VERSI NOYCE

himedik.me

VERSI NOYCE 


Inovasi yang sama sering kali dicapai lewat jalan berbeda. Noyce dan para koleganya di Fairchild telah menjajaki kemungkinan membuat microchip dari arah lain. Berawal ketika mereka membentur masalah pelik: kerja transistor mereka kurang bagus.

Terlalu banyak transistor buatan mereka yang gagal. Setitik debu atau bahkan kontak dengan gas dapat menyebabkan transistor tersebut mati. Ketukan atau benturan keras juga berdampak serupa. Jean Hoerni, fisikawan Fairchild yang termasuk ke dalam “delapan pengkhianat”, mengusulkan solusi cerdik. Dia akan membubuhkan selapis tipis silikon oksida pada permukaan transistor silikon, seperti lapisan krim di atas kue tar, supaya silikon di bawahnya terlindung.

“Lapisan oksida ... di permukaan transistor,” tulis Hoerni di notesnya, “akan melindungi junction dari kontaminasi.” 6 Metode ini disebut “ proses planar” karena senyawa oksida dilapiskan secara mendatar di permukaan atas silikon. Pada Januari 1959 (setelah Kilby mendapat ide, tetapi sebelum inovasinya dipatenkan ataupun diumumkan), Hoerni mendapat “wangsit” lagi saat mandi pagi: lapisan oksida tersebut bisa “diukir” membentuk jendela supaya impuritas dapat didifusikan ke lokasi-lokasi tertentu dalam rangka menciptakan sifat-sifat semikonduktor yang diinginkan.

Noyce menyukai ide “merakit transistor di dalam kepompong” tersebut dan membandingkannya dengan “mendirikan ruang operasi di dalam hutan kita masukkan pasien ke dalam kantong plastik, lalu kita melakukan operasi di balik kantong plastik supaya lalat-lalat hutan tidak mengerubungi luka”. 7 Para pengacara paten berperan melindungi ide-ide bagus, tetapi terkadang mereka juga menstimulasi munculnya ide. Proses planar contohnya.

Noyce menelepon John Ralls, pengacara paten Fairchild, agar menyiapkan permohonan paten. Jadi, Ralls mulai mencecar Hoerni, Noyce, dan rekan-rekan kerjanya dengan sejumlah pertanyaan, antara lain proses planar bisa digunakan untuk mengerjakan hal praktis apa saja? Ralls mencari tahu supaya bisa mengajukan cakupan paten yang seluas mungkin. Noyce mengenang, “Tantangan dari Ralls ialah ‘ide-ide ini bisa dipatenkan untuk apa saja?

Belum terbetik di benak mereka bahwa berkat proses planar beserta jendela-jendela mungilnya, banyak tipe transistor dan komponen lain yang dapat diguratkan ke sepotong silikon. Namun, karena Ralls terus bertanya, Noyce jadi memutar otak dan Januari itu dia menghabiskan waktu dengan saling melempar ide dengan Moore, kemudian menuliskan ide-ide tersebut di papan tulis dan buku catatannya. Hal pertama yang Noyce sadari ialah apabila menggunakan proses planar, mereka tidak perlu lagi menyolder kawat-kawat mungil ke transistor. Sebagai gantinya, garis-garis tembaga kecil bisa dicetak ke atas lapisan oksida.

Dengan begitu, perakitan transistor akan lebih cepat dan hasilnya lebih andal. Kesadaran ini kemudian membuahkan ide berikutnya: jika kita mencetakkan garis-garis tembaga untuk menghubungkan satu bagian transistor dengan yang lainnya, kita juga bisa memanfaatkan garis-garis itu untuk menghubungkan dua transistor atau lebih yang berada di satu keping silikon. Berkat proses planar beserta teknik jendelanya, kita bisa mendifusikan impuritas untuk membuat lebih dari satu transistor dalam satu chip silikon.

Sedangkan kawat-kawat tembaga yang tercetak pada permukaan chip akan menghubungkan transistor tersebut satu sama lain sehingga membentuk suatu sirkuit. Noyce kemudian mendatangi kantor Moore dan menggambarkan ide itu di papan tulis untuknya. Noyce orang yang penuh semangat dan banyak bicara, sedangkan Moore pria kalem nan serius. Namun, mereka justru cocok bermitra. Lompatan ide berikutnya hampir-hampir terkesan sudah niscaya: satu chip bisa juga memuat bermacam komponen selain transistor, di antaranya resistor dan kapasitor.

Noyce mencorat-coret papan tulis Moore untuk menunjukkan bagaimana satu bagian kecil silikon murni dapat berfungsi sebagai resistor dan, beberapa hari berselang, dia menggambarkan cara membuat kapasitor silikon. Garis-garis logam kecil yang dicetakkan di permukaan oksida dapat memadukan keseluruhan komponen tersebut ke dalam satu sirkuit.

“Saya tidak ingat mendapat ide sekonyong-konyong, lalu barang langsung jadi,” Noyce mengakui. “Yang terjadi ialah saya mencoba saja tiap hari. Saya berpikir barangkali saya bisa mengerjakan ini atau itu, lalu siapa tahu hasilnya seperti ini atau itu. Berkat usaha terus-menerus, kami akhirnya memperoleh konsep.” 9 Setelah melalui serangkaian kesibukan, Noyce menulis dalam buku catatannya, pada Januari 1959, “Kami berharap dapat membuat banyak peranti pada satu potong silikon.” 10 Noyce menggagas konsep microchip secara independen (dan beberapa bulan lebih telat) daripada Kilby, dan mencapainya lewat jalan yang berbeda.

Kilby berusaha mengalahkan tirani angka-angka dengan menciptakan sirkuit berkomponen banyak yang tidak perlu disolder. Noyce terutama termotivasi untuk memanfaatkan proses planar kreasi Hoerni semaksimal mungkin. Ada juga satu perbedaan praktis: versi Noyce tidak dipenuhi jejaring kawat yang ruwet.

himedik.me

Belum ada Komentar untuk "VERSI NOYCE "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel