Siapa itu Konrad Zuse?

wowkece.me


Siapa itu Konrad Zuse?


Semua pionir tersebut tidak tahu bahwa mereka sesungguhnya telah dikalahkan pada 1937 oleh seorang insinyur Jerman yang bekerja di apartemen orangtuanya. Konrad Zuse merampungkan purwarupa kalkulator berkarakter biner yang bisa membaca perintah dari struk berlubang. Walau begitu, versi pertama kalkulator Zuse yang dinamai Z1 adalah mesin mekanis, bukan mesin berbasis listrik ataupun elektronik. Sama seperti banyak pelopor era digital, Zuse sudah tertarik pada seni dan rekayasa sedari kecil.

Setelah lulus sekolah tinggi teknik, dia mendapat pekerjaan sebagai analis tegangan di perusahaan pesawat di Berlin. Tugas Zuse antara lain memecahkan persamaan linear yang memuat segala macam faktor beban, kekuatan, dan elastisitas.

Sekalipun menggunakan kalkulator mekanis, paling banter hanya persamaan- persamaan linear yang terdiri atas enam variabel yang dapat diselesaikan dalam sehari. Jika variabel berjumlah 25, bisa butuh setahun untuk menyelesaikan persamaan linear tersebut. Itu sebabnya, Zuse, yang merasa bosan menyelesaikan pekerjaan itu-itu saja sama seperti banyak orang yang lain berhasrat membuat mesin yang dapat memecahkan persamaan matematika.

Dia mengubah ruang keluarga di apartemen orangtuanya di Berlin, dekat Bandara Tempelhof, menjadi bengkel. 25 Dalam versi pertama mesin Zuse, digit biner disimpan menggunakan sejumlah pelat logam pipih yang terdiri atas banyak celah dan jarum yang dibuat sendiri oleh Zuse dan teman-temannya dengan gergaji. Mula-mula Zuse menggunakan struk berlubang untuk memasukkan data dan program. Namun, dia segera mengganti kertas dengan gulungan film 35 mm, yang bukan saja lebih kuat, melainkan juga lebih murah. Z1-nya rampung pada 1938 dan mesin tersebut sanggup menyelesaikan segelintir soal, sekalipun kerjanya kurang andal. Semua komponen mesin itu dibuat dengan tangan sehingga kurang presisi dan sering macet.

Zuse kurang beruntung karena tidak disokong fasilitas lengkap seperti di Bell Labs dan tidak menjadi bagian institusi mapan seperti Harvard atau IBM, yang niscaya bisa menyuplai para insinyur mumpuni untuk melengkapi bakatnya. Walau begitu, Z1 menunjukkan bahwa konsep logika yang didesain oleh Zuse pada praktiknya memang bisa diaplikasikan. Seorang teman kuliah yang membantunya, Helmut Schreyer, mengusulkan agar mereka membuat versi yang menggunakan komponen berupa tabung vakum elektronik daripada sakelar mekanis.

ndaikan mereka langsung mengimplementasikan usulan itu, Zuse dan kawan-kawan niscaya akan tercatat dalam sejarah sebagai penemu pertama komputer modern yang berbasis biner, elektronik, dan dapat diprogram. Namun, Zuse dan semua pakar dari sekolah tinggi teknik yang dia mintai masukan merasa keder karena membayangkan besarnya biaya untuk merakit mesin yang membutuhkan hampir dua ribu tabung vakum. 26 Untuk Z2, mereka memutuskan menggunakan relay elektromekanis dibeli bekas dari perusahaan telepon yang lebih kuat dan murah, sekalipun lebih lambat, sebagai sakelar. Hasilnya, komputer yang menggunakan relay untuk unit aritmetika.

Kendati demikian, unit memorinya berbasis mekanis, menggunakan jarum-jarum yang bisa bergerak di lembaran logam. Pada 1939 Zuse mulai mengerjakan model ketiga, Z3, yang menggunakan relay elektromekanis, baik untuk unit aritmetika maupun unit kontrol. Ketika rampung pada 1941, Z3 menjadi komputer digital serbaguna pertama yang dapat diprogram di dunia.

Walaupun tidak bisa secara langsung memproses lompatan kondisional dan percabangan di dalam program, secara teoretis Z3 dapat berfungsi sebagai mesin Turing universal.

Perbedaan utama Z3 dengan komputer- komputer yang lebih modern ialah penggunaan relay elektromagnetik yang lambat daripada komponen elektronik seperti tabung vakum atau transistor. Teman Zuse, Schreyer, kemudian menulis tesis doktoral berjudul “ Relay Tabung dan Teknik Switching -nya” (“The Tube Relay and the Techniques of Its Switching”) yang menggadang-gadang penggunaan tabung vakum untuk membuat komputer yang lebih canggih dan cepat.

Namun, ketika Schreyer dan Zuse mengajukan proposal kepada Angkatan Darat Jerman pada 1942, para panglima mengatakan dengan yakin akan memenangi perang kurang dari dua tahun, periode yang dibutuhkan untuk merakit mesin semacam itu. 27 Petinggi tentara Jerman lebih tertarik membuat senjata daripada komputer.

Alhasil, Zuse ditarik dari pekerjaan mengembangkan komputer dan disuruh kembali ke teknik dirgantara. Pada 1943 sejumlah komputer dan desain Zuse hancur lebur saat Sekutu mengebom Berlin. Zuse dan Stibitz, yang bekerja secara terpisah, sama-sama mengusulkan penggunaan relay untuk membuat sirkuit yang dapat mengolah komputasi biner.

Bagaimana mereka sampai menelurkan ide ini pada saat bersamaan, padahal perang tentu mengisolasi kedua tim tersebut satu sama lain? Jawabannya, karena perkembangan teknologi dan teori membukakan jalan ke arah sana. Sama seperti banyak inovator lain, Zuse dan Stibitz tidak asing dengan penggunaan relay pada sirkuit telepon.

Maka, masuk akal untuk memanfaatkan teknologi itu dalam mengerjakan operasi biner matematika dan logika. Pada saat bersamaan, Shannon, yang juga mengenal baik sirkuit telepon, menyimpulkan bahwa sirkuit listrik bisa digunakan untuk mengerjakan operasi logika aljabar Boole. Ide bahwa sirkuit digital akan menjadi kunci bagi proses komputasi segera menjadi jelas bagi para peneliti di mana saja, bahkan di tempat terpencil seperti Iowa tengah.

wowkece.me

Belum ada Komentar untuk "Siapa itu Konrad Zuse?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel