3 tahap monokultur budidaya udang terbaru


Fawaz.id - 3 tahap monokultur budidaya udang terbaru | Pembesaran udang adalah kegiatan memelihara udang mulai dari tokolan hingga konsumsi. Udang konsumsi yang dibutuhkan pasar umumnya berukuran berat 30—40 gram per ekor atau 30 ekor per kg. Kegiatan ini dilakukan selama 5—6 bulan. Ada tiga sistem yang bisa digunakan, yakni monokultur, ugadi, dan ugamedi.

Monokultur

Monokultur adalah sistem pemeliharaan yang mana dalam satu kolam hanya dipelihara udang galah. Sistem ini telah lama dikembangkan oleh BBPBAT Sukabumi dan pembudidaya lainya, karena terbukti menunjukan beberapa kelebihan, di antaranya hemat air tetapi dengan kandungan oksigen tinggi, lahan tidak luas tetapi padat tebar tinggi, dan hemat pakan tetapi konversi pakan rendah.
Untuk menerapkan sistem tersebut, maka kolam pembesaran monokultur harus memenuhi dua persyaratan, yakni pematang kolam harus kuat dan kandungan oksigen harus tinggi. Agar kuat, pemeliharaan sebaiknya menggunakan kolam terpal. Kalaupun ingin menggunakan kolam tanah, maka pematangnya harus terbuat dari tembok. Agar kandungan oksigen di kolam tetap tinggi, maka pada kolam dipasang instalasi oksigen.

Kegiatan pembesaran udang galah secara monokultur dilakukan dalam beberapa tahap, yakni persiapan kolam, pemasangan instalasi oksigen dan automatic feeder, penebaran tokolan, pengelolaan pakan tambahan, pengelolaan kualitas air dan kesehatan, monitoring pertumbuhan, dan panen.

1. Pemasangan instalasi oksigen

Pemasangan instalasi oksigen dilakukan dengan meletakkan kincir air di permukaan air kolam. Pada kincir air tersebut dipasang kabel dan dihubungkan dengan aliran listrik. Selain kincir air, dipasang pula blower, beserta selang dan batu aerasinya.

Aerasi ditempatkan di sekeliling kolam dengan jarak 1—2 meter. Instalasi lain adalah automatic feeder. Semua instalasi tersebut harus dipastikan terlebih dahulu berjalan sesuai fungsinya.

2. Penebaran

benih udang galah dilakukan pada pagi hari dengan cara melakukan aklimatisasi terlebih dahulu agar benih tidak mengalami stres karena perbedaan suhu antara di dalam wadah dan di kolam.
suhu dilakukan dengan cara mengapungkan tempat atau wadah (berupa plastik atau keranjang) benih udang galah di permukaan air selama 10—15 menit. Setelah suhu di dalam wadah sama suhu pada kolam, buka atau wadah pengangkutan secara perlahan dan biarkan benih keluar.

Padat tebar benih udang galah sebaiknya 50 ekor/m2. Hal ini sesuai dengan prosedur BBAT Sukabumi tentang pembesaran udang galah bahwa padat penebaran untuk intensifikasi adalah 50 ekor/m2. Benih yang ditebar adalah ukuran tokolan I atau II yang mempunyai panjang rata rata 7—10 cm dan berat rata-rata 4—8 gram.

3. Pengelolaan pakan

Pakan yang digunakan berupa pakan buatan berbentuk pellet dengan ukuran 1—4 mm dan bersifat tenggelam dengan kandungan protein.
pemberian pakan 1 kali, yakni pada pagi, siang, dan sore hari perbandingan pagi hari udang galah yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik, pakan harus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh udang galah serta cukup.

Belum ada Komentar untuk "3 tahap monokultur budidaya udang terbaru"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel