Sejarah dari John Mauchly

wowkece.me


Sejarah dari John Mauchly


Pada awal abad ke-20 Amerika Serikat mengembangkan, sama seperti Britania sebelumnya, sekelompok ilmuwan kosmopolitan yang rajin berkumpul di gedung-gedung berdinding kayu dan bangunan eksklusif lain, tempat mereka gemar berbagi ide, mendengarkan kuliah, serta berkolaborasi dalam berbagai proyek. Di lingkungan itulah John Mauchly dibesarkan.

Ayahnya seorang fisikawan sekaligus kepala riset di Departemen Magnetisme Bumi di Carnegie Institution, yang berbasis di Washington. Saat itu yayasan tersebut memegang peran terdepan di AS dalam mendorong pengembangan dan pertukaran riset.

Keahlian Mauchly senior ialah merekam kondisi listrik atmosfer dan mengaitkannya dengan cuaca, proses kolaboratif yang membutuhkan koordinasi peneliti dari Greenland sampai Peru. 38 Semasa tumbuh besar di Chevy Chase, daerah suburban Washington, John sering bersinggungan dengan komunitas ilmiah penghuni area tersebut. “Semua ilmuwan di Washington sepertinya tinggal di Chevy Chase,” katanya menyombong. “Direktur Divisi Berat dan Ukuran dari Biro Standardisasi tinggal di dekat kami. Begitu pula Direktur Divisi Radio.”

Kepala Smithsonian Institution juga tetangganya. Pada akhir pekan John kerap mengoperasikan mesin hitung untuk membantu ayahnya mengerjakan kalkulasi dan lambat laun tumbuhlah ketertarikannya pada meteorologi berbasis data. Dia juga menggandrungi sirkuit listrik. Bersama teman-teman sebaya dari lingkungan tempat tinggal yang sama, John menyambungkan rumah mereka dengan kabel interkom dan membuat alat kendali jarak jauh untuk meluncurkan petasan di pesta-pesta. “Sewaktu saya memencet tombol, petasan akan terlontar sejauh lima belas meter.”

Pada usia 14 tahun dia sudah mendapat uang sendiri dengan membantu para tetangga memperbaiki kabel yang rusak di rumah mereka. 39 Semasa kuliah sarjana di Universitas Johns Hopkins, Mauchly mendaftar ke program untuk mahasiswa sarjana berprestasi supaya bisa langsung melompat ke program PhD Fisika.

Topik tesisnya mengenai spektroskop sinar. Kajian itu mengombinasikan keindahan, eksperimentasi, dan teori. “Kita harus tahu teori untuk memahami apa itu spektrum cahaya, tetapi kita juga membutuhkan foto eksperimental spektrum itu. Lalu, siapa yang akan memfotokannya untuk kita?” ujarnya. “Kita sendiri tentu saja. Jadi, saya belajar meniup kaca, membuat vakum, mencari kebocoran, dan sebagainya.” 40 Mauchly memiliki kepribadian supel dan kemampuan (serta hasrat) luar biasa untuk menjelaskan ini itu.

Maka, wajar jika dia akhirnya menjadi profesor. Jabatan semacam itu jarang bisa didapat pada zaman Depresi Besar. Namun, dia berhasil memperoleh pekerjaan sebagai dosen di Ursinus College, yang berjarak satu jam perjalanan bermobil di barat laut Philadelphia. “Sayalah satu-satunya orang yang mengajar fisika di sana,” katanya.

Satu aspek esensial kepribadian Mauchly ialah kegemarannya berbagi ide, biasanya sambil bergaya dramatis dan menyeringai lebar. Alhasil, dia teramat populer sebagai dosen. “Dia suka sekali bicara dan banyak idenya yang tumbuh berkat percakapan dua arah,” kenang seorang kolega. “John menggandrungi ajang sosial, suka menyantap makanan enak, dan mengecap minuman keras bermutu. Dia menyukai kaum perempuan, anak-anak muda yang menarik, mereka yang pandai, dan orang-orang yang tidak biasa.” 42 Menanyai Mauchly sama saja dengan mencari-cari masalah.

Sebab, dia bisa memberikan jawaban panjang-lebar nan tulus dan menggebu-gebu mengenai topik apa saja, dari teater dan sastra hingga fisika.

Di depan kelas dia berlagak bak seniman panggung. Untuk menjelaskan momentum, dia berputar-putar sambil merentangkan tangan dan kemudian menekuk lengan ke dalam; untuk menjabarkan konsep aksi-reaksi, dia berdiri di atas skateboard buatan sendiri dan meluncur ke depan-belakang, trik yang suatu waktu menyebabkannya jatuh dan patah lengan. Orang-orang rela menyetir bermil-mil demi mendengarkan kuliah akhir semester pra-Natal Mauchly, yang lokasinya dipindahkan oleh perguruan tinggi ke auditorium terbesar agar muat menampung seluruh pengunjung.

Dalam kuliah tersebut, Mauchly menjelaskan bagaimana spektografi dan metode fisika lain dapat dimanfaatkan untuk mencari tahu isi paket tanpa membukanya.

Menurut sang istri, “Dia mengukur, menimbang, membenamkan bungkusan ke dalam air, menusuk-nusuknya dengan jarum panjang.” 43 Merefleksikan kekaguman pada meteorologi sejak kanak-kanak, fokus riset Mauchly pada awal 1930-an tentang keterkaitan (jika ada) antara pola cuaca dengan badai matahari, bintik matahari, dan rotasi matahari. Para ilmuwan di Carnegie Institution dan Biro Cuaca AS memberi Mauchly dua puluh tahun data harian dari dua ratus stasiun pemantau cuaca, dan dia pun menyingsingkan lengan baju untuk menghitung korelasi data tersebut.

Untungnya (mengingat saat itu zaman Depresi Besar), Mauchly bisa membeli kalkulator meja secara murah dari bank-bank yang terimbas krisis dan mempekerjakan sekelompok orang muda, lewat Badan Administrasi Pemuda Nasional—salah satu badan yang dibentuk oleh Pemerintah AS demi mengatasi dampak krisis—untuk melakukan komputasi dengan bayaran lima puluh sen per jam. 44 Sama seperti orang lain yang harus mengerjakan perhitungan berulang yang menjemukan, Mauchly bercita-cita menciptakan mesin untuk menunaikan tugas itu.

Dengan gaya yang supel, Mauchly mencari tahu apa saja yang sedang dikerjakan oleh orang lain dan, sejalan dengan tradisi para penemu hebat, merajut aneka ide menjadi satu. Di stan IBM dalam Pameran Dunia yang berlangsung pada 1939 di New York, dia melihat kalkulator listrik yang menggunakan kartu berlubang.

Namun, dia menyadari penggunaan kartu menyebabkan kerja mesin terlampau lamban, apalagi jika data yang mesti diolah berjumlah sangat besar sebagaimana yang dia punyai. Mauchly juga melihat mesin enkripsi yang menggunakan tabung vakum untuk menyandikan pesan.

Mungkinkah tabung tersebut digunakan dalam sirkuit logika jenis lain? Mauchly mengajak para mahasiswanya berkaryawisata ke Universitas Swarthmore untuk melihat alat hitung yang menggunakan sirkuit pengukur ionisasi sinar kosmis yang memiliki komponen berupa tabung vakum. 45 Dia juga mengambil kursus malam di bidang elektronika dan mulai bereksperimen dengan sirkuit tabung vakum yang dirakit sendiri untuk mencari tahu fungsi-fungsi apa saja yang dapat dijalankan sirkuit semacam itu.

Dalam konferensi di Universitas Dartmouth pada September 1940, Mauchly menyaksikan George Stibitz mendemonstrasikan Kalkulator Bilangan Kompleks yang dirakit di Bell Labs. Peragaan itu mencengangkan karena komputer Stibitz berada di gedung Bell di Manhattan, mentransmisikan data lewat kabel telepon. Itulah komputer pertama yang dioperasikan dari jarak jauh.

Selama tiga jam komputer tersebut memecahkan persoalan-persoalan yang diajukan oleh hadirin, masing-masing memakan waktu sekitar semenit. Salah seorang yang hadir dalam demonstrasi itu adalah Norbert Wiener, pionir sistem informasi, yang berusaha menjegal mesin Stibitz dengan meminta hasil dari pembagian dengan nol.

Mesin tersebut ternyata tidak terjebak. Juga hadir John von Neumann, orang Hongaria serbabisa yang akan segera memainkan peran penting bersama Mauchly dalam pengembangan komputer. 46 Ketika Mauchly akhirnya memutuskan merakit komputer dengan tabung vakum, sama seperti inovator kelas satu yang lain, dia memanfaatkan informasi yang diperoleh dari seluruh perjalanannya. Karena Ursinus tidak punya anggaran riset, Mauchly membeli tabung dengan uang sendiri dan bahkan berusaha meminta sumbangan dari perusahaan pembuatnya.

Dia menyurati Supreme Instruments Corp untuk meminta komponen dan menyatakan, “Saya bermaksud membuat mesin hitung listrik.” 47 Mauchly mendapati dalam kunjungan ke RCA bahwa tabung neon bisa pula digunakan sebagai sakelar; kerjanya memang lebih lambat, tetapi harganya lebih murah, dan dia kemudian membeli persediaan tabung neon seharga delapan sen per unit.

“Sebelum November 1940,” istrinya kelak mengatakan, “Mauchly sukses menguji sejumlah komponen komputer rekaan dan sudah yakin alat digital andal berbiaya murah yang hanya terdiri atas elemen elektronik memang mungkin dibuat.” Sang istri bersikeras hal tersebut sudah terjadi sebelum Mauchly mendengar tentang Atanasoff. 48 Pada akhir 1940 Mauchly memberi tahu beberapa teman, berbekalkan semua informasi yang sudah terkumpul, bahwa dia berharap bisa membuat komputer elektronik digital. “Kami tengah mempertimbangkan pembuatan mesin komputasi listrik,” tulisnya November tahun itu dalam surat untuk seorang meteorolog yang pernah menjadi rekan kerjanya. “Mesin itu nantinya bisa mengerjakan operasi dalam waktu 1/200 detik, menggunakan relay berupa tabung vakum.”

Walaupun suka bekerja sama dan menjaring informasi dari banyak orang, Mauchly mulai menunjukkan hasrat kompetitif untuk menjadi orang pertama yang membuat komputer jenis baru ini. Dalam surat untuk mantan mahasiswanya pada Desember, Mauchly mengatakan, “Ini masih rahasia, tetapi dalam waktu kira-kira setahun lagi, saya berharap bisa merakit dan merampungkan satu mesin hitung elektronik .... Tolong jangan bilang siapa-siapa karena saya ingin menjadi ‘yang pertama’ meski tahun ini bahan-bahan belum terkumpul.” 50 Bulan itu, Desember 1940, Mauchly kebetulan bertemu dengan Atanasoff.

Bergulirlah rangkaian peristiwa yang disusul perselisihan bertahun-tahun gara-gara kecenderungan Mauchly mengumpulkan informasi dari beragam sumber dan hasratnya menjadi “yang pertama”. Atanasoff menghadiri rapat di Universitas Pennsylvania dan dia menyimak sesi ketika Mauchly mengutarakan keinginan membuat mesin untuk menganalisis data cuaca.

Selepas acara, Atanasoff menyampaikan kepada Mauchly bahwa dia tengah merakit kalkulator elektronik di Universitas Iowa. Mauchly menuliskan di buklet konferensi bahwa Atanasoff mengklaim telah merancang mesin yang dapat memproses serta menyimpan data dengan biaya hanya $2 per digit. (Mesin Atanasoff bisa mengolah tiga ribu digit dan memakan biaya kira-kira $6.000.) Mauchly terpesona.

Dia memperkirakan bahwa pembuatan komputer tabung vakum mencapai hampir $13 per digit. Mauchly mengatakan dia ingin sekali melihat mesin tersebut dan Atanasoff pun mengundangnya ke Iowa. Sepanjang paruh pertama 1941, Mauchly berkorespondensi dengan Atanasoff dan terus mengagumi murahnya ongkos pembuatan mesin tersebut.

“Kurang dari $2 per digit kedengarannya nyaris mustahil, tetapi jika saya tidak salah paham, itulah yang Anda klaim,” tulis Mauchly. “Saran Anda agar saya datang ke Iowa terkesan fantastis pada mulanya, tetapi saya sekarang antusias akan wacana itu.” Atanasoff mendesak Mauchly agar menerima undangannya. “Guna memperbesar motivasi Anda untuk berkunjung, saya berjanji akan menjelaskan perkara $2 per digit itu,” kata Atanasoff.

wowkece.me

Belum ada Komentar untuk "Sejarah dari John Mauchly"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel