7 proses ugadi budidaya udang galah terbaru


Fawaz.id - 7 proses ugadi budidaya udang galah terbaru | Ugadi adalah budidaya udang galah bersama padi. Teknik ini merupakan inovasi baru dalam agribisnis, yakni kolaborasi antara sektor perikanan dan pertanian.

Ugamedi

Selain program atau inovasi ugadi, BBPBAT tengah melakukan inovasi pemeliharaan lain yang dinamakan ugamedi, yakni budi daya udang galah disatukan dengan gurami dan padi. Penerapan inovasi ini bukan tanpa alasan, tetapi karena kehidupan udang galah dan gurami terbukti dapat memberikan berbagai manfaat. Beberapa di antaranya sebagai berikut.
  • meningkatkan produktivitas lahan. karena dalam satu lahan, tak hanya padi yang diproduksi tetapi juga udang galah dan gurame
  • meningkatkan pendapatan karena pendapatan tersebut tak hanya diperoleh dari padi tetapi juga dari udang galah dan gurami
  • menghemat penggunaan pupuk karena tak hanya pupuk padi, tetapi kotoran udang galah dan gurami dapat berfungsi sebagai pupuk
  • menghindari gagal panen dan menghemat penggunaan insektisida. karena udang galah dan gurami dapat merasa memangsa bibit penyakit

1. kontruksi sawah

Kontruksi sawah untuk ugadi dan ugamedi berbeda dengan sawah biasa atau sawah untuk padi saja. Pada sawah biasa hanya ada bagian pelataran atau areal untuk menanam padi. Sementara itu, pada ugadi dan ugamedi tak hanya bagian pelataran, tetapi juga dilengkapi dengan parit keliling. berfungsi ganda yaitu sebagai media hidup dan tempat panen.

2. persiapan

sawah untuk ugadi dan ugamedi sama dengan persiapan untuk padi berikut beberapa tahapan persiapan yang bisa dilakukan

pembalikan tanah

Dimulai dengan membalikkan tanah atau membajak sawah. Pembalikan bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah sehingga terjadi proses oksidasi senyawa-senyawa beracun pada tanah. Setelah proses persiapan lainnya dan sawah telah siap ditanami padi, selanjutnya lakukan pengeringan kamalir.

pengeringan caren dan kolam

Tujuan dari pengeringan kolam adalah untuk membunuh hama dan penyakit. Selain itu, pada proses pengeringan ini juga dilakukan pembersihan caren dari tanaman tanaman yang dapat mengganggu kegiatan pembesaran udang galah. Pengeringan caren memerlukan waktu 3—7 hari dan diusahakan tidak sampai kering. Pengeringan dilakukan hanya sampai tanah terlihat retak-retak dan apabila terinjak masih membekas.

caren sudah kering dengan cara menutup saluran pemasukan dan membuka saluran pengeluaran. pembuatan caren bertujuan untuk memudahkan dalam pemberian pakan dan memudahkan dalam pemanenan karena caren merupakan tempat berkumpulnya udang galah.
Selain itu dengan kedalaman yang memadai caren bisa menjadi tempat berlindung bagi udang galah dari serangan hama.

pemupukan

Pemupukan kolam dilakukan setelah pembuatan caren (kamalir) selesai dilakukan. Pupuk yang digunakan dalam pemupukan adalah pupuk organik, yakni berupa pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan yang sudah kering. Teknisnya, pemupukan dilakukan dengan cara menebar pupuk secara merata pada kolam pembesaran dengan dosis 150 gram/m2. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan unsur hara (nutrisi) bagi pertumbuhan dan kelangsungan pakan alami yang berupa plankton dan mikroorganisme. Selain itu, juga untuk menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup padi yang ditanam.

Pemakaian pupuk organik, terutama kotoran hewan (seperti kotoran ayam, kotoran sapi, kotoran kuda, dan kotoran kerbau) berfungsi memberikan substrat untuk pertumbuhan mikroba. Pupuk yang diberikan ditujukan untuk memasok unsur hara yang sangat diperlukan seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Kegiatan paling akhir dilakukan dalam persiapan kolam adalah pengisian air dengan ketinggiannya mencapai 50—80 cm.

Air yang digunakan dalam usaha pembesaran udang galah dengan sistem ugadi dan ugamedi berasal dari saluran irigasi. Sebaiknya, air yang masuk disaring terlebih dahulu menggunakan saringan yang dipasang pada saluran pemasukan (inlet) untuk menghindari masuknya predator. Pengelolaan air pada kolam pembesaran dilakukan dengan menggunakan sistem air yang mengalir. Pengontrolan air pada kolam budi daya dilakukan setiap hari agar ketinggian air tetap stabil sehingga air yang ada di dalam kolam pembesaran tidak meluap.

Sebaiknya, air yang dialirkan dari saluran irigasi ke sawah adalah air yang tidak terlalu keruh dan bebas dari zat-zat racun. Jika sewaktu-waktu kondisi air sangat jelek, pintu pemasukan air pada saluran irigasi harus segera ditutup.

3. Penanaman padi

Penanaman padi dilakukan tiga hari setelah pemupukan kolam. Jenis padi yang ditanam harus tahan genangan air, yaitu jenis INPARI 13, IMPARA 5, dan Ciherang. Dalam setiap titik ditanam masing-masing 2—3 batang dan dengan jarak tanam berkisar 20—30 cm. Pemeliharaan padi bersama dengan udang sangat dianjurkan tidak menggunakan penggunaan bahan kimia, baik pada saat pemupukan maupun pada saat pengendalian hama dan penyakit.

4. Penebaran udang galah

Penebaran udang galah dilakukan 10—15 hari setelah penanaman padi. Pada waktu tersebut, keadaan batang padi sudah kuat dan tahan terhadap aktivitas udang galah. Agar tidak stres dan untuk mengurangi risiko kematian, penebaran bibit udang harus dilakukan pada pagi hari, saat suhu airnya rendah atau belum terkena sinar matahari. Padat tebarnya berkisar 50—100 ekor/m2.
Sebelum bibit ditebar, lakukan aklimatisasi lingkungan dengan cara mengapungkan plastik (wadah peng angkutan) selama 10—15 menit dan kemudian dibuka perlahan-lahan hingga benih udang galah keluar dengan sendirinya. Penebaran benih dilakukan di dekat pintu pemasukan (inlet) karena diduga pada perairan yang dekat dengan pintu pemasukan (inlet) memiliki kandungan oksigen yang lebih tinggi.

5. Manajemen kualitas air

Untuk menjaga kualitas air agar tetap baik, lakukan pengecekan kualitas air. Pengecekan ini dilakukan seminggu sekali. Kualitas air yang menurun dapat diperbaiki dengan pemupukan dan pemberian probiotik. Cara pemberian probiotik dan dosisnya harus sesuai dengan anjuran. Berikut beberapa parameter yang penting dan nilai parameternya.

6. Pemberian pakan

Pakan tambahan diberikan dua kali sehari, yaitu pagi hari pukul 07.00 dan sore hari pukul 17.00. Dosisnya berkisar 3—5% per hari. Persentase pemberian sore hari harus lebih banyak, yaitu 60% dan pagi 40%. Hal ini dilakukan karena udang galah bersifat nokturnal atau aktif makan pada malam hari. Aplikasi pakan dilakukan dengan cara menebarnya ke seluruh permukaan kolam. Udang galah aktif mencari makan pada pagi dan sore hari, sehingga periode makannya dua kali dalam sehari.
Agar hemat pakan, jumlah pakan harian harus didasarkan hasil sampling berat rata-rata bobot tubuh udang galah. Pengelolaan pakan sangat penting dalam budi daya perairan, bukan saja karena merupakan biaya pengeluaran terbesar (55—60% dari total biaya produksi).

7. Pengendalian penyakit

Budi daya udang galah tidak lepas dari masalah penyakit. Timbulnya penyakit pada pembesaran udang galah umumnya disebabkan karena kualitas air yang buruk. Namun, sebenarnya ada satu cara yang paling efektif dan efisien untuk mengendalikan penyakit pada udang galah, yaitu dengan pencegahan. Berikut beberapa cara pencegahan penyakit pada udang galah.

Belum ada Komentar untuk "7 proses ugadi budidaya udang galah terbaru"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel