Sejarah Revolusi Reksadana Setelah 2005


Fawaz.id - Sejarah Revolusi Reksadana Setelah 2005 | Banyak bukti yang menyatakan bahwa reksadana menjadi salah satu transportasi investasi yang cukup aman karena di atur oleh hukum. Di Amerika telah lebih dari lima puluh tahun reksadana menjadi transportasi investasi dengan keseluruhan asset sebesar sepuluh teriliun lebih yang terbagi lebih dari delapan ribu produk yang berbeda. Sementara di negara Indonesia reksa dana masi terbilang aneh namun dalam beberapa tahun terakhir reksadana mengalami keguncangan di tahun 2005, namun kini reksa dana kembali hadir di Indonesia dan menjadi sorotan bagi masyarakat Indonesia.

Kita kembali pada sejarah reksadana sampai di  pertengahan bulan ke sebelas 2007, reksadana terdapat 472 produk reksadana atau tumbuh secara seginifikan setelah keguncangan di tahun 2005. Pertumbuhan ini sampai 13,85% dibandingkan dengan tahun 2006. Adapun reksadana terbanyak masi di ungguli oleh reksadana pendapatan tetap dengan jumlah produk 159, di peringkat dua reksadana campuran, terproteksi dulu masi ada reksadana proteksi, dan saham. Jumlah tersebut belum termasuk reksa dana yang akan diluncurkan seperti reksadana pasar uang, dan campuran. Waktu dulu masi menunggu pernyataan efektif dari Bapepam-LK.

Sejarah Revolusi Reksadana Setelah 2005


Waktu zaman 2006 jumlah dana dalam reksadana gabungan semuanya mencapai angka Rp.86,02 triliun atau meningkat secara segnifikan 70,02% dari tahun-tahun sebelumnya. Dan diprediksi pada tahun 2008 angka menyentuh 200 triliun wow bukan?. Dengan hal ini saya bisa simpulkan bahwa reksadana merupakan kendaraan yang sedang naik daun dengan pesat dan mulai mendapat kepercayaan dari masyarakat Indonesia.

Kesimpulan dari saya Karena pada tahun 2006 reksadana masi dipandang sebagai salah satu alternative investasi sebelum adanya digitalisasi investasi yang merupakan investasi yang menguntungka, tidak semua orang memahami mengenai penting nya untuk memulai investasi. Sebagian besar bahkan tidak paham apa itu investasi. Hal inilah yang membuat oknum nakal untuk memanfaatkan waktu yang pas dengan kedok investasi dengan keuntungan besar atau tinggi, kemudian oknum ini lari membawa uang para investor. Masih ingat kan dulu sering terjadi investasi bodong. Akibatnya, terjadi trauma dimasyarakat mengenai investasi sudah kehilangan uang ditambah masyarakat jera dan tidak mau lagi untuk mencoba investasi.

Masuk kedalam pengetian mengapa investasi itu perlu dizaman industry 4.0


Sebelum mengenal mengenai investasi reksadana lebih mendalam, sebaiknya Anda mengetahui lebih mendalam mengenai investasi reksadana. Kebanyak masyarakat mengasosiasikan investasi dengan keuntungan dan kekayaan yang besar, dan sering tidak terpikirkan mengenai risiko dan jalan sulit yang perlu ditempuh dalam berinvestasi. Lebih parah lagi masyarakat yang begitu saja berinvestasi namun tidak tahu dengan jelas arti investasi itu sendiri sehingga sering juga terjebak pada hal-hal yang tidak di inginkan misalnya masyarakat tidak tahu mengenai Fee yang telah di tentukan masyarakat juga harus jeli membeli saham agar tidak merugikan investor.

Sebagian masyarakat yang melakukan investasi dilandasi dengan banyak ketidak pastian yang akan dialami di masa depan. Kebutuhan kita dimasa depan mungkin saja berubah. Disini saya telah menonton video di youtube nya raditya dika beliau mempersiapkan masa depan dengan dana pensiunnya yang berarti beliau menginvestasikan harta nya untuk dana pension dan keluarganya. Bisa saja dimasa depan kita jatuh sakit atau penyakitan?, kelangkaan bahan bakar minyak bumi, harga barang keperluan yang membubung tinggi, biaya kuliah negeri setara dengan swasta tidak mungkin? Kenapa saya menyampaikan biaya kuliah kita lihat saja pemerintahan sekarang bagaimana pasti akan berdampak pada pendidikan warga Indonesia. Hal inilah yang perlu dipikirkan oleh masyarakat luas mengenai perencanaan masa depan melalui investasi itu wajib dilakukan.

Baca juga : Cara membeli reksadana offline dan online

Perlu saya ingatkan kepada pembaca mengenai tingkat kekayaan seseorang yang diukur dari unit moneter atau mata uang Bahasa kerennya hehe, dalam hal ini Rp(Rupiah). Mata uang termasuk rupiah memiliki nilai nominal dan intrinsic. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum dalam mata uang tersbut. Misalnya dalam uang dua ribu rupiah, maka angka akan tercantum disitu dua ribu rupiah, sementara nilai intrinsic adalah kemampuan daya beli uang tersebut ketika kita ingin menukar uang tersebut atau Bahasa lainnya membelanjakan uang tersebut dengan barang atau berupa jasa seseorang.

Mungkin cukup sekian Sejarah Revolusi Reksadana Setelah 2005 kali ini pantau terus website ini karena akan terus membahas mengenai reksadana atau saham pada umumnya bahkan lebih kompleks. Terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Revolusi Reksadana Setelah 2005"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel