yang jelas tidak di mata klien mereka, dan saya memberanikan diri menebak dan mengatakan, juga tidak di mata manajer bank mereka.

Bukankah konsumen lebih memilih berada dalam lingkungan di mana orang-orang yang mereka hadapi sedang dalam keadaan senang? Di mana setiap orang mudah tersenyum, periang, dan suasana hatinya baik? Bukankah staf ingin bekerja untuk perusahaan yang memiliki reputasi sebagai tempat kerja yang disukai oleh karyawannya?

 Hal yang penting di sini adalah mengembangkan falsafah milik Anda sendiri tentang profesionalisme versus bersenang-senang. Definisikan dengan jelas arti keduanya dalam bisnis. Apa gol dan tujuan Anda berkaitan dengan ‘dipandang profesional’? Bagaimana Anda ingin konsumen memandang Anda? Apa falsafah Anda mengenai bersenang-senang di tempat kerja? Apa batasan-batasan Anda dalam bersenang-senang? Karena bagaimanapun juga, Anda bukan menjalankan bisnis sirkus. Mengapa tidak mengembangkan falsafah ‘bertindak profesional sambil bersenang-senang’ yang secara jelas mendefinisikan bagaimana Anda memandang hubungan antara profesionalisme dan bersenang-senang, apa yang Anda anggap positif dan perlu dianjurkan serta apa yang harus dihindari.

Rangkul kembali faktor senang-senang dalam kehidupan kerja Anda; doronglah, nikmatilah, sebarkanlah, tapi tetapkan batasannya sehingga semua orang tahu apa yang bisa diterima dan apa yang tidak bisa. Pada awalnya, cobalah mulai dari langkah-langkah kecil dan perhatikan bagaimana tanggapan para pelanggan. Saya yakin Anda akan mendapatkan kejutan yang menyenangkan dari reaksi mereka.

fawaz.id

Belum ada Komentar untuk "Pro vs senang!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel