Siapa itu alan turing?

wowkece.me


Siapa itu alan turing?


Alan Turing dibesarkan tanpa limpahan kasih sayang orangtua layaknya banyak anak kelas menengah dan menengah atas di Britania pada masa itu. 1 Moyangnya dianugerahi gelar Baronet sejak 1638, gelar yang diwariskan turun-temurun dan akhirnya jatuh ke tangan salah seorang keponakan Turing.

Akan tetapi, bagi anak laki-laki yang bukan sulung, seperti Turing, ayahnya, dan kakeknya, mereka paling banter hanya memperoleh secuil harta, tidak mewarisi gelar ataupun tanah. Sebagian besar anak lelaki yang bukan sulung lantas menjadi klerus, seperti kakek Alan, atau pegawai kolonial, seperti ayahnya, yang menjabat administrator minor di daerah terpencil India.

Alan sudah berada dalam kandungan ibunya kala di Chhatrapur, India, dan lahir pada 23 Juni 1912 di London, sewaktu orangtuanya cuti. Ketika Alan baru berusia setahun, orangtuanya kembali ke India selama beberapa tahun. Sementara itu, Alan kecil serta kakak lelakinya dititipkan kepada pensiunan kolonel dan istrinya untuk dibesarkan di kota pesisir di Inggris sebelah selatan. “Saya bukan psikolog anak,” John Turing, kakak Alan, kelak berkomentar. “Tetapi, saya yakin meninggalkan seorang bayi di lingkungan asing, jauh dari keluarga, berdampak tidak baik bagi perkembangannya.”

Sepulang sang ibu ke Inggris, Alan tinggal beberapa tahun dengannya. Pada usia 13 tahun dia dikirim ke sekolah berasrama. Dia bersepeda hampir seratus kilometer ke sekolah dalam waktu dua hari, seorang diri. Turing memang gemar sendirian, sebagaimana tecermin dari kegandrungannya lari jarak jauh dan bersepeda. Dia juga mempunyai ciri khas yang lazim ditemui dalam diri banyak penemu, seperti dijabarkan secara memikat oleh penulis biografinya, Andrew Hodges, yakni, “Alan lambat menyadari adanya garis tipis yang memisahkan inisiatif dengan ketidakpatuhan.”

Di sekolah berasrama, Sherborne, Turing menyadari dirinya homoseksual. Dia menaruh hati pada seorang teman sekolah ramping berambut pirang, Christopher Morcom, rekannya belajar matematika dan mendiskusikan filsafat. Namun, pada musim dingin sebelum lulus, Morcom meninggal mendadak karena tuberkulosis. Turing kemudian menyurati ibu Morcom, “Saya memuja bumi tempatnya berpijak. Saya tidak berusaha menyembunyikan hal itu sayangnya.” 

Dalam surat untuk ibunya sendiri, Turing terkesan mencari penghiburan dari imannya. “Aku merasa akan bertemu Morcom lagi kelak dan ada pekerjaan yang mesti kami jalani bersama di sana, sebagaimana aku meyakini terdapat misi untuk kami di sini. Sekarang karena tinggal sendiri, aku tidak boleh mengecewakannya. Jika berhasil, aku akan lebih layak untuk menjadi bagian dari kelompok orang terhormat yang baru saja dia datangi.”

Walau begitu, tragedi tersebut akhirnya mengikis keyakinan religius Turing. Dia juga menjadi semakin tertutup dan tidak bisa lagi menjalin hubungan akrab dengan mudah. Kepala asrama melaporkan kepada orangtuanya pada Paskah 1927, “Tidak dapat dimungkiri bahwa dia bukan pemuda ‘normal’. Bukan berarti hal tersebut niscaya menjadi sumber masalah, tetapi dia mungkin menjadi kurang bahagia karenanya.” 

Pada tahun terakhir di Sherborne, Turing memenangi beasiswa untuk kuliah matematika di King’s College, Cambridge, yang lalu dia masuki pada 1931. Satu dari tiga buku yang dia beli dengan sebagian uang beasiswa adalah The Mathematical Foundations of Quantum Mechanics karya John von Neumann, matematikawan unik Hongaria yang, sebagai pelopor desain komputer, akan senantiasa memengaruhi kehidupan Turing.

Turing terutama tertarik pada matematika di inti fisika kuantum, yang menjabarkan peristiwa di tingkat sub-atom lewat probabilitas statistik alih-alih hukum eksak. Dia meyakini (setidaknya saat masih muda) karakter tidak pasti dan tidak deterministik di tingkat sub-atom-lah yang menjadi jawaban di balik kehendak bebas manusia karakter yang, jika benar, membedakan manusia dari mesin. Dengan kata lain, karena tiada keniscayaan di tingkat sub-atom, tiada pula garis takdir yang menentukan pikiran dan tindakan kita. Dalam suratnya untuk ibu Morcom, Turing menjelaskan sebagai berikut.

Sepanjang sisa hidup, Turing akan bergelut dengan pertanyaan apakah pikiran manusia secara fundamental lain dengan mesin deterministik. Lambat laun dia akan menyimpulkan perbedaan di antara keduanya tidaklah sejelas yang dikira.

Turing juga memiliki firasat bahwa, sama seperti ranah sub-atom yang diselimuti ketidakpastian, ada persoalan matematika yang dapat dipecahkan secara mekanis dan ada pula yang jawabannya tak pasti. Pada masa itu fokus utama para matematikawan ialah perumusan sistem logika yang lengkap dan konsisten, misi ambisius yang dipengaruhi oleh pemikiran salah satunya  David Hilbert, sang genius dari Göttingen yang, di antara sekian banyak prestasinya, memformulasikan teori relativitas umum secara matematis berbarengan dengan Einstein.

Dalam konferensi pada 1928, Hilbert mengajukan tiga masalah fundamental mengenai sistem matematika formal: (1) Apakah aturan-aturannya sudah lengkap sehingga pernyataan apa pun dapat dibuktikan (atau disanggah) menggunakan aturan-aturan sistem itu saja? (2) Apakah sistem tersebut sudah konsisten sehingga tidak ada pernyataan yang bisa terbukti benar sekaligus salah? (3) Adakah prosedur yang dapat menentukan apakah pernyataan tertentu bisa dibuktikan, alih-alih terus terkatung-katung karena tak kunjung terjawab (teka-teki matematika yang sampai sekarang belum bisa dibuktikan benar salahnya, antara lain teorema terakhir Fermat,* 1 konjektur Goldbach,* 2 atau konjektur Collatz* 3 )? Hilbert mengiyakan pertanyaan nomor satu dan dua, dan menjadikan persoalan ketiga tidak relevan lagi. Sederhananya, Hilbert mengatakan, “Tidak ada persoalan yang tidak bisa dijawab.”

wowkece.me

Belum ada Komentar untuk "Siapa itu alan turing?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel