5 Tahap pemeliharaan induk udang galah


Fawaz.id - 5 Tahap pemeliharaan induk udang galah | Budi daya udang galah harus dibagi ke dalam berbagai tahapan kegiatan. Pembagian ini bertujuan untuk mengatur pola pemeliharaan, seperti menciptakan kualitas air yang baik, menentukan ukuran, dan menetapkan padat tebar. Pengaturan tersebut dapat meningkatkan produktivitas pemeliharaan dan mengurangi berbagai risiko, termasuk kematian dan pertumbuhan yang lambat.

Pemeliharaan induk

Pemeliharaan induk atau pematangan gonad adalah kegiatan memelihara induk yang sudah dipijahkan atau calon induk yang sudah matang kelamin sampai induk matang gonad atau siap untuk dipajahkan.
Agar gonadnya berkembang dengan normal, maka induk jantan dan betina dipelihara terpisah. Kegiatan terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu persiapan kolam, hingga pengelolaan air.

1. Persiapan kolam indukan

Persiapan kolam adalah kegiatan menyiapkan kolam sebelum pemeliharaan. Kegiatan ini sangat penting, karena kondisi kolam yang telah digunakan dalam pemeliharaan sebelumnya sudah buruk. Sedangkan induk yang akan dipelihara membutuhkan lingkungan yang baik, agar dapat hidup layak, sehat, dan gonadnya dapat berkembang dengan sempurna. Induk yang hidup dalam lingkungan yang baik dapat menghasilkan telur dan sperma dengan kualitas baik.
Penting! Persiapan kolam untuk udang galah terbagi dalam tujuh tahap, yaitu pengeringan, perbaikan kontruksi, menambal bocoran, pengolahan tanah dasar, penerapan biosekuritas, pengisian air, dan penumbuhan plankton.

1. Pengeringan

Pengeringan kolam dilakukan dengan membuka pintu pembuangan agar air dalam kolam terkuras. Sambil me nunggu kering, lumpur, sisa pakan, dan kotoran lain diseret ke lubang pengeluaran agar ikut terbuang. Pengeringan dilakukan hingga kadar air di dasar kolam mencapai 15— 20%.

2. Menambal kebocoran

Dilakukan dengan menutup seluruh permukaan pematang dengan tanah dasar. Jika ada bocoran yang besar, maka pada bagian itu dibongkar, lalu ditutup lagi dengan tanah yang lebih tebal. Jika perlu, lapisi bagian yang bocor dengan plastik. Selanjutnya, bagian lainnya juga diperbaiki, termasuk pintu air dan saluran atau kamalir.

3. Pengelolaan tanah dasar

Dilakukan dengan mencangkul seluruh bagian dasar kolam, tapi tidak terlalu dalam. Tujuannya agar tanah dasar kedap air, strukturnya baik dan higienis. Tanah dasar yang kedap dapat menahan air dan tidak porous. Pada struktur tanah yang baik dapat tercipta kualitas air yang baik. Higienis artinyatanah dasar terbebas dari gas-gas beracun, seperti amonia, belerang, dan lain-lain.

4. Pengisian air

Dilakukan dengan menutup pintu pengeluaran air hingga rapat agar tidak ada bocoran. Air dialirkankan melalui pintu pemasukan yang dilengkapi dengan saringan yang memiliki mesh 1 mm. Pemasangan saringan ini bertujuan untuk menahan sampah dan mencegah masuknya ikan-ikan liar masuk ke dalam kolam. Pintu pemasukan segera ditutup setelah air mencapai ketinggian 50 cm.

5. Menumbuhkan pakan alami

Untuk menumbuhkan pakan alami, kolam yang telah berisi air diberi pupuk anorganik. Pupuk tersebut berupa campuran antara nitrogen (N) dan fosfor (P) dengan perbandingan 3 : 1. Tiga hari kemudian, berikan pupuk susulan dengan dosis yang sama.

2. Penebaran induk

Penebaran induk harus dilakukan pada pagi hari, saat suhu udara dan suhu air masih rendah. Hal ini dilakukan agar induk-induk tidak kaget atau stres akibat suhu air yang tinggi. Padat tebar induk didasarkan pada luasan kolam dalam satu meter. Kepadatan di kolam induk adalah 3—5 ekor/m2.

3. Pemberian pakan tambahan

Pemberian pakan bertujuan agar gonad udang galah berkembang dengan sempurna, sehingga telur-telurnya berkualitas baik dan jumlahnya banyak. Demikian juga dengan sperma indukan, harus berkualitas baik pula. Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan, yaitu jenis pakan, jumlah, dan waktu pemberiannya. Jenis pakan tambahan yang diberikan berupa pellet berkadar protein 30%. Pemberiannya dilakukan tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan sore hari, dengan dosis 3% per hari.

4. Pengelolaan Air

Pengelolaan air dilakukan dengan memberikan aliran pada kolam induk secara kontinu dengan debit 0,5 liter per detik. Pengaliran air ini bertujuan agar kandungan oksigen dalam kolam tetap tinggi. Selanjutnya, aliran air ini berguna untuk membuang sisa pakan dan kotorannya, sehingga kualitas air tetap terjaga dan induk dapat hidup dengan baik dan gonadnya dapat berkembang dengan sempurna.

5. Seleksi Indukan

Seleksi induk dilakukan dengan memilih atau memisahkan induk-induk yang sudah matang gonad dan yang belum. Tujuannya untuk mendapatkan induk-induk yang siap mijah. Sebelum seleksi indukan dilakukan, air kolam harus disurutkan terlebih dahulu hingga setinggi 5 cm. Selanjutnya, induk ditangkap satu persatu, lalu dilihat kematangan gonadnya. Induk yang telah matang gonad dimasukkan ke dalam plastik atau karung yang halus dan basah, kemudian diangkut ke bak pemberokan. Sementara itu, induk yang belum matang gonad dikembalikan lagi ke dalam kolam.
Tanda-tanda induk betina yang sudah matang atau siap memijah dapat dilihat dari warna pada cephalotorax yang berwarna kekuningan dan ukurannya sekitar ¼ bagian cephalotorax hingga menutupi¾ bagian cephalotoraxnya. Sementara itu, untuk mendeteksi tingkat kematangan gonad pada induk jantan lebih sulit. Hal ini disebabkan jantan selalu menghasilkan sperma secara terus menerus. Jantan selalu siap membuahi betina yang telah matang gonad. Bahkan, induk jantan dapat menitipkan spermanya pada induk betina, pada saat betina belum siap memijah.
Selain ciri-ciri di atas, udang galah yang akan dipijahkan harus sehat dan tidak luka. Induk yang sakit atau terluka dapat menghambat proses pemijahan. Kadang-kadang induk-induk itu tidak memijah. Karena itu, seleksi ini harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak sembarangan. Untuk menjaga agar tidak menular kepada induk-induk yang lain, maka induk-induk yang sakit atau luka harus dipisahkan.
Satu hal lagi yang diperhatikan dalam seleksi. Jumlah induk jantan yang ditangkap harus lebih banyak dari yang dibutuhkan. Karena meskipun tanda-tanda induk-induk sudah jelas, sering kali penglihatan mata justru keliru.

Belum ada Komentar untuk "5 Tahap pemeliharaan induk udang galah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel