Standar-Standar Perancangan

akurat.me


Standar-Standar Perancangan 


Dalam merancang interior, khususnya merancang ruang usaha, yang perlu diperhatikan adalah faktor kenyamanan pengunjung. Kenyamanan seperti apa sih? Kenyamanan dalam segala hal, sirkulasi, pencahayaaan, pengha waan, maupun penataan furniture.

1. Sirkulasi Rancanglah sirkulasi keluar masuk pengunjung yang pas dan nyaman. Misal nya untuk restoran, hindari tabrakan antara pengunjung yang lalu lalang dengan aktivitas di meja makan. Sebisa mungkin pengangkutan bahan makanan dari luar ke dalam jangan sampai terlihat oleh pengunjung.

Untuk toko-toko yang menjual barang dengan menempatkan display display produk, sirkulasinya pun harus benar-benar nyaman. Jangan sampai ada tabrakan kepentingan antara orang yang sedang memilih-milih barang dengan lalu-lalang pengunjung.

Untuk toko buku, tata buku-buku sesuai dengan kategori bacaan agar pengunjung mudah menemukan buku sedang dicari. Perhatikan juga sirku las pengunjung, kursi atau sofa yang digunakan untuk rehat sejenak, dan jarak antar rak buku. Pastikan jarak-jarak tersebut pas dan tidak terlalu sempit.

2. Pencahayaan dan Penghawaan Dua aspek ini menyangkut kenyamanan visual dan termal pengunjung. Anda tentu tidak mau jika pengunjung datang ke toko Anda dan merasa kegera han karena toko Anda terasa panas? Cara termudah yaitu dengan menam bahkan fan atau air conditioner. Dengan demikian, kenyamanan pengunjung menjadi optimal. Kualitas barang Anda pun menjadi tahan lama, awet, dan, anti jamur. Namun, ada pula cara yang lebih alami, perbanyak jendela sehingga udara dapat keluar masuk dengan leluasa. Jika toko Anda menggunakan AC, pastikan pintu keluar masuk tertu tup rapat untuk menjaga efisiensi AC. Gunakan pintu kaca supaya pengun jung bisa mengetahui keadaan di dalam toko Anda. Letak pintu pun harus disesuaikan dengan lay out toko.

3. Aspek Visual Produk Aspek visual biasanya berhubungan dengan pencahayaan. Etalase toko ba gian depan misalnya. Untuk menarik pengunjung, bagian depan toko dibuat tembus pandang dengan menggunakan etalase kaca. Sistem yang biasa dipakai adalah kaca etalase anti refleksi, sehingga cahaya akan dieleminasi sekecil mungkin. Kaca yang sering dipakai adalah kaca anti silau (rayban). Penggunaan lampu juga berpengaruh. Perhatikan lampu-lampu yang bi asa digunakan di toko atau warung makan. Lampu-lampu tersebut berfung si sebagai penerang ruangan atau penegas produk yang tengah didisplay. Jika Anda perhatikan, beberapa toko memiliki pencahayaan yang kurang baik. Akibatnya, warna barang berubah ketika sudah dibeli dan dibawa ke rumah. Kok bisa ya?

Ternyata hal ini disebabkan pengaruh lampu toko sehingga terkesan mengubah warna asli barang. Ketika produk tersebut masih di display dan disinari lampu, warnanya tampak berkilau dan mengesankan. Namun saat pengunjung sudah membeli dan dibawa ke rumah, warna barang tersebut berubah. Hati-hati, pengunjung akan merasa kecewa dan berpikir ulang untuk belanja lagi di toko Anda. Pastikan situasi ini tidak menimpa bisnis Anda. Terlebih bila bisnis tersebut berhubungan dengan produk yang men jual warna semisal baju atau tas.

4. Lay Out Toko Lay out toko turut menentukan persepsi pengunjung terhadap barang dagangan. Banyaknya barang dagangan sebenarnya tidak berpengaruh terhadap harga ataupun imej yang ditampilkan. Bisa saja imej yang ingin ditampilkan eksklusif, mahal, artistik, dengan displaybermacam-macam ba rang. Misalnya pada artshop ataupun gift shop. Ada dua tipe lay out yang dapat diterapkan; grid pattern dan free flow pattern. Dua hal tersebut juga dapat dikombinasikan.

a. Grid Pattern (pola kisi) Pola ini biasanya digunakan pada interior supermarket, swalayan, maupun toko buku. Lay out ini merupakan bentuk yang paling efektif untuk menonjolkan sebagian besar barang dagangan. Pola ini juga digunakan untuk mengarahkan lalu lintas konsumen secara sistematis di toko. Grid Pattern memungkinkan pengop timalan produk dan pemaksimalan penggunaan ruangan. Selain itu keamanannya lebih baik karena terkontrol oleh cermin penga was, kamera, dan lain sebagainya. Lay out ini juga memudahkan konsumen untuk memilih produk. Namun kelemahannya ruangan akan terkesan kaku, padat bila banyak pengunjung, dan interaksi dengan pramuniaga tidak optimal.

b. Free Flow Pattern (Pola Arus Bebas) Pola ini digunakan dalam penataan toko-toko baju, distro, sepatu, dan toko-toko buku besar plus modern. Dengan pola ini, konsumen bebas memilih jalur sirkulasi yang mereka inginkan. Suasana cair dapat terjadi. Penempatan barang dan display benar-benar acak. Kelebihannya adalah barang dagangan dapat ditonjolkan, terjadi interaksi antara pramuniaga dengan pengunjung, pemilik toko pun dimudahkan untuk membuat tema display pada barang da gangan. Namun pola ini juga memiliki kelemahan, seperti membutuhkan banyak karyawan untuk mengawasi barang-barang. Konsumen juga terlalu banyak membuang waktu serta menjadi kebingungan dengan barang dagangan apa yang ingin dilihatnya dengan yang tidak ingin dilihatnya.

c. Kombinasi Grid Pattern dan Free Flow Pattern Kombinasi ini biasanya terdapat pada department store yang membutuhkan ruang besar karena produk yang dijual beragam dan membutuhkan penanganan khusus pada setiap barang. Seper ti produk baju yang dikombinasikan dengan produk sepatu, atau produk-produk buku-buku dan produk-produk barang-barang seni buatan tangan yang harus ditampilkan secara menonjol.

akurat.me

Belum ada Komentar untuk "Standar-Standar Perancangan "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel