SHOCKLEY MENGGILA

himedik.me


SHOCKLEY MENGGILA


Sebagian pemimpin tetap bisa mengilhami anak buah sekalipun bersikap seenaknya dan banyak menuntut. Pemimpin macam ini mempunyai kenekatan yang malah terkesan karismatik. Contohnya, Steve Jobs. Manifesto pribadinya, yang dibahasakan dalam iklan TV, berbunyi, “Bersulang untuk mereka yang gila. Lain. Tukang berontak. Biang onar.

Para pemimpin hebat mampu memengaruhi orang-orang sehingga bersedia mengikuti mereka, termasuk untuk mencapai tujuan yang semula terkesan mustahil, dengan cara berbagi motivasi dan misi pribadi dengan mereka. Shockley tidak mempunyai bakat ini. Berkat auranya, Shockley berhasil merekrut para karyawan brilian. Namun, tidak lama sesudah mulai bekerja bersama, mereka menjadi naik pitam gara-gara gaya manajemen “tangan besi”-nya, sama seperti Brattain dan Bardeen dahulu. Pemimpin yang baik tahu kapan harus menerabas kritikan para peragu dan kapan harus menghiraukan mereka. Shockley juga tidak punya kemampuan ini.

Suatu kali, dia merancang diode empat lapis yang dikira bakal lebih cepat dan lebih bermanfaat daripada transistor tiga lapis. Di satu sisi, betul bahwa alat itu semacam cikal bakal sirkuit terpadu karena mampu mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan empat atau lima transistor di satu papan sirkuit. Akan tetapi, alat tersebut sukar dimanufaktur ( silikon setipis kertas harus didoping dengan proporsi impuritas yang berbeda-beda di masing-masing sisinya), dan sebagian besar alat yang berhasil diproduksi ternyata tidak berguna. Noyce berusaha membujuk Shockley supaya mengesampingkan diode empat lapis, tetapi sia-sia saja. Banyak inovator penggagas teknologi transformatif yang keras kepala dalam menggadang-gadang ide anyar.

Namun, Shockley melintasi garis tipis yang membedakan seorang visioner dengan pengkhayal sinting, menjadikannya contoh pemimpin yang tidak boleh ditiru. Demi mencapai misi membuat diode empat lapis, Shockley bersikap rigid, penuh rahasia, otoriter, dan paranoid. Dia membentuk tim-tim tertutup dan menolak berbagi informasi dengan Noyce, Moore, dan lain-lain. “Dia tidak mau menerima bahwa dia membuat keputusan jelek. Jadi, dia mulai menyalahkan semua orang di sekelilingnya,” kenang Jay Last, salah seorang insinyur yang menentang ide Shockley. “Dia sewenang-wenang sekali. Saya berubah dari bocah kesayangannya menjadi biang kerok.” 63 Watak paranoid Shockley, yang kian hari kian kental, mengemuka dalam berbagai peristiwa. Contohnya, ketika jari seorang sekretaris perusahaan tersayat sewaktu membuka pintu, Shockley meyakini itu aksi sabotase. Dia memerintahkan semua orang untuk dites dengan detektor kebohongan. Sebagian besar menolak sehingga Shockley akhirnya terpaksa mengurungkan niat.

Belakangan baru ketahuan sayatan itu disebabkan oleh bekas paku payung yang digunakan untuk menempelkan pengumuman di pintu. “Menurut saya, kata ‘tiran’ tidaklah memadai untuk menjabarkan sifat Shockley,” kata Moore. “Dia jauh lebih kompleks daripada itu. Dia sangat kompetitif dan bahkan berkompetisi dengan orang-orang yang bekerja untuknya. Menurut diagnosis amatir saya, dia juga paranoid.” 64 Hal yang lebih parah, obsesi Shockley terhadap diode empat lapis ternyata keliru. Terkadang yang membedakan antara orang genius dan menjengkelkan ialah benar tidaknya ide mereka. Jika diode Shockley bisa berfungsi, atau jika dikembangkan menjadi sirkuit terpadu, dia mungkin akan kembali dipandang sebagai seorang visioner.

Namun, bukan itu yang terjadi. Situasi justru memburuk setelah Shockley beserta kedua mantan rekannya, Bardeen dan Brattain, memenangi Nobel. Ketika Shockley mendapat telepon pagi-pagi sekali pada 1 November 1956, reaksi pertamanya ialah mengira telepon tersebut trik Halloween belaka. Belakangan dia curiga ada orang-orang yang berusaha mencegahnya meraih Nobel dan dia kemudian menyurati komite Nobel untuk meminta informasi mengenai siapa saja yang menentangnya, permintaan yang ditolak oleh komite tersebut. Namun, setidaknya sehari itu, ketegangan mengendur dan muncul kesempatan untuk bergembira. Guna merayakan kemenangan Shockley, diadakanlah pesta makan siang lengkap dengan sampanye di Rickeys.

Hubungan Shockley dengan Bardeen dan Brattain masih berjarak, tetapi mereka bisa bersopan santun ketika berkumpul dengan keluarga di Stockholm untuk menghadiri upacara penganugerahan Nobel. Dalam pidatonya, Ketua Komite Nobel menyoroti penemuan transistor sebagai buah kegeniusan individu yang berpadu dengan kerja sama tim. Dia menyebut inovasi tersebut “kreasi kelas satu yang lahir dari wawasan, kecerdikan, dan kegigihan individu serta kelompok”.

Larut malam itu, Bardeen dan Brattain sedang minum-minum di bar di Grand Hotel ketika, tidak lama sesudah tengah malam, Shockley berjalan masuk. Mereka praktis tidak pernah bicara kepadanya selama enam tahun, tetapi malam itu keduanya mengesampingkan perbedaan dengan Shockley dan mengundangnya minum bersama.

himedik.me

Belum ada Komentar untuk "SHOCKLEY MENGGILA"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel