Nilai Uang Kertas Belum Menyamai Intrinsik


Fawaz.id - Nilai Uang Kertas Belum Menyamai Intrinsik | Ambil contoh misalnya selembar uang sepuluh ribuah sepuluh tahun lalu. Pada tahun antara 1996 – 1997, selembar uang sepuluh ribu bisa digunakan untuk membeli 3 sampai 4 porsi nasi goring. Namun pada saat ini 2019 uang sepuluh ribu hanya bisa digunakan untuk membeli seporsi nasi goreng saja itu juga belum dengan ayamnya. Artinya disini adalah nilai yang terdapat dalam uang berupa intrinsic uang sepuluh ribuan tersebut mengalami yang namanya penurunan dari tahun ketahun. Sudah jelas bukan zaman dahulu uang yang dinilai dari unsur intrinsic memiliki nilai dan kelipatan pendapatan yang besar sedangkan sekarang hanya dapat satu saja.

Hal ini ada istilahnya guys namanya nilai waktu uang. Jadi dimana dalam keadaan normal, uang semakin lama semakin menyusut nilainya. Besar penyusutan ini dipengaruhi diantaranya oleh inflasi. Dilihat dari factor sejarah inflasi terjadi karena perubahan kesepakatan dan hukum dalam menentukan nilai uang. Dulu, setiap uang yang diterbitkan atau dicetak dicadangkan sejumlah emas yang setimpal, jadi ketika uang dicetak itu seharga emas yang di timbun seperti itu. Namun, pada tahun 1970 an hal ini sudah ditiadakan. Maka dari itu hal ini lah yang mengakibatkan terjadinya inflasi guys.

Nilai Uang Kertas Belum Menyamai Intrinsik


Contoh lain, deutsche mark, yaitu mata uang jerman yang sekaligus salah satu mata uang yang terkuat di eropa saat ini, telah kehilangan 71% dari nilainya sejak tahun 1949 loh guys. Begitu juga pada mata uang amerika yang kita tahu yaitu dolar dimana uang $1 pada tahun 1801 Cuma setara dengan $0,07 pada tahun 2003. Berarti mata uang jerman dan nilai intrinsic nya besar dong? Iya benar nilai mata uang jerman memang besar. Fenomena ini terjadi dan menimpa seluruh negara yang ada di dunia ini meskipun terdapat penurunan nilai mata uang cepat dan ada juga penurunan nilai mata uang yang lambat hal ini di atur oleh bank dunia.

Negara berkembang seperti negara Indonesia umumnya mempunyai laju inflasi yang cuku tinggi ternyata. Akibatnya, banyak mulai dari harga barang yang meningkat drastic dan kemampuan untuk daya beli uang lambat laun menjadi berkurang drastic. Dihitung dari kecepatan bank Indonesia atau bank sentral mencetak uang, biasanya inflasi di negara Indonesia selalu diatas 10%, antara 12% hingga 17% pertahun perhitungannya. Artinya disini bisa diperkirakan bahwa nilai uang yang saat ini terhadap dolar yaitu Rp.14.154; terhadap rupiah. Akan terus menyusut sebesar 10% setiap tahunnya.

Contoh konkretnya saja deh pada tahun 2003 lalu, 10kg beras yang dihargai dengan 35 ribu rupiah, minyak goreng per kg seharga 4500, sementara susu 900 gram seharga 80 ribu rupiah. Tapi kita lihat disini harga beras yang sama sudah naik dua kali bahkan tiga kali lipat, harga minyak goreng yang sama menjadi sekitar 19 ribu rupiah dan harga susu yang sama berubah mencapai 150 ribu rupiah fantastis bukan. Dari hal tersebut sudah jelas nilai mata uang Indonesia yang terus menurun dari tahun ketahun. Selama kurun waktu empat tahun saja, barang-barang kebutuhan tersebut telah naik hampir 100%. Yang artinya inflasi di lapangan yang rill atau nyata terjadi bisa sampai dengan 25% pertahun jauh diatas perhitungan atau prediksi pemerintah.

Walaupun yang namanya laju inflasi cukup stabil di beberapa tahun ini, inflasi cukup menggerus nilai investasi anda. Asumsikan nilai inflasi hhanya sebesar 3% pertahunnya, Rp 1 juta saja bernilai hanya separohnya dalam jangka waktu 24 tahun. Anda tidak bisa meremehkan pengaruh inflasi tersebut terutama dalam merencanakan keuangan dan masa pensiun anda. Baik pensiun muda atau pensiun tua.

Inilah yang menyebabkan anda tidak boleh menyimpan uang anda di bawah bantal, selain kurang aman menyimpan uang di bantal tidak bisa melawan pesatnya laju investasi dalam negeri. Jikapun Anda hanya membuka tabungan atau deposito di bank ternyata bunga di bank per tahunnya hanya sekitar 3% sampai 4% dan bunga deposito besarnya sekitar 6% sampai 8% dipotong dengan pajak 25%. Anda akan tetap akan merugi karena laju inflasi jauh lebih tinggi dari bunga bank dan bunga deposito yang artinya dengan menyimpan uang di bank kekayaan anda tetap akan menyusut setiap tahun ke tahun.

Baca juga : Sejarah Revolusi Reksadana 

Maka dari itu anda perlu mengembangkan uang anda agar terus bertambah tiap tahunnya paling tidak untuk melawan cepatnya laju inflasi setiap tahunnya. Lebih bagus lagi bila pertambahan tersebut lebih besar dari penyusutan daya beli uang tersebut. Disinilah investasi hadir sebagai jawaban dari permasalahan yang Anda tanya tanyakan atau Anda hadapi, jadi Investasi adalah salah satu cara yang ampuh untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan nilai kekayaan anda.

Share jika suka dengan Nilai Uang Kertas Belum Menyamai Intrinsik ini dan jangan lupa komentar jika terdapat pernyataan yang kurang dipahami atau tidak jelas, terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Nilai Uang Kertas Belum Menyamai Intrinsik"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel