5 Fasilitas produksi untuk benih udang galah


Fawaz.id - 5 Fasilitas produksi untuk benih udang galah | Fasilitas produksi yang digunakan dalam budi daya udang galah terdiri dari fasilitas itama dan pendukung. Jenis fasilitas, ukuran, dan kontruksinya disesuaikan dengan tahapan kegiatannya. Sementara itu, jumlah sesuai dengan skala produksi.

Fasilitas utama dalam budi daya udang galah teridiri dari benih, kolam induk, pemijahan, tempat penetasan, kolam pentokolan, pendederan, dan pembersaran. Sementara itu, fasilitas pendukung meliputi tempat penampungan air, rumah karyawan, kantor, ruang pertemuan, gudang dan laboratorium.

Semua fasilitas tidak perlu dibangun dengan biaya mahal yang penting kontruksinya memenuhi persyaratan teknis.

Untuk menjamin kebersihan udang galah, diperlukan pengelolaan biosekuritas. Pengelolaan ini meliputi pengaturan tata letak setiap fasilitas, pengaturan akses masuk lokasi, sterilisasi wadah, peralatan.

Tataletak fasilitas udang galah harus mengikuti aturan berikut:
  1. Pengaturan tata letak harus berdasarkan alur produksi secara berurutan, dari sub-unit pengelolaan air sumber, karantina, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva, penyediaan pakan hidup artemia, penyediaan pakan buatan larva, pemeliharaan juvenil, hingga pemanenan benih.
  2. Pemagaran lingkungan di sekitar bangsal benih seperti kolam pemeliharaan induk, dan penyekatan antara area sub unit harus dilakukan
  3. pakan, bahan kimia, dan obat-obatan disimpan dalam fasilitas yang terpisah, bersih dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya

Bangsal Benih

Bangsal benih (indoor hatchery) adalah tempat memproduksi benih udang mulai dari pemijahan sampai menghasilkan larva. Di beberapa daerah, bangsal benih dijadikan sebagai gudang atau tempat menyimpan bahan, terutama pakan tambahan dan peralatan, sekaligus kantor.
Pada bangsal benih, hampir semua parameter kualitas air dapat diatur sesuai dengan keinginan. Karena sebuah bangsal benih yang baik memiliki peralatan yang lengkap, dari alat pengukur suhu ruangan, alat pengukur suhu air, pemanas ruangan, pemanas air, alat penambah oksigen (aerator), hingga peralatan penting lainnya. Dengan keadaan ini, kematian benih dapat ditekan serendah mungkin dan kelangsungan hidup udang bisa dijamin. Agar bangsal benih dapat berfungsi dengan baik, lahan untuk bangsal benih harus memenuhi persyaratan berikut.
  1. Dekat dengan sumber air laut. Untuk memenuhi persyaratan ini, benih harus dibangun di pinggir pantai
  2. Sumber air tawar. Sebaiknya memiliki sumber air sendiri
  3. Letak sumber airnya lebih tinggi daripada lokasi benih sehingga air lebih mudah dialirkan ke bangsal benih
  4. kuantitas air cukup agar kegiatannya dapat berjalan secara berkelanjutan
  5. air harus memenuhi persyaratan seperti jernih, kandungan oksigen tinggi dan tidak mengandung unsur yang membahayakan
  6. letak dengan areal perkolaman terutama dekat denagn kolam induk
  7. keamanan terjamin
  8. tidak jauh dengan jalan dan transportasinya lancar sehingga memudahkan pengadaan alat dan sarana yang dibutuhkan maupun pemasaran hasil produksi
Bangsal dapat dibuat secara permanen, semi permanen, atau sederhana, tergantung pada skala usaha dan dana yang tersedia. Sementara itu, bangsal benih sederhana dibuat dari bilik, tetapi dindingnya harus rapat.
Karena bangsal benih bersifat multifungsi, di dalamnya harus memiliki fasilitas yang lengkap agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Fasilitas penting yang harus ada dalam sebuah bangsal benih udang galah meliputi bak filter, tandon, tempat pemberokan, tempat penetasan telur, tempat pemeliharaan larva, dan tempat kultur pakan alami.

Bak Filter

Air yang masuk ke dalam indoor hatchery sebaiknya dialirkan mengandalkan gravitasi sehingga penggunaan dan pengaturan air akan lebih leluasa tanpa bergantung pada pompa. Karena itu, sebelum air dari sumber digunakan di dalam hatchery sebaiknya air tersebut ditampung terlebih dahulu di dalam bak penampungan air. Apabila sumber air berasal dari sungai atau irigasi, sebaiknya gunakan bak filter untuk menyaring partikel partikel lumpur yang terbawa aliran air.
Lubang pemasukan air pada dinding pertama dibuat di dasar dinding di sisi yang berlawanan dengan pintu pemasukan utama mengunakan 2 buah pipa pralon ukuran 3—4 inci. Tujuannya, agar air mengalir secara lambat. Pipa kedua diletakkan di bagian atas dinding dengan ketinggian 70 cm dari dasar bak, dinding ketiga dibuat di bagian dasar seperti dinding pertama, dan begitu seterusnya sampai dinding penyekat terakhir.
Sebagai penyaring, pada sekat pertama dan kedua digunakan batu pecah atau pecahan batu bata merah yang berukuran besar. Sekat ke-3 dan ke-4 menggunakan bahan filter dari batu kerikil, sekat ke-5 menggunakan pasir kasar, dan sekat terakhir menggunakan pasir atau zeolit yang halus. Dengan konstruksi zig-zag seperti ini, diharapkan partikel-partikel lumpur yang dibawa oleh aliran air akan mengendap di setiap sekat, sehingga air yang disaring menjadi bersih dan bening.

Tandon

Tandon sangat penting dalam penyediaan air selama masa pemeliharaan udang galah, terutama masa pembenihan. Ada dua buah tandon dalam bangsal benih udang galah, yaitu tandon air tawar dan tandon air laut. Agar air mudah dialirkan dari setiap tandon, letak tandon harus lebih lebih tinggi daripada tempat pemeliharaan. Tandon harus dibuat dari tembok atau beton agar tidak mudah rusak dan kokoh dengan bentuk empat persegi panjang atau bulat.
Ukuran tandon disesuaikan dengan besarnya bangsal benih. Untuk bangsal benih skala kecil dengan produksinya 200.000 ekor benih setiap periode, bak tandon ini cukup dibuat dengan ukuran 2 x 2 x 1 meter. Sementara itu, untuk bangsal benih skala besar dengan produksi satu juta benih setiap periode, bak tandon ini harus lebih luas, yaitu berukuran 5 x 4 x 1 meter.
Selain untuk menampung dan mengolah air, bak tandon juga digunakan untuk mencampur air laut dan tawar untuk mendapatkan salinitas yang diinginkan. Air payau biasa digunakan untuk penetasan dan pembiakan artemia. Karena itu, bak tandon ini dihubungkan langsung ke sumber air tawar dan air laut menggunakan paralon yang ukurannya disesuaikan dengan besarnya debit air. Selain itu, pada bagian lain dihubungkan ke masing-masing bak yang ada di bangsal benih. Pada bak tandon ini juga harus dibuat lubang pengeluaran untuk mengeringkan atau menguras bila sudah lama digunakan.

Bak Pemberokan

Bak pemberokan merupakan tempat untuk menyimpan induk udang galah matang gonad yang berasal dari bak pemeliharaan hingga induk tersebut siap dipijahkan.
Bentuk bak pemberokan bisa bermacam-macam, tergantung dari keadaan tempat. Namun, bentuk yang paling baik adalah yang berbentuk segi empat atau persegi panjang. Bak ini sebaiknya tidak terlalu besar karena bisa menyulitkan proses menangkap indukan yang akan dipijah. Ukuran bak pemberokan tergantung jumlah induk yang diberok, minimum berukuran 5 m x 3 m x 80 cm. Jumlah ideal untuk induk dalam satu meter persegi kolam adalah 10 ekor indukan. Jumlah bak pemberokan minimum 2 buah, yaitu satu untuk induk jantan dan satu lagi untuk induk betina.
 
Untuk memudahkan proses pengisian dan pem buangan air, bak pemberokan dilengkapi dengan pipa pemasukan dan lubang pembuangan. Pipa pemasukan air dihubungkan dengan tandon. Lubang pembuangan dibuat di bagian tepi salah satu pematangnya. Pipa pemasukan bisa dibuat dari pipa paralon berdiameter 1—1,5 inci yang dilengkapi dengan keran untuk mengatur debit air yang masuk dalam bak.
 
Pintu pengeluaran juga dibuat dari paralon berdiameter 2 inci. Ukuran paralon pengeluaran yang lebih besar bertujuan agar bak dapat dikeringkan dengan cepat. Pada pintu pengeluaran, umumnya dipasang keni sebagai tempat memasukkan paralon pengatur tinggi air. Hal lain yang paling penting pada bak pemberokan ini adalah kondisi airnya. Air yang masuk ke dalam bak pemberokan harus kontinu, bersih, dan tidak mengandung zat makanan.

Bak Pemijahan

Bak pemijahan merupakan tempat untuk memijahkan induk jantan dan induk betina. Bentuknya bisa empat persegi panjang berukuran 15 m2 (5 m x 3 m x 80 cm). Sama seperti bak pemberokan, bak pemijahan juga dilengkap dengan pipa pemasukan dan lubang pembuangan. Jumlah bak pemijahan yang disiapkan tergantung kebutuhan.

Bak Penetasan Telur

Bak penetasantelur merupakan wadah untuk menampung induk betina yang sudah berisi telur atau yang diambil dari bak pemijahan. Jumlah bak tergantung pada skala produksi. Tempat penetasan telur dilengkapi dengan alat pengatur suhu air (heater) dan aerator.
 

Belum ada Komentar untuk "5 Fasilitas produksi untuk benih udang galah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel