Atasi penyakit pada kucing terbaru 2020


Fawaz.id - Atasi penyakit pada kucing terbaru 2020, Kucing merupakan hewan yang memiliki interaksi sangat dekat dengan manusia, banyak kegiatan yang kita lakukan misalnya makan pasti kucing akan menunggu dibawah untuk meminta sebagian dari makanan kita.

Sampai suatu saat kucing memakan sesuatu yang salah dia melakukan respon nya melalui fases nya apakah cair atau padat. Jika cari makan yang diberi oleh kita tidak cocok dengan lambung kucing.
Berikut ini merupakan berbagai penyakit dan cara mengatasi pada kucing rumahan, kampung. Simak artikel berikut

Atasi penyakit pada kucing terbaru 2020

1. Kelainan jantung pada kucing

Semua makhluk yang mempunyai jantung bisa mengidap kelainan jantung, tak terkecuali kucing. Kucing kadang mengalami kelemahan jantung yang dalam istilah medis disebut cardio myopathy. Jadi, bukan hanya manusia yang jantungan, kucing pun bisa.

Gejala kelainan jantung pada kucing mirip dengan gejala kelainan jantung pada manusia Gejala jantungan antara lain pernafasan dangkal dan cepat, sering batuk, dan badan lemah.

Namun, jangan khawatir, sebagaimana pada manusia, kucing yang mengalami kelemahan jantung pun dapat berumur panjang, tergantung cara merawatnya. Kita sebaiknya memeriksakan kucing tersebut ke dokter hewan dan berkonsultasi mengenai cara merawatnya.
 
Dokter hewan biasanya memberi resep obat untuk kucing yang mengalami kelainan jantung berupa Furosemid, Digitalis, dan Milrinone. Obat- obat ini tergolong obat keras. Untuk itu, harus benar-benar mematuhi arahan dokter mengenai dosis dan cara pemakaian obat tersebut. Jangan sekal-kali memakai obat-obatan itu tanpa resep dan pengawasan dokter.
 
Perlu diketahui, untuk merawat kucing yang sedang sakit, sekarang sudah ada jenis makanan khusus untuk kucing yang menderita penyakit tertentu, termasuk penyakit jantung.

2. Pilek jahat pada kucing

Selain kelainan jantung, penyakit lain yang kadang menyerang kucing adalah "pilek jahat". Penyebutan ini didasarkan pada gejala yang terlihat. Kalau ditinjau dari nama atau ilmu kedokteran hewan, penyakit ini agak sulit dimengerti masyarakat, baik dari penulisannya maupun pengucapannya, yaitu: Rhinotracheitis Infectiosa (RI).
 
Penyakit pilek jahat (RI) disebabkan virus herpes. Virus ini menyerang kucing dan hewarn sebangsanya pada mata dan saluran hidung lalu meluas ke saluran pernapasan dalam. Gejala yang diperlihatkan adalah bersin, batuk, dan keluarnya cairan dari mata dan hidung yang awalnya encer lalu menjadi kuning kental hanya dalam waktu 2-5 hari.
 
Melalui cairan itulah virus RI disebarkarn dan ditularkan. Anak-anak kucing sangat rentan terhadap serangan RI, sedangkan kucing dewasa relatif agak tahan.

3. Mengatasi epilepsi

Penyakit lainnya yang menyerang kucing adalah "ayan". Ayan (sawan/epilepsi) merupakan penyakit yang disebabkan adanya kelainan dalam susunan syaraf pusat (otak). Makhluk hidup yang mempunyai susunan syaraf pusat pada hakikatnya bisa mengidap ayan.
 
Selain ayan, ada juga beberapa penyakit lainnya lagi yang acapkali menyerang kucing, yaitu radang peritoneum menular atau peritonitis, keracunan, kekurangan mineral, kelainan hormon, tumor atau radang otak.
 
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatisipasi dan mengatasi penyakit sebagai berikut:
 
  1. Berikan diet seimbang pada kucing berdasarkan umur dan berat badannya. Di kota-kota sudah dijual makanan kucing dengan resep dokter.
  2. Amati lebih cermat gejala-gejala yang sering tampak pada saat-saat tertentu. Bila gejala tersebut tidak muncul lagi atau sekali-kali saja, berikan perlakuan pada poin pertama di atas.
  3. Bila gejalanya sering timbul dengan frekuensi tinggi, kita dapat memberikan phenobarbital dengan dosis 2 mg/kg berat badan. Pemberian obat dilakukan 2-3 kali sehari. Dosis tersebut sangat individual sehingga frekuensi pemberiannya dalam sehari didasarkan pada berat badan dan seringnya gejala muncul.

4. Mulut dan napas bau pada kucing

Kadang kucing peliharaan menebarkan bau mulut dan napas yang tidak enak. Ini terjadi mung- kin karena terdapat plak pada gigi dan gusi sehingga terjadi radang gigi (ginggivitis). Penyebabnya, antara lain, kucing selalu diberi makanan lunak atau basah sehingga sisa makanan tertumpuk di gigi atau gusi. Bila sisa makanan itu berupa daging atau ikan, bau mulut dan napasnya tidak dapat dihindari.
 
Plak atau sisa-sisa makanan dapat dibersihkan Bila tidak dilakukan sendiri, bisa dilakukan dokter hewan. Bila perlu, sebelumnya dokter hewan bisa melakukan pembiusan. Bahkan, jika terjadi radang atau infeksi pada gigi, dokter dapat sekaligus mengobatinya.
 
Untuk menghilangkan bau mulut dan napas makanan kucing sebaiknya diubah secara bertahap dari makanan basah menjadi makanan kering Pengubahan ini jangan dilakukan sekaligus karena kucing belum begitu mengenal makanan tersebut.
 
Sekarang, telah banyak dijual makanan kering untuk kucing. Makanan yang kering akan membantu membersihkan gigi di samping tidak menempel pada gigi dan gusinya.

5. Sindroma alat kencing kucing

Kucing kadang juga bisa mengalami sindroma alat kencing yang dalam ilmu kedokteran hewan lebih dikenal dengan feline urological syndromes (FUS) Penyebabnya, antara lain infeksi bakterial, kondisi derajat keasaman urine (pH) di dalam kandung kencing (bladder), dan adanya batu atau kristal kencing.
 
Meskipun batu atau kristal tersebut masih sangat lembut dan tak tampak oleh foto rontgen, namun benda tersebut cukup tajam untuk dapat melukai dinding alat perkencingan.
 
Untuk mengatasi sindroma alat kencing pada kucing, bisa dilakukan beberapa langkah sebagai berikut:
 
  1. Konsultasikan kucing Anda ke klinik hewan. Mintalah agar dilakukan analisis urine dan dibuatkan kultur guna memastikan ada tidaknya bakteri. Bila ada, apa jenisnya sehingga dapat itentukan jenis antibiotika yang cocok.
  2. Mintalah foto rontgen yang meliputi seluruh alat perkencingan seperti ginjal, ureter, dan kandung kencing. Periksalah apakah di dalamnya ditemukan kristal batu-batuan.
  3. Berikan antibiotika yang sesuai dengan hasil analisis dan pemeriksaan. Jika penyakit sudah kronis, berikan antibiotika sampai 4 minggu.
  4. Lakukan diet dengan cara diberikan makanan pabrik berkode C/D (calculi diets) atau S/D (stones diets) dari merk dagang terkenal Makanan dengan kode tersebut (prescription diets) oleh dokter hewan dimaksudkan agar derajat keasaman (pH) urine dapat terjaga sehingga terbentuknya inti-inti kristal batu di kemudian hari dapat dicegah.

6. Leukemia pada kucing

Leukemia pada kucing disebabkan oleh virus yang disebut feline leukemia virus (FeLV) Serangan penyakit ini umumnya bersamaan dengan lymphosarcoma, yaitu kanker kelenjar getah bening (lymphe).
 
Virus leukemia (FeLV) terdapat di dalam air liur kucing penderita sehingga dapat menulari kucing lain bila terjadi kontak langsung dan tercemari air liur kucing penderita. Selain itu, FeLV kadang juga terbawa karena faktor keturunan.
 
Virus tersebut sudah ada dalam tubuh kucing sehingga tinggal menunggu ada tidaknya faktor pencetus sampai muncul gejala-gejala penyakit di kemudian hari. Faktor pencetus itu bisa berupa malnutrisi, defisiensi vitamin dan mineral, pemeliharaan yang buruk, serta faktor-faktor stres lainnya.
 
Gejala-gejala umum kucing yang menderita FeLV antara lain; lemah, anemia, tidak ada nafsu makan, dan sulit bernapas. Gejala lainnya yang lebih khas tergantung pada tipe FeLV. Hingga sekarang diketahui ada tiga tipe FeLV, yaitu mediastinal, multicentric, dan alimentari.
 
Sekarang, sudah ada test-kits (pemeriksaan adanya FeLV melalui sampel darah) sehingga diagnosis leukemia mudah dan cepat dapat diketahui.
 
Sebagai upaya pencegahan agar tidak terkena leukemia, kucing dapat divaksinasi terhadap Fe Selain itu, secara umum yang dapat dilakukarn pemilik kucing adalah memberikan cukup makanan yang gizinya berimbang, memelihara kucing dengan cara bersih dan sehat, melakukan sanitasi dan higiene lingkungan, serta menyingkirkan kucing yang diketahui mengidap FeLV.

7. Tips mengajak bepergian pada kucing

Oleh pemiliknya, kucing kesayangan kadang diajak bepergian. Kucing menjadi senang atau stres dalam perialanan itu akan tergantung pada cara pemiliknya dalam memperlakukan si kucing.
 
 Berikut adalah tips-tips untuk mengajak si kucing bepergian agar ia bisa menikmati "wisata" itu dengan baik:
 
  1. Sebulan sebelum perjalanan harus dipastikan bahwa vaksinasi pada kucing masih berlaku. Bila sudah lewat atau malahan belum pernah divaksinasi, sebaiknya dimintakan vaksinasi terhadap rabies, distemper kucing, rhino- tracheitis, dan lain-lain. Sebaiknya hal ini dikonsultasikan dengan dokter hewan atau Dinas Peternakan di kota Anda.
  2. Buatkan kotak khusus untuk tempat tinggal atau tempat tidur kucing selama dalam perjalanan. Kotak itu jangan terlalu sempit dan cukup empuk dengan cara diberi alas dari kain, handuk bekas, atau koran bekas.
  3. Selain kotak di atas, juga perlu dipersiapkan koran bekas dan kotak pasir dari plastik sebagai tempat buang air besar atau kecil untuk sekali pakai, mainan yang disukai kucing, makanan kering yang cukup selama perjalanan, serta air minum untuk sepanjang perjalanan.
  4. Siapkan pula kalung dan tali yang akan digunakan bila kucing akan diajak jalan-jalan Di lingkungan baru, biasanya kucing akan cenderung lari dan sulit ditangkap e
  5. Empat jam sebelum berangkat, kucing jangan diberi makan. Yang diberikan hanyalah obat anti mabuk perjalanan dengan dosis 0,5 tablet setengah jam sebelum berangkat.
Terimakasih telah membaca artikel Atasi penyakit pada kucing terbaru 2020 mudah-mudahan dengan artikel ini kucing anda dapat hidup sehat seperti sediakala.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel